PIALA PRESIDEN 2018

Serba-serbi hasil undian perempat final Piala Presiden

50 ribu suporter Persebaya Surabaya saat menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 28 Januari 2018, menciptakan rekor terbanyak Piala Presiden 2018.
50 ribu suporter Persebaya Surabaya saat menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 28 Januari 2018, menciptakan rekor terbanyak Piala Presiden 2018. | Zabur Karuru /Antara Foto

Delapan klub sudah menemui nasib. Undian perempat final Piala Presiden 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (31/1/2018), menghasilkan empat laga yang diprediksi bakal berlangsung seimbang.

Partai perempat final akan dimainkan dalam dua hari di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Persebaya Surabaya vs. PSMS Medan dan Bali United vs. Madura United akan tampil pada Sabtu (3/2).

Keesokan hari, Minggu (4/2), giliran Mitra Kukar meladeni Persija Jakarta dan Sriwjaya FC (SFC) menghadapi Arema FC.

Menghindari bentrokan suporter

Dua klub bertetangga di Jawa Timur ini adalah musuh bebuyutan. Apabila suporter kedua tim bertemu, hampir pasti ada bentrokan.

Melihat latar itu, panitia Piala Presiden 2018 pun berusaha menghindarinya. Persebaya dan Arema yang menyandang status juara grup seharusnya berada dalam satu pot.

Namun panitia memisahkan pot undian agar Persebaya dan Arema tidak bertemu di Solo; Persebaya masuk pot 1 bersama para juara grup dan Arema bergabung dengan pot 2 yang berisi para runners-up.

Sebenarnya bisa saja Arema tidak masuk pot satu dengan alasan lain; nilainya paling kecil dibanding empat juara grup lain. Namun pertimbangan utama memang menghindari risiko bentrokan antarsuporter kedua tim.

"Saya tadi lempar ke mereka, setuju atau tidak, tidak bertemu di babak delapan besar. Sekalian saja tidak bertemu," ujar anggota panitia, Tigor Shalom Boboy, dikutip Bola.com.

Meski demikian potensi bentrokan tetap ada meski pertandingan tak langsung mempertemukan dua klub tertentu. Maklum, perempat final digelar di satu kota.

Selain dua klub di atas, suporter dalam jumlah besar juga dimiliki Persija Jakarta. Itu sebabnya Boboy pun akan melakukan koordinasi dengan perwakilan tiap suporter.

Boboy juga berharap suporter makin dewasa dan ada pula keterlibatan klub untuk mengimbau perilaku suporter masing-masing. Dan perhelatan kali ini juga bisa dijadikan test event penanganan suporter karena klub-klub termaksud bakal bertemu di Liga 1.

Urusan keamanan akan melibatkan polda lintas wilayah; Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Timur. "...kami sudah punya pengalaman, dan teman-teman di Solo punya kapasitas, pengalaman, untuk menjalankan itu dengan baik," ujar Maruarar Sirait, Ketua Panitia Piala Presiden 2018, dalam CNNIndonesia.com.

Partai ulangan

Perempat final juga berisi partai ulangan. Pertemuan SFC dan Arema, misalnya, adalah partai ulangan tahun lalu. Arema kemudian berhasil melaju ke semifinal dan final untuk menjadi juara.

Pertemuan SFC dan Arema juga menandai reuni kedua pelatih, Rahmad Darmawan (RD) pernah melatih Arema pada 2012-2013. Asistennya ketika itu adalah Joko Susilo yang saat ini menjadi pelatih kepala Arema.

Tahun lalu, Arema menang 1-0 berkat gol gelandang Adam Alis. Kini pemain 24 tahun itu memperkuat SFC.

Joko, yang biasa disapa Gethuk, pun mengakui bahwa SFC dan Arema seolah punya tradisi bertemu di ajang turnamen. Alhasil Gethuk, seperti dilansir laman Liga Indonesia, siap mengulangi kemenangan. "Termasuk adu penalti kalau 90 menit pertandingan berakhir imbang," tambahnya.

Partai ulangan juga terjadi pada pertemuan Persebaya dan PSMS. Musim lalu, Persebaya mengalahkan PSMS 3-2 dalam pertandingan final Liga 2 di Bandung, Jawa Barat.

Jadi, sekarang PSMS punya kesempatan untuk membalas. Namun pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman, menilai hal itu tidak akan mudah. "Di penyisihan grup Persebaya juga mengalahkan Madura United. Mereka bermain sangat impresif. Artinya Persebaya tidak boleh dianggap enteng," ujar eks pelatih Persib Bandung ini.

Duel istimewa

Partai Bali United (BU) dan Madura United (MU) akan menarik disaksikan. Merujuk statistik gol dari babak penyisihan grup, dua klub ini paling produktif. BU sudah mencetak sembilan gol dan MU telah mencatat delapan gol.

Adapun pertemuan Mitra Kukar dan Persija juga istimewa karena bentrokan antar debutan dan tim langganan. Persija baru kali lolos ke delapan besar, sementara Kukar sudah dua kali mencapainya.

Meski begitu, "angin" bertiup ke arah Persija lantaran kualitas skuatnya lebih baik dibanding Kukar. Namun pelatih Persija Stefano "Teco" Cugurra justru buta kekuatan Kukar dan harus mempelajarinya melalui video rekaman.

Sementara Kukar menyadari kualitas Persija. CEO Mitra Kukar Endri Erawan mengatakan Persija sudah menjalani persiapan pramusim yang lebih lama dan sedang bersiap pula untuk tampil di ajang regional Piala AFC.

"Tapi kami pastikan bahwa kami akan tampil all out dan tidak menyerah begitu saja," imbuh Endri menegaskan sikap tanpa minder.

Harga tiket dan sistem pertandingan

Menyusul hasil undian perempat final, panitia lokal pun langsung menyediakan kuota 23 ribu lembar tiket per hari. Jadi panitia bukan menyediakan tiket per pertandingan.

Menurut Ketua panitia lokal, Heri Isranto, ada tiga kategori tiket yang akan dijual. Tribun ekonomi (belakang gawang dan timur) seharga Rp30 ribu per lembar, VIP sayap kanan-kiri Rp75 ribu per lembar, dan VIP tengah Rp100 ribu per lembar.

Kuota kelas ekonomi adalah 20 ribu lembar dan kelas VIP hanya 3.000 lembar. Heri mengatakan soal kuota tiket yang akan dijual pada hari pertandingan juga bakal dibicarakan dengan masing-masing perwakilan suporter.

Untuk tribune ekonomi dijual sebanyak 20 ribu lembar tiket. Sedangkan 3 ribu lembar sisanya adalah untuk tiket tribun tertutup. Tiket akan dijual langsung di pada hari pertandingan.

Adapun soal sistem pertandingan masih sama seperti tahun lalu. Jadi, apabila pertandingan selama 90 menit berakhir imbar, pertandingan bakal langsung dilanjutkan ke babak adu penalti. Kebijakan ini demi menghemat waktu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR