TIMNAS INDONESIA

Simon McMenemy latih timnas Indonesia, tapi belum ada target

Simon McMenemy, pelatih baru timnas sepak bola Indonesia. PSSI mengontrak McMenemy selama dua tahun atau hingga turnamen Piala AFF 2020.
Simon McMenemy, pelatih baru timnas sepak bola Indonesia. PSSI mengontrak McMenemy selama dua tahun atau hingga turnamen Piala AFF 2020. | Luong Thai Linh /EPA

Simon McMenemy punya petualangan baru. Orang Skotlandia ini mendapat kontrak dua tahun dari PSSI untuk melatih timnas senior Indonesia.

Namun begitu, McMenemy belum dibebani target. Pelatih 41 tahun ini juga belum memberi komentar.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengatakan perlu ada diskusi internal sebelum menetapkan target kepada McMenemy. "Kami pasti akan menentukan target untuk beliau," tutur Tisha dikutip detikcom, Kamis (20/12/2018).

Tisha pun menceritakan bahwa perekrutan McMenemy berjalan mulus dengan komunikasi yang lancar, termasuk dengan Bhayangkara FC -- klub sang pelatih. Tisha seolah membantah bahwa penunjukkan McMenemy tidak sepengetahuan sang pelatih karena hingga kini belum ada komentar darinya.

"Kami tak umumkan di media kalau pelatihnya belum bersedia," kata Tisha.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, pemilihan McMenemy bukan urusan mudah karena prosesnya dimulai dengan penjaringan dalam sebulan terakhir. Joko menyebutkan sejumlah hal untuk menentukan pelatih baru.

Pertama adalah soal target, daya dukung, pola kompetisi, dan finansial. Dari sana, PSSI menggodok sejumlah nama.

"...akhirnya Simon fit dengan target yang disebutkan, dengan catatan dan track record ada note...," kata Joko dalam laman resmi PSSI, Kamis (20/12).

Yang pasti, menjadi pelatih timnas Indonesia adalah impian McMenemy. Mantan pelatih Mitra Kukar ini berulang kali menyampaikan keinginan untuk melatih timnas Indonesia.

Bersama timnas senior Indonesia, McMenemy akan mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia mulai September 2019. Lantas, timnas Indonesia juga akan mengikuti serangkaian laga internasional FIFA dan Piala AFF 2020.

McMenemy mengisi kursi pelatih yang lowong usai ditinggal Bima Sakti. Bima kehilangan jabatan menyusul kegagalan timnas Indonesia dalam Piala AFF 2018.

Penunjukkan McMenemy sebenarnya sudah mengemuka dalam sebulan terakhir. Selain dirinya, ada pelatih Persija Jakarta Stefano "Teco" Cugurra. Bahkan kedua pelatih ini juga "bersaing" dalam mengisi kursi juru taktik Bali United yang kosong setelah kepergian Widodo Cahyono Putro.

Persaingan McMenemy dan Teco menjadi wajar karena punya prestasi juara Liga 1. McMenemy mengantar Bhayangkara FC juara pada musim 2017 dan Teco membawa Persija menjadi kampiun pada 2018.

Timnas Indonesia akan menjadi tim negara kedua bagi McMenemy setelah Filipina (2010). Setahun kemudian, ia menangani Mitra Kukar selama satu musim.

Pada musim berikutnya (2013), McMenemy menangani Pelita Bandung Raya tapi tak bertahan lama. McMenemy kemudian sempat menangani klub Maladewa, New Radiant (2014), dan Loyola Meralco Sparks di Filipina hingga 2016.

Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan menangani Bhayangkara hingga berhasil menjuarai Liga 1. Pada musim 2018, Bhayangkara diantar ke posisi tiga.

Selama berkarier di Indonesia, menurut Labbola, catatan statistik McMenemy tidak mentereng meski juga tidak buruk. Memulai sejak 2011, McMenemy mencatat kemenangan 50,5 persen dalam 93 pertandingan. Masing-masing berupa 47 kemenangan, 30 imbang, dan 16 kali kalah.

Bima turun kasta

Selain menunjuk McMenemy, PSSI juga mengumumkan para pelatih untuk tiga level timnas. Timnas U-22 akan ditangani oleh Indra Sjafri dan timnas wanita oleh Rully Nere.

Sedangkan Bima bakal turun kasta melatih timnas U-16. Sedangkan untuk timnas U-19, PSSI akan mengumumkan siapa pelatihnya dalam waktu dekat.

PSSI pun mengungkapkan gagasan baru untuk timnas U-16 dan U-19. Jadi, menurut Joko, masing-masing timnas kelompok umur itu akan memiliki 100 pemain yang dibagi ke dalam tiga kelompok.

Joko menegaskan bahwa pada timnas U-16 dan U-19 adalah fase perkembangan sehingga tidak melulu mementingkan juara tapi pengembangan bakat. PSSI pun akan berkoordinasi dengan Indra Sjafri untuk memastikan programnya.

"...diharapkan akhir tahun ini sudah mendapatkan program. Tapi PSSI punya rancangan program, awal Januari sudah go on," tukas Joko.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR