SERIE A ITALIA

Sempat tertinggal, Juventus tundukkan Lazio

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo tengah merayakan golnya ke gawang Lazio dalam lanjutan Liga Serie A Italia di  Stadion Olimpico, Roma, Italia, Senin (28/1/2019) dini hari WIB. Juventus menang 2-1.
Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo tengah merayakan golnya ke gawang Lazio dalam lanjutan Liga Serie A Italia di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Senin (28/1/2019) dini hari WIB. Juventus menang 2-1. | Claudio Peri /EPA-EFE

Laju Juventus di pentas Serie A Italia masih belum teradang. Mereka berhasil menuntaskan 21 laga tanpa terkalahkan. Teranyar, di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Senin (28/1/2019) dini hari WIB, Lazio mereka tundukkan, meski lewat cara yang sulit.

Gol pemain pengganti Cavaco Cancelo pada menit ke-74 dan Cristiano Ronaldo (88 penalti) memupuskan asa Lazio untuk menjadi tim pertama Italia yang mengalahkan Juventus. Pasalnya, mereka unggul terlebih dahulu via gol bunuh diri Emre Can (59).

Juventus pun menang dengan skor 2-1. Dengan hasil tersebut, artinya, mereka telah membukukan 19 kemenangan, dua imbang, dan belum sekali pun kalah. Si Nyonya Tua berhasil mengumpulkan 59 poin, beda 11 poin dari peringkat kedua, Napoli.

Menurut catatan Opta Paolo, sejak Serie A menggunakan format tiga poin untuk pemenang pada 1994, hanya musim 2006-07 terjadi perbedaan hingga 11 poin antara peringkat satu (saat itu Inter Milan) dan dua (AS Roma).

Meski demikian, bukan perkara mudah bagi La Vecchia Signora membuat perbedaan poin sejauh itu. Pasalnya, Lazio memberikan perlawanan keras saat menjamu Juventus di kandang mereka.

Klub Kota Turin, Italia, itu memang mendominasi laga--meski tak terlalu dominan. Menurut catatan statistik, Juventus berhasil mencatat 54 persen penguasaan bola, berbanding 46 punya Lazio.

Namun, dominasi itu tak diimbangi dengan jumlah tembakan. Untuk hal ini, Lazio jauh lebih tajam. Total, Elang Ibu Kota berhasil membuat 17 tembakan dengan enam yang tepat sasaran. Sedangkan Juventus, hanya membuat enam tembakan dan tiga yang tepat sasaran.

Yang harus digarisbawahi dari catatan tersebut, Juventus gagal membuat satu pun tendangan tepat sasaran pada babak pertama. Ini adalah kali pertama mereka membukukan catatan sedemikian parah sejak 2004-05.

"Untuk 55-60 menit pertama, itu merupakan penampilan terburuk Juventus musim ini. Anehnya, setelah gol mereka, kami seperti menemukan kekuatan mental lebih dibanding fisik untuk memutarbalikkan keadaan," ucap Giorgio Chiellini, dalam Sky Sport Italia (H/T Football Italia).

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, sependapat dengan Chiellini. Ia mengakui bahwa timnya bermain tak baik pada babak pertama. Namun, menurutnya, faktor utama mengapa hal itu sampai terjadi karena kesalahan dirinya.

Allegri mengakui bahwa ia salah menempatkan Can. "Saya mencoba memainkan Can persis di depan pemain bertahan. Dia tak dapat menyesuaikan dengan tempo laga. Jadi, saya menempatkan dia dalam situasi sulit," ucap Allegri dalam laman resmi Juventus.

Beruntung dia memiliki pemain-pemain hebat di bangku cadangan dan seorang Ronaldo. Keberhasilannya merobek gawang Lazio membawa Ronaldo ke buku catatan Serie A. Yakni, menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak delapan gol berturut-turut di laga tandang sejak 1994-95.

Di sisi lain, kekalahan Lazio ini jelas tak membuat senang sang pelatih, Simone Inzaghi. Pasalnya, menurut Inzaghi, timnya tak layak kalah.

"Musim ini, saya tak pernah melihat Juventus harus bertanding sesulit itu. Kami membuat sembilan tembakan dengan tiga yang sesuai target, serta banyak menghasilan tendangan pojok," kata Inzaghi dalam Sky Sport Italia (H/T Tribalfootball.com).

"Sepak bola sangat kejam. Kami tak pantas kalah. Namun, jika kami melanjutkan pertandingan ke depan seperti ini, fans akan senang."

Inter kalah dan Roma imbang

Pekan ke-21 Liga Serie A Italia seperti hanya menjadi milik Juventus--jika melihat perolehan hasil tim-tim papan atas. Pasalnya, hanya mereka saja tim lima besar yang beroleh 3 poin.

Napoli (peringkat kedua) dan Milan (peringkat empat), hanya bermain imbang. Sedangkan Inter (peringkat ketiga), keok di tangan Torino dengan skor 0-1. Satu-satunya gol dalam laga yang dihelat di Stadion Olimpiade Torino, Torino, Italia, dicetak oleh Armando Izzo pada menit 35.

Hasil ini membuat Inter (40 poin) gagal mendekati Napoli (48 poin) di posisi kedua. "Kami perlu menyusun kembali prinsip-prinsip di dalam tim dan bagaimana cara kami bermain," kata Luciano Spalletti, pelatih Inter, dalam laman resmi mereka.

Ucapan Spaletti itu, secara tak langsung menyinggung keberadaan Ivan Perisic. Ia dikabarkan tak bersedia dimainkan dan meminta untuk dijual pada bursa transfer musim dingin ini.

Tidak mainnya Perisic ini membuat satu konsekuensi, yakni Inter tak dapat memainkan formasi andalannya 3-4-3 dan menggunakan dua penyerang pada 3-5-2.

"Saya mengganti winger dengan skema dua penyerang, karena saya tidak memiliki banyak winger dalam skuat untuk laga ini," keluh Spalletti, seperti dikutip dari Sky Sport Italia (H/T Goal Indonesia).

Hasil tak maksimal juga diperoleh AS Roma. Sempat unggul telak 3-0 di babak pertama atas Atalanta via Edin Dzeko pada menit 3 dan 33 serta Stephan El Shaarawy (40), Roma harus menyelesaikan laga dengan hasil akhir 3-3.

Pasalnya, Atalanta mampu membalas tiga gol lewat aksi Timothy Castagne menit ke-44, Rafael Toloi (59), dan Duvan Zapata (71). Dengan hasil ini, Roma tertahan di posisi kelima klasemen sementara Serie A Italia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR