Siapa Leroy Sane yang baru dipinang Manchester City?

Leroy Sane menghadiri konferensi pers dalam kapasitasnya sebagai pemain kesebelasan Jerman di Ascona, Swiss, 27 Mei 2016
Leroy Sane menghadiri konferensi pers dalam kapasitasnya sebagai pemain kesebelasan Jerman di Ascona, Swiss, 27 Mei 2016 | Samuel Golay/EPA

Manchester City merekrut pemain baru kelima menyongsong musim baru 2016-17. Selasa (2/8/2016), City memboyong Leroy Sane dari Schalke 04 dan memberinya kontrak lima tahun.

Laman resmi City tidak mengungkap harga transfer Sane dari klub Jerman tersebut. Tapi BBC menulis, pemain Jerman berusia 20 itu dibeli seharga GBP37 juta++ atau sekitar Rp645 miliar.

Sebelum Sane; City mendatangkan Nolito dari Celta Vigo seharga GBP13,8 juta, Ilkay Gundogan dari Borussia Dortmund senilai GBP21 juta, serta dua pemain bebas transfer Aaron Mooy dan Alexander Zinchenko.

Manajer Pep Guardiola mengatakan Sane punya keterampilan teknik tinggi kendati masih muda. Sane juga disebut ahli menggiring bola, punya kecepatan, pintar menciptakan peluang untuk rekan setim, rela bekerja tim, dan tajam mencetak gol.

"Usianya masih 20, dia masih berkembang. Tapi dia sudah menjadi pemain nasional Jerman," kata Pep.

Sane menjadi perhatian publik ketika menyumbang delapan gol dan enam assists untuk Schalke di Bundesliga musim lalu (2015-16). Sane juga menjadi pemain termuda yang pernah mencetak gol untuk Schalke di Liga Champions.

Itu dilakukan Sane dalam partai debut Liga Champions ketika Schalke menang fenomenal 4-3 atas tuan rumah Real Madrid. Empat hari kemudian pemain kelahiran Essen (Jerman) ini melakukan debut dan mencetak gol di Bundesliga.

Pendeknya, Sane memang the rising star. Dalam usia 20, dia sudah empat kali memperkuat kesebelasan senior Jerman. Tidak heran Pep mengatakan Sane adalah aset berharga masa depan City.

Selain keahlian yang sudah disebut Pep di atas, Sane biasa bermain di sayap kanan dengan fokus menyerang. Sky Sports menyebut salah satu ciri permainannya adalah menusuk ke dalam (cutting inside) dari posisi kanan sambil menggiring bola dengan kaki kiri.

Namun Sane juga mampu bermain di segala posisi. Selama di Schalke, dia pernah dimainkan di sayap kiri dan di belakang penyerang utama (second striker).

Perbandingan Sane dengan empat pemain Manchester City berdasarkan performa musim 2015-16
Perbandingan Sane dengan empat pemain Manchester City berdasarkan performa musim 2015-16 | Squawka

Sementara Squawka belum berani menilai Sane secara paripurna. Tentu saja karena putra eks pesenam Jerman Regina Weber ini masih melakoni perkembangan.

Tapi senada dengan Sky, mereka mengatakan Sane memang ahli dalam mendukung penyerangan karena punya kecepatan. Dia bisa menerobos pertahanan dan adu sprint seolah bisa melakukan serangan balik sendirian.

Dalam kapasitas berbeda, gaya permainan Sane dinilai mirip duo senior Real Madrid; Gareth Bale atau Cristiano Ronaldo. Mereka tangguh, cepat, eksplosif, dan mampu merepotkan pertahanan lawan.

Bisa bermain di posisi menyerang manapun menjadikan Sane aset sangat berharga bagi City musim ini. Satu hal yang bisa diduga dari perekrutan Sane adalah fokus Pep untuk meningkatkan kualitas serangan dari sisi sayap.

Sane menjadi alternatif pencipta serangan selain David Silva dan Kevin De Bruyne. Tapi kehadiran Sane pasti akan mengancam Raheem Sterling, Jesus Navas, dan Samir Nasri yang belakangan terancam tergusur dari tim starter.

Sejauh ini Sane tak berani bicara banyak. Dalam wawancara pertamanya dengan City yang dilakukan dalam bahasa Inggris dan Jerman, dia hanya berujar senang bisa ditangani Pep dan itu pula alasannya memilih City.

"Saya akan belajar banyak kepadanya dan bisa melangkah maju. Pep kerap bekerja dengan pemain muda, baik di Barcelona maupun Bayern. Saya pikir dia akan membuat saya pemain yang lengkap," katanya.

Jalur Bundesliga - EPL

Di sisi lain kepindahan Sane kian menegaskan tren transfer Bundesliga ke EPL setidaknya dalam lima musim terakhir. Bahkan tren juga terjadi di ranah manajer/pelatih; Pep bergabung dengan City setelah meninggalkan Bayern Muenchen dan Juergen Klopp menukangi Liverpool usai berhenti dari Dortmund.

Sebelum Sane dan Gundogan ke City, musim lalu Manchester United (MU) memboyong gelandang Bastian Schweinsteiger. MU juga merekrut Shinji Kagawa dari Dortmund pada 2012.

Arsenal pun demikian. Mereka secara beruntun memboyong Per Mertesacker (2011), Lukas Podolski (2012), dan Mesut Oezil (2013).

Persoalannya, tak semua eks jebolan Bundesliga itu sukses di tanah Inggris. NDTV Sports menunjukkan bagaimana Lewis Holtby gagal bersinar di Tottenham Hotspur setelah ditransfer dari Schalke pada 2013.

Dua musim di EPL, pemain berusia 23 itu akhirnya pulang kampung dan membela Hamburg mulai musim lalu. Tapi bekas pemain Liverpool asal Jerman, Dietmar Hamann, optimistis Sane akan bersinar di EPL karena punya bakat dan keterampilan.

*Catatan redaksi: Ada kesalahan data di paragraf pertama. Awalnya tertulis "keenam", seharusnya "kelima." Kesalahan sudah diperbaiki. Mohon maaf atas kesalahan tersebut.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR