Selangkah lagi Serena Williams samai rekor Steffi Graf

Serena Williams saat menghadapi Agnieszka Radwanska pada semifinal Australia Terbuka 2016 di Melbourne, 28 Januari 2016.
Serena Williams saat menghadapi Agnieszka Radwanska pada semifinal Australia Terbuka 2016 di Melbourne, 28 Januari 2016. | Lukas Koch/EPA

"Saya blok pikiran itu. Tahun lalu saya juga kurang satu. Kalau saya tidak menang pada Sabtu, akan tetap kurang satu."

Itulah jawaban dari Serena Williams, seperti dikutip situs The New York Times, ketika para wartawan bertanya tentang peluangnya untuk menyamai rekor 22 gelar tunggal turnamen Grand Slam milik legenda Jerman Steffi Graf, usai pertandingan semifinal Australia Terbuka 2016 di Melbourne, Kamis (28/1/2016).

Kemenangan 6-0, 6-4 atas Agnieszka Radwanska membawa Williams maju ke final Australia Terbuka untuk ketujuh kali sepanjang karir cemerlangnya.

Pada pertandingan final, Sabtu (30/1), petenis putri No. 1 dunia dari Amerika Serikat itu akan berhadapan dengan petenis Jerman Angelique Kerber, dan, kalau menang, jumlah trofi tunggal putri Grand Slam milik Williams bakal menyamai Graf. Rekor juara tunggal putri turnamen utama terbanyak masih dipegang Margaret Court dari Australia dengan 24 trofi.

Data statistik tampak berpihak kepada Williams untuk bisa mengangkat piala Australia Terbuka sekaligus menyamai rekor Graf.

Sepanjang karirnya, Williams sudah 26 kali lolos ke final turnamen Grand Slam dan hanya lima kali gagal menjadi juara.

Rekornya di Benua Kanguru malah lebih mengesankan. Sejak pertama bermain di Australia Terbuka pada 1998, petenis berusia 34 tahun itu telah enam kali ke final dan enam kali juara. Terakhir tahun lalu, setelah ia menundukkan Maria Sharapova di final.

Lalu, rekor pertemuannya dengan Kerber pun cukup impresif. Menurut data di laman Women's Tennis Association (WTA) mereka telah saling enam kali berhadapan dan Williams menang lima kali. Kekalahan terakhir dari Kerber diderita Williams pada perempatfinal turnamen Cincinnati 2012.

Jadi tak salah jika semua pemerhati tenis memprediksi Williams bakal menyamai rekor Graf pada Sabtu nanti.

Tetapi, seperti jawabannya di atas, Williams tak mau memikirkan soal rekor tersebut. Ia berkaca pada pengalaman masa lalu ketika kesulitan untuk mendapatkan trofi ke-18 turnamen Grand Slam, untuk menyamai rekor Martina Navratilova dan Chris Evert.

"Saya butuh waktu sangat lama untuk mencapai yang ke-18. Saya sangat stres. Saya tidak ingin mengulang itu kembali," tutur Williams seperti dikutip Times Live.

Ia merebut gelar ke-17 di AS Terbuka 2013 tetapi gagal menjuarai tiga Grand Slam setelahnya karena merasa tertekan. Akhirnya gelar no. 18 direbutnya setahun kemudian, juga di AS Terbuka.

Ia juga sempat merasa tertekan setelah kalah di semifinal AS Terbuka dari Roberta Vinci pada September tahun lalu dan kemudian memutuskan untuk istirahat. Australia Terbuka ini adalah turnamen pertama Williams setelah empat bulan istirahat.

Tampaknya keputusannya itu membuahkan hasil karena performanya di Melbourne sangat bagus. Williams belum lagi kehilangan satu set pun dalam enam pertandingan.

Namun, sekali lagi, Williams menegaskan ia tidak ingin meremehkan Kerber dan tidak mau pikiran akan rekor Graf malah menghambat performanya di final nanti.

"Saya pikir semua akan bisa dihentikan pada titik tertentu," ujarnya, dinukil Daily Mail.

"Anda tak bisa meremehkan Kerber. Ia juga pernah mengalahkan saya dan (pemain yang) sangat bagus."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR