LIGA CHAMPIONS

Sejarah Madrid, rekor Bale, dan masa depan Ronaldo

Para pemain Madrid tengah merayakan gelar Liga Champions ke-13 sepanjang sejarah klub. Hasil ini dicapai setelah mereka menang 3-1 atas Liverpool pada laga final Liga Champions, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB.
Para pemain Madrid tengah merayakan gelar Liga Champions ke-13 sepanjang sejarah klub. Hasil ini dicapai setelah mereka menang 3-1 atas Liverpool pada laga final Liga Champions, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. | Armando Babani /EPA-EFE

La Decimotercera. Tulis laman resmi Real Madrid di halaman mukanya. Artinya, kira-kira gelar ke-13. Capaian itu tak lain merujuk pada jumlah juara "Si Putih" di arena Liga Champions. Madrid baru saja mengunci gelar ke-13 sepanjang sejarah.

Pada final yang berlangsung di Stadion NSC Olimpiyskiy di Kiev, Ukraina Minggu (27/5/2018) dini hari WIB, mereka menghajar Liverpool dengan skor 3-1.

Sebuah gol dari Karim Benzema pada menit ke-51 dan dua dari Gareth Bale (menit ke-64 dan 83), hanya mampu dibalas Liverpool lewat Sadio Mane (menit ke-55). Hasil inilah yang membuat laman resmi Madrid menulis La Decimotercera di bagian muka.

Pencapaian tersebut semakin menjauhkan Madrid dengan pemegang titel juara Liga Champions di bawahnya, AC Milan (7 kali) serta Bayern Munich, Barcelona, dan Liverpool (masing-masing 5 kali juarra). Dari ke-13 juara tersebut, tiga di antaranya diraih dalam tiga musim terakhir.

Ini adalah capaian lain Madrid di kompetisi tertinggi Benua Biru. Sejak menggunakan format Liga Champions pada musim 1992/1993, belum pernah satu pun tim yang berhasil menjadi juara beruturut-turut; Madrid mempertajamnya menjadi tiga kali beruntun.

"Sama seperti Chicago Bulls, Boston Celtics dan Los Angeles Lakers (ketiganya klub basket NBA) yang mengatakan juara tiga kali berturut-turut sebagai dinasti, saya pikir ini adalah dinasti dalam sepak bola," ucap Luka Modric, yang dinukil dari BT Sport (H/T Goal)

Hasil ini sekaligus membawa nama Zinedine Zidane masuk ke dalam sejarah pelatih tersukses di Liga Champions. Bersama Bob Paisley (Liverpool) dan Carlo Ancelotti (AC Milan dan Madrid), Zidane menjadi pelatih yang berhasil membawa timnya menjadi juara tiga kali.

Yang membedakan, Zidane melakukannya secara beruntun. "Membawa tiga trofi Liga Champions ke Madrid, sangat luar biasa," ucap Zidane yang dikutip dari ESPN. "Kami tidak cukup menyadari apa yang telah kami capai."

Hanya sampai di situ sejarah Madrid? Tidak. Demikian juga dengan susunan tim. 11 pemain utama yang diturunkan Zidane dini hari tadi serupa dengan yang ia turunkan kala Los Blancos menjuarai Liga Champions 2016/2017, melawan Juventus.

"Ini adalah pertama kalinya sebuah tim turun dengan 11 pemain (awal) yang sama di final berbeda di Liga Europa atau Liga Champions," tulis BBC.

Bukan hanya Madrid saja yang membuat rekor Liga Champions. Demikian juga dengan Liverpool. Meski menjadi runner-up, ada satu capaian yang bakal sulit digapai tim lain. Yakni, tiga pemainnya mencetak dua digit gol dalam semusim.

Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino masing-masing mencetak 10 gol. Ini adalah kali pertama bagi sebuah tim yang mampu melakukan hal itu.

Pemain terbaik

Siapa pemain yang tampil paling menonjol pada laga final ini? Sebelum pertandingan dimulai, sejumlah pihak mengaitkan nama Mohamed Salah dan Cristiano Ronaldo sebagai dua aktor pertandingan final ini.

Namun, itu salah. Ronaldo, dia tak mencetak gol dalam pertandingan ini, meski penyerang asal Portugal itu menjadi top skor Liga Champions 2017/2018, dengan 15 gol.

Pun demikian, bukan juga Salah, yang justru keluar pertandingan lebih cepat karena cedera dislokasi bahu. Sejumlah media memprediksi Salah tak akan mampu ikut Piala Dunia 2018, meski Egypt Football Association menilai lain.

Pemain terbaik pada laga final ini adalah Gareth Bale. Masuk menggantikan Isco pada menit ke-61, Bale hanya membutuhkan 122 detik untuk mencetak gol pertamanya, yang dicetak dengan cara luar biasa: tendangan salto.

Gol keduanya pun tak kalah hebat, lewat tendangan kaki kiri nan keras dari jarak sekira 32 meter. Dua gol dalam partai final dengan dilalui sebagai pemain pengganti? Ini adalah sejarah baru, setidaknya itu yang ditulis Bleacher Report.

Gol kedua Bale memang apik. Namun, hal itu terjadi juga disebabkan kesalahan dari kiper Liverpool, Loris Karius. Dan, blunder kiper asal Jerman itu bukan hanya terjadi pada gol kedua Bale saja. Demikian dengan gol pertama dari Benzema.

Lemparannya saat mengoper bola diadang Benzema dan berbuah gol. Atas dua kesalahan fatal ini, Karius meminta maaf kepada seluruh pemangku kepentingan Liverpool: tim, manajemen, hingga suporter.

Klopp memahami perasaan Karius. Menurutnya, itu memang kesalahan besar. Namun, Klopp meminta untuk tidak lagi membicarakan kesalahan tersebut ke depannya. "Tak ada seorang pun yang ingin pengalaman seperti itu," ucap Klopp.

Masa depan Ronaldo

Kemenangan ini menorehkan juga sejarah baru bagi Ronaldo. Dia adalah pemain pertama yang berhasil mengangkat lima trofi Si Kuping Besar. Bahkan, jumlah itu melebihi perolehan tim-tim lain, di luar Madrid dan AC Milan.

Perolehan trofi Ronaldo kini menjadi lima (empat di Madrid dan satu di Manchester United) di era Liga Champions. Jumlah itu bahkan lebih banyak dibanding tim-tim seperti Barcelona (4 kali), MU (2 kali) Bayern Munich (2 kali) di periode yang sama.

Squawka mencatat, rekor yang dibukukan Ronaldo bukan hanya itu. Setidaknya ada delapan catatan lain milik Ronaldo di balik kemenangan Madrid ini.

Sayangnya, masa depan Ronaldo kini dipertanyakan. Sejumlah media berspekulasi, masa depan Ronaldo di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, tak akan lama lagi.

"Beberapa hari lagi, Anda akan mendapat jawaban saya kepada suporter," kata Ronaldo. "Adalah sesuatu yang sangat menyenangkan berada di Madrid."

Ucapan tersebut, terdengar sebagai pernyataan perpisahan. Maklum, beberapa waktu terakhir, Ronaldo tengah kecewa kepada manajemen Madrid karena tak ada pembaruan kontrak pasca-melalui musim 2016/2017--yang disebut musim yang dilalui Ronaldo dengan baik.

Hal inilah yang kemudian berkembang menjadi spekulasi Ronaldo akan hengkang. "(Sekarang) saya tidak mengatakan akan pergi. Kita akan mengetahui beberapa hari ke depan."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR