Serena Williams lampaui rekor Roger Federer

Ekspresi Serena Williams (AS) saat menghadapi Yaroslava Shvedova (Kazakhstan) pada babak keempat AS Terbuka di New York, Senin (5/9/2016)
Ekspresi Serena Williams (AS) saat menghadapi Yaroslava Shvedova (Kazakhstan) pada babak keempat AS Terbuka di New York, Senin (5/9/2016) | Charles Krupa /AP Photo

Serena Williams semakin mengokohkan posisinya sebagai petenis putri terbaik saat ini (bahkan mungkin sepanjang masa) setelah mencatatkan rekor kemenangan terbanyak dalam sejarah turnamen Grand Slam.

Setelah menaklukkan petenis Kazakhstan Yaroslava Shvedova, 6-2, 6-3, pada babak keempat turnamen Grand Slam AS Terbuka di New York, Senin (5/9/2016), Williams mencatatkan kemenangan no. 308 sepanjang 21 tahun perjalanan karirnya.

Jumlah tersebut satu pertandingan lebih banyak ketimbang rekor yang sebelumnya dipegang oleh petenis putra Swiss, Roger Federer, yang saat ini tengah beristirahat karena cedera lutut.

"Saya pikir itu adalah angka yang besar," kata Williams yang pertama kali tampil di Grand Slam pada 1999 saat berusia 18 tahun, dikutip New York Post.

"Ini menunjukkan perjalanan karir saya. Saya telah bermain cukup lama, tetapi juga menjaga konsistensi. Itulah yang membuat saya bangga."

Pada perempat final ia akan berhadapan dengan Simona Halep yang menang, 6-2, 7-5, atas Carla Suarez Navarro. Williams telah tujuh kali menaklukkan Halep dalam delapan pertemuan.

Jika terus menang sampai menjadi juara, Williams akan menutup AS Terbuka 2016 dengan 311 kemenangan. Jumlah yang bukan tak mungkin bakal dicapainya.

Apalagi pada Juli lalu nyaris tanpa kesulitan ia berhasil menjuarai Wimbledon, merebut trofi ke-22 di turnamen Grand Slam sekaligus menyamai rekor Steffi Graf.

Kini, petenis kelahiran Michigan, AS, itu tengah mengincar untuk melampaui rekor 24 trofi Grand Slam yang masih dipegang legenda Australia, Margaret Court.

Jika ia bisa menjuarai AS Terbuka ini, Williams juga akan menyamai rekor selang waktu terlama menduduki peringkat pertama Asosiasi Tenis Wanita (WTA), 189 pekan beruntun, yang saat ini masih dipegang Graf, yang telah pensiun sejak 1999.

Pesaing terdekatnya adalah Angelique Kerber petenis Jerman yang kini tertinggal 190 poin. Jika Kerber, unggulan no. 2 di AS Terbuka, bisa lolos hingga final, maka Williams juga mesti lolos ke final dan mengalahkannya untuk bisa mempertahankan posisi no. 1 di dunia.

Banyak yang percaya Williams bisa menyamai rekor Graf itu.

"Saya pikir bagi sebagian besar orang, Serena akan tetap di no. 1," kata Lesia Tsurenko, petenis asal Ukraina yang kalah dari Roberta Vinci pada babak keempat, dikutip ESPN.

"Dia adalah petenis terbaik sepanjang masa. Tetapi sungguh menyenangkan melihat di dunia tenis saat ini semua orang bisa saling mengalahkan. Itu mungkin hal bagus dan saya pikir ini juga bagus untuk para penonton tenis yang bisa melihat wajah-wajah baru."

Vinci juga menganggap pertarungan memperebutkan peringkat teratas dunia berlangsung seru.

"Ini menarik," kata Vinci. "Kerber mungkin bisa jadi no. 1, tetapi sulit. Sulit untuk menjadi no.1. Serena masih di sini."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR