Serena Williams dan trofi ke-22 di turnamen Grand Slam

Serena Williams dan trofi Wimbledon setelah menaklukkan Angelique Kerber pada final turnamen Grand Slam tersebut di All England Lawn Tennis Club, London, Sabtu (9/7/2016).
Serena Williams dan trofi Wimbledon setelah menaklukkan Angelique Kerber pada final turnamen Grand Slam tersebut di All England Lawn Tennis Club, London, Sabtu (9/7/2016). | Peter Klaunzer/EPA

Trofi yang lama diperjuangkan itu akhirnya berhasil diboyong Serena Williams. Petenis tunggal putri asal Amerika Serikat itu menjuarai Wimbledon 2016 untuk merebut piala Grand Slam untuk ke-22 kali sepanjang karirnya, menyamai rekor legenda Jerman Steffi Graf.

Dalam pertarungan final di All England Lawn Tennis Club, Sabtu (9/7/2016), petenis berusia 34 tahun itu menundukkan Angelique Kerber dari Jerman, 7-5, 6-3.

Setelah pukulan forehand-nya di depan net tak tertahan oleh Kerber, Williams langsung meluapkan emosinya dengan menjatuhkan diri ke lapangan rumput tersebut. Ia menjuarai Wimbledon untuk ketujuh kalinya, sekaligus merebut gelar Grand Slam ke-22 dalam karirnya nan cemerlang.

Walau Williams amat dominan dalam tenis tunggal putri dunia sejak menjuarai grand slam perdananya, AS Terbuka 1999, bukan berarti gelar ke-22 tersebut dengan mudah didapatkannya.

Wimbledon adalah percobaan keempat Williams untuk mendapatkannya, setelah gagal di AS Terbuka 2015, Australia Terbuka 2016, dan Prancis Terbuka 2016 --berturut-turut ia dikalahkan Roberta Vinci, Kerber, dan Garbine Muguruza.

"Jelas ini adalah rasa lega yang luar biasa," kata Williams usai laga final Wimbledon 2016, seperti dikutip situs The Washington Post.

Ia menyatakan sangat gembira bisa menjuarai Wimbledon namun "lebih menggembirakan lagi mendapatkan trofi ke-22."

"Saya mencoba sangat keras untuk menuju ke sana, sebelum akhirnya bisa menyamai sejarah. Ini luar biasa," tambahnya.

Rekor gelar terbanyak di turnamen kelas atas untuk tunggal putri masih dipegang Margaret Court dengan 24 trofi sebelum era Grand Slam dimulai.

Mengingat belum muncul lagi petenis putri yang mampu mengakhiri dominasi Williams, tampaknya rekor milik Court tersebut ada dalam jangkauan. Apalagi, Grand Slam berikutnya adalah AS Terbuka di New York, rumah di mana ia telah enam kali juara.

Namun Williams enggan membicarakan soal gelar berikutnya.

"Ya Tuhan, tidak," kata Williams dinukil USA Today. "Satu hal yang saya pelajari tahun lalu adalah untuk menikmati momen. Saya jelas akan menikmati hari ini."

Berikutnya ada Olimpiade Brasil 2016 yang menanti Williams sebelum mencoba merebut trofi Grand Slam ke-23 di AS Terbuka.

"Saya pikir tekanan baru berhenti setelah saya memutuskan untuk menggantung raket," tutur Williams.

"Saya berharap banyak pada diri saya sendiri. Saya berharap untuk selalu menang saat masuk ke lapangan. Kurang dari itu tidak bisa saya terima. Itulah saya, ...dan mengapa saya bisa mendapatkan 22 gelar juara Grand Slam."

Jadi sepertinya kita akan melihat rekor baru kembali diciptakan Serena Williams.

22 Grand Slam Titles

A photo posted by Serena Williams (@serenawilliams) on

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR