ASIAN PARA GAMES 2018

Serba mini dalam pesta penutupan

Foto ilustrasi. Kembang api mewarnai pesta penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (3/9/2018). Penutupan Asian Para Games Sabtu (13/10) akan berlangsung di Stadion Madya, GBK, Jakarta.
Foto ilustrasi. Kembang api mewarnai pesta penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (3/9/2018). Penutupan Asian Para Games Sabtu (13/10) akan berlangsung di Stadion Madya, GBK, Jakarta. | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Asian Para Games bakal segera berakhir. Esok, Sabtu (13/10/2018), ajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas se-Asia itu bakal ditutup. Sebuah pesta perpisahan pun telah disiapkan Inapgoc, panitia pelaksana Asian Para Games.

Beda dari pesta pembukaan -- pun opening dan closing ceremony Asian Games -- yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, penutupan Para Games akan diadakan di Stadion Madya di dalam kawasan GBK.

Keputusan panitia menggunakan Stadion Madya lantaran SUGBK masih dipakai cabang olahraga (cabor) atletik pada hari terakhir Asian Para Games. Dan, Stadion Madya dianggap sebagai tempat representatif untuk menggantikan SUGBK.

Hal ini tentu membawa beberapa konsekuensi tersendiri. Pertama, kapasitas bagi penonton yang ingin menyaksikan acara penutupan bakal lebih sedikit dibanding volume di SUGBK. Menurut Christian Hasiholan, Kepala Operasi Upacara Penutupan Asian Para Games, daya tampung maksimal Stadion Madya hanya 21.000 penonton.

"Itu sudah sangat maksimal. Menurut saya sudah tidak nyaman untuk menonton bila dipaksakan hingga 21.000," ucap Christian kepada para wartawan, termasuk dari Beritagar.id, Jumat (12/10/2018) sore.

Hingga saat ini, Christian mengatakan, tiket yang sudah terdistribusi mencapai sekira 17.000 lembar. Jumlah tersebut sudah termasuk jatah untuk penyandang disabilitas yang digratiskan, tamu acara, media, dan tiket yang dijual untuk masyarakat luas.

Jadi, tiket tersisa hanya 3.000 lembar untuk beberapa kelas. Masing-masing Rp250.000 (kelas 2) hingga Rp500.000 (kelas 1), lalu kelas festival kelas A tanpa tempat duduk yang harga tiketnya Rp400.000. "Sisa sekitar 3.000 tiket itu untuk semua kelas," katanya.

Konsekuensi lainnya, mungkin masyarakat yang hadir nanti tidak akan mendapatkan kemegahan seperti acara pembukaan. Pasalnya, dengan luas area yang terbatas, maka akan semakin kecil juga panggung acara.

Misalnya saja, bila pada pembukaan Asian Para Games panggung acara bisa memuat ratusan orang, kini hanya sekira 20 penari yang mampu ditampung. Maklum, lebar panggung penutupan nanti hanya 28 meter dengan ketinggian 7 meter.

Selain itu, nanti tidak akan ada parade atlet. Sebagai gantinya, menurut Aulia Mahariza, Direktur Upacara Pembukaan dan penutupan Asian Para Games, akan ada parade bendera negara peserta.

"Ya mungkin bila dilihat dari tempatnya akan lebih kecil dari pembukaan. Namun kita nanti akan melakukan selebrasi dengan para atlet dan ofisial," ucap Aulia.

Namun, untuk membuat semarak pesta penutupan bertema "The Celebrations of Wonder" tersebut, panitia telah mengundang penghibur lokal hingga mancanegara.

Para penghibur lokal antara lain band Cokelat dan Netral, sampai penyanyi solo seperti Sherly Sheinafia dan Judika. Sedangkan dari mancanegara, panitia telah mengundang girls band asal Korea Selatan, Ace of Angels (AoA).

Khusus penghibur dari Korea, Inapgoc seolah mengekor panitia Asian Games. Pada penutupan, Minggu (3/10), Inapgoc mengundang boys band Super Junior.

"Kenapa kita tidak mengundang Blackpink atau Red Velvet, karena mereka tidak memiliki jadwal (sudah penuh). Ini (AoA) sudah menjadi pilihan dari sejumlah kandidat," ujar Aulia.

Untuk acara penutupan nanti, panitia menyiapkan tak kurang dari 7.000 personel keamanan. Jumlah itu belum termasuk 500 personel dari Dinas Perhubungan dan 800 orang petugas Satpol PP, dan 586 personel Paspampres.

Kehadiran Paspampres adalah bagian dari mengamankan tamu VVIP. Wakil Presiden Jusuf Kalla bakal hadir seperti ketika menyaksikan penutupan Asian Games.

Presiden Joko "Jokowi" Widodo bakal absen karena sedang mengikuti pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali. Saat penutupan Asian Games, presiden ketujuh RI ini absen karena melakukan kunjungan kerja ke wilayah bencana gempa di Lombok, NTB.

Meski begitu, menurut Inapgoc, Jokowi menyatakan akan mengusahakan hadir pada acara penutupan nanti.

BACA JUGA