TIMNAS U-22

Sisi positif kala timnas U-22 diimbangi Arema

Pesepakbola Timnas U-22, Marinus Wanewar (kiri) berusaha melepaskan diri dari hadangan pesepakbola Arema FC, Hendro Siswanto (kanan) dalam pertandingan uji coba di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (10/2/2019). Timnas U-22 mengimbangi Arema dengan skor 1-1.
Pesepakbola Timnas U-22, Marinus Wanewar (kiri) berusaha melepaskan diri dari hadangan pesepakbola Arema FC, Hendro Siswanto (kanan) dalam pertandingan uji coba di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (10/2/2019). Timnas U-22 mengimbangi Arema dengan skor 1-1. | Ari Bowo Sucipto /Antara Foto

Hasil imbang 1-1 dalam uji coba tim nasional (timnas) U-22 dengan Arema FC tak membuat sang pelatih, Indra Sjafri, kecewa. Pasalnya, Indra mendapat sejumlah hal positif sebelum bertolak ke Kamboja untuk mengikuti Piala AFF U-22 pada 17 Februari nanti.

Pertama, soal kecakapan mental para pemainnya menghadapi tekanan pemain tuan rumah yang didukung penuh Aremania--suporter Arema. Maklum, laga uji coba tersebut diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (10/2/2019) sore.

Arema sendiri bermain dengan kekuatan penuh sejak peluit pertandingan dibunyikan. Walhasil, timnas U-22 tampil di bawah tekanan hampir sepanjang pertandingan babak pertama.

Meski demikian, Garuda Muda justru dapat mencuri satu gol terlebih dahulu kala pertandingan memasuki menit ke-68. Tendangan Hanif Sjahbani dari sedikit di luar kotak penalti, membuat timnas U-22 unggul 1-0.

Beruntung, Robert Lima Guimaraes mampu memanfaatkan bola rebound empat menit sebelum waktu normal berakhir. Hasilnya, tuan rumah pun terhindar dari kekalahan.

Dari pertandingan ini, Indra merasa timnya dapat pengalaman yang berharga sebelum berangkat ke Kamboja. Mampu keluar dari tekanan ribuan suporter tuan rumah saat menghadapi kekuatan penuh pemain Arema yang diisi skuat senior dan meraih hasil imbang, bukan akhir yang jelek dalam kaca mata Indra.

Untuk hal ini, Indra merasa berterima kasih kepada seluruh pihak di Arema. Musababnya, dalam pertandingan ini, ia tak hanya mencari tekanan di dalam lapangan. Demikian juga dengan atmosfer pertandingan, khususnya dari suporter lawan.

"Kami ucapkan terima kasih pada Arema FC. Kami sudah mendapat apa yang kami cari dari sebuah laga uji coba," kata Indra dalam laman resmi PSSI.

Ada alasan mengapa Tim Singo Edan menurunkan tim dengan kekuatan penuh saat uji coba ini. Malam sebelum pertandingan, Indra mengatakan, ia meminta pelatih Arema, Milomir Seslija, untuk menekan timnya sepanjang 90 menit.

Hasilnya, Indra mengakui bahwa Muhammad Rafli dkk. sempat bermain tak apik pada babak pertama. Namun, kondisi mulai berubah saat memasuki paruh kedua pertandingan.

"Di babak pertama terutama, mungkin kami tidak bisa mengembangkan permainan karena semua lini ditutup," ucap Indra dalam Bolalob.com. "Di babak kedua, masuknya beberapa pemain membuat situasi sedikit berubah, meskipun kami masih tetap ditekan."

Dari hasil ini, Indra pun dapat melihat kelemahan lain dari timnya. Lini belakang masih sering lengah menghadapi tekanan tim lawan. "Kami sudah menerapkan deep defending. Namun, masih ada celah kecil. Ini yang akan kami benahi," katanya.

Di sisi lain, menurut Seslija, permainan timnya kemarin sudah baik. Bahkan, ia mengatakan Arema bermain fantastis. Kalau pun hasilnya hanya imbang, menurut Seslija, hal itu disebabkan adanya beberapa kesalahan sedikit dalam rotasi permainan dan beberapa pemainnya sedang berhalangan tampil.

"Secara keseluruhan saya memahami ini karena kami kehabisan gelandang setelah Pavel (Smolyachenko) mengalami cedera dan dua gelandang dipanggil tim nasional," ucapnya dalam Goal Indonesia.

Selain itu, sepertinya pelatih asal Bosnia tersebut juga melihat potensi yang dimiliki timnas U-22. Menurut Seslija, cara bermain timnas U-22 mirip dengan Persiba Bandung, lawan mereka di babak 16 besar Piala Indonesia.

"Tipikal permainan Timnas Indonesia U-22 ini mirip dengan Persib," kata Seslija dalam Indosport.com.

Nilai posisif kedua

Kedua, hal positif yang didapat Indra dalam pertandingan kemarin bukan hanya soal tempaan mental pemain menghadapi lawan. Demikian juga soal pemilihan pemain demi menghadapi Piala AFF di Kamboja.

Waktu penyelenggaraan turnamen memang tak lama lagi, kurang dari seminggu. Namun, skuat Indra saat ini masih cukup gemuk. Dia masih memiliki 29 pemain di kantongnya. Lazimnya dalam kejuaraan internasional, tiap tim hanya bisa memasukkan 23 pemain.

Artinya, masih ada enam pemain yang harus dicoret dari daftar yang dimiliki pelatih asal Sumatra Barat tersebut. Dan ini bukan perkara mudah bagi Indra untuk "membuang" enam pemain sekaligus dalam waktu yang relatif sempit ini.

"Ini bukan pekerjaan mudah bagi pelatih. Oleh sebab itu di dua pertandingan (terakhir) saya sudah cukup puas. Semua pemain sudah dilihat. Apalagi hari ini pemain-pemain yang belum sempat main, kami turunkan," kata Indra dalam Kompas.com.

Kini, timnas U-22 masih memiliki 1 uji coba lagi, yakni melawan Madura United pada Selasa (12/2) mendatang. "Laga terakhir melawan Madura United saya berharap bisa memainkan pemain yang belum bermain atau mungkin bakal dipantau lagi," ujar Indra Sjafri.

Timnas U-22 akan terbang ke Kamboja pada Jumat (15/2) sebelum bertanding pada Senin (18/2) melawan Myanmar. Indonesia tergabung di Grup B bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Malaysia, dan Singapura.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR