Selangkah lagi Piala Dunia berisi 48 tim

Ilustrasi logo FIFA, si empunya kejuaraan Piala Dunia sepak bola, di kantornya di Zurich, Swiss.
Ilustrasi logo FIFA, si empunya kejuaraan Piala Dunia sepak bola, di kantornya di Zurich, Swiss. | Walter Bieri /Keystone via AP Photo

Rencana FIFA untuk menambah peserta putaran final Piala Dunia hingga 48 tim mendekati kenyataan. Jumat WIB (31/3/2017) kemarin, FIFA menyatakan telah menyelesaikan proposal untuk diserahkan kepada Dewan FIFA.

Keputusan akhir bakal keluar pada 9 Mei kelak saat Dewan FIFA melakukan sidang rutin di Manama, Bahrain. Artinya keputusan akan diumumkan FIFA secara resmi dalam kongres ke-67 di kota yang sama dua hari kemudian.

Isi proposal yang dilansir laman FIFA menunjukkan sejumlah perubahan alokasi tiket lolos ke putaran final Piala Dunia bagi enam konfederasi. Secara umum, perubahan alokasi itu nyaris mirip dengan prediksi terdahulu (Januari 2017).

Konfederasi UEFA yang membawahi Eropa, misalnya, akan tetap memiliki tiket terbanyak; 16. Saat ini, UEFA memiliki 13 slot.

AFC yang menaungi Asia akan memiliki 8 tiket lolos langsung dari 4,5 yang kini berlaku. Kawasan Amerika Selatan dan Amerika Utara-Tengah pun akan memiliki jumlah tiket lolos yang sama; enam slot.

Sedangkan zona Oceania tak lagi punya setengah jatah tiket, melainkan satu tiket lolos otomatis. Lalu konfederasi Afrika memiliki sembilan tiket.

Lantas bagaimana dengan tuan rumah? Tetap berhak lolos tanpa melalui kualifikasi?

"Tuan rumah tetap dibebaskan dari kualifikasi. Namun jatah dia mengurangi slot untuk konfederasinya," jelas FIFA. Sebagai contoh, Serbia --yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 sekaligus edisi pertama dengan 48 tim-- mengurangi jatah UEFA menjadi 15 tiket langsung.

Namun, sebentar, perubahan slot tiket di atas secara total hanya berjumlah 46. Lalu dari mana dua tim lain bakal hadir?

Soal ini ada dalam proposal kedua yang diklaim inovatif. FIFA akan menggelar turnamen play-off mini yang diikuti enam tim.

Kecuali UEFA, setiap konfederasi akan mengirim satu tim ditambah satu tim dari konfederasi tuan rumah. Jadi bila memakai konteks Serbia sebagai contoh lagi, lima tim akan datang dari lima konfederasi berbeda dan satu tim bakal hadir dari Eropa.

Dua dari enam tim itu akan dijadikan unggulan berdasarkan peringkat FIFA termutakhir. Sementara empat tim lain yang tidak diunggulkan bakal memainkan dua laga gugur awal dan kemudian menghadapi dua tim unggulan.

Turnamen mini itu akan digelar di negara tuan rumah Piala Dunia terkait dan digunakan sebagai ajang ujicoba. "Soal waktunya kami mengajukan November 2025, tapi masih bersifat sementara," imbuh FIFA.

Apa kata kalangan kontra?

Negara-negara lapis kedua sepak bola tentu menyambut proposal itu. Mereka bakal punya peluang lebih besar dari edisi terdahulu.

Namun kelompok dari kalangan mapan justru sebaliknya. Di Eropa, misalnya, mereka setuju jumlah peserta ditambah tapi kuota untuk UEFA juga harus lebih dari 16 tim.

Namun belakangan Ketua UEFA, Aleksander Ceferin, mengklaim seluruh anggotanya puas dengan usulan FIFA.

"Dua atau tiga negara anggota kami memang sempat meminta agar UEFA mendapat 20 atau 24 tiket. Namun kami mendapat 16 tiket dan itu realistis sehingga kami tak akan memaksa lagi. Lagi pula bila setengah peserta Piala Dunia datang dari Eropa justru terkesan arogan," kata Ceferin kepada New York Times (h/t The Economic Times).

Sementara narablog Billy Haisley dalam tulisannya di situs Deadspin menyebut FIFA sedang mengacaukan Piala Dunia. Membuat putaran final diikuti 48 tim dinilai Haisley hanya akan memberi tempat bagi sejumlah tim yang sebenarnya tak layak untuk berada di sana.

"Putaran pertama Piala Dunia tak akan lagi wajib ditonton (di tv). Para penggemar sepak bola tentu tidak mau susah payah nonton Spanyol membantai Burkina Faso," tulis Haisley.

Burkina Faso adalah satu dari negara konfederasi Afrika. Dan menurut Quartz, Afrika dan Asia adalah konfederasi dengan keuntungan terbesar ketika rencana ini resmi diratifikasi Dewan FIFA nanti.

Kebetulan, Afrika dan Asia adalah dua konfederasi dengan jumlah anggota FIFA terbanyak di dunia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR