LIGA CHAMPIONS

Spurs vs Ajax, perang dua tim kejutan

Para pemain Tottenham Hotspur berlatih di London, Inggris (29/4/2019). Mereka akan menghadapi Ajax dalam leg 1 semifinal Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Selasa (30/4/2019).
Para pemain Tottenham Hotspur berlatih di London, Inggris (29/4/2019). Mereka akan menghadapi Ajax dalam leg 1 semifinal Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Selasa (30/4/2019). | Neil Hall /EPA-EFE

Ketika Liga Champions UEFA musim 2018/19 dimulai, mungkin hanya suporter setia mereka yang memperkirakan Tottenham Hotspur dan Ajax Amsterdam maju sejauh ini. Kini kedua klub asal Inggris dan Belanda itu akan bertarung memperebutkan tempat di final kejuaraan antarklub yang paling bergengsi di Eropa tersebut.

Pada leg pertama, Selasa (30/4/2019) atau Rabu (1/5) dini hari WIB, Spurs akan menjadi tuan rumah. Ini akan menjadi semifinal pertama Spurs pada kejuaraan antarklub Eropa sejak European Cup (nama lama Liga Champions) pada 1962. Saat itu mereka ditundukkan Benfica.

Laga tersebut akan berlangsung di rumah baru mereka, Tottenham Hotspur Stadium di London, pengganti White Hart Lane. Pada pertandingan pertama di stadion bernilai 1 miliar Poundsterling (Rp18,3 triliun) dan berkapasitas 60.000 penonton itu, Sabtu (27/4), Spurs kalah 0-1 dari West Ham dalam lanjutan Liga Primer Inggris.

Akan tetapi, pelatih Mauricio Pochettino menjanjikan performa yang berbeda di Liga Champions. Ia menepis analisis bahwa pasukannya sudah kelelahan. Menurut pelatih asal Argentina itu, penyebabnya adalah West Ham tajam, Spurs tidak. Kesalahan itu, janjinya, takkan terjadi lagi pada semifinal melawan Ajax.

"Semifinal ini adalah pertandingan di mana kami tidak mungkin lelah. Dan tenaga itu pasti akan ada di sana," kata Pochettino (h/t The Guardian). "Bermain pada semifinal di stadion baru adalah sesuatu yang beberapa bulan lalu sama sekali tak terpikirkan dan kami merasa bertanggung jawab karena kami ada di sini sekarang."

Tenaga mungkin akan terangkat oleh ambisi tampil di final untuk pertama kalinya. Namun Spurs kehilangan beberapa pemain kunci mereka. Striker dan kapten Harry Kane masih cedera, sementara gelandang serang tajam asal Korea Selatan, Son Heung-min, tak bisa diturunkan karena akumulasi kartu kuning.

Gelandang Harry Wink bahkan dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera kunci paha.

Pochettino menyatakan bahwa kehilangan para pemain bintang itu takkan terlalu memengaruhi performa mereka. Masih ada Christian Eriksen, Lucas Moura, Moussa Sissoko, dan Jan Vertonghen

"Ini momen besar bagi saya. Bermain di kompetisi ini selalu jadi impian. Saya harus menikmati kesempatan ini dan bermain yang terbaik," kata Moura, gelandang asal Brasil, pada BBC.

Soal Ajax, Pochettino berkomentar bahwa mereka amat menghormati sang lawan. Ajax, menurutnya, layak untuk berada di semifinal.

"Mereka bermain hebat di fase grup menghadapi tim seperti Bayern Munich, kemudian mengalahkan (juara bertahan Liga Champions) Real Madrid dan Juventus. Itu menunjukkan betapa kuatnya mereka," jelas Pochettino.

"Sama seperti kami, tak ada yang percaya Ajax dan Tottenham ada di sini. Namun kami berdua layak mendapatkannya. Kami sangat fokus memikirkan bahwa ini akan menjadi semifinal yang amat berat."

Spurs mungkin juga diuntungkan oleh "informasi orang dalam" tentang Ajax. Empat pemain mereka--Eriksen, Vertonghen, Tobe Alderweireld, dan Davinson Sanchez--pernah membela klub besar Belanda itu.

Pemain Ajax Amsterdam, Kasper Dolberg (kiri), dan kiper Bruno Varela berlatih di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris (29/4/2019) menjelang leg 1 semifinal Liga Champions UEFA melawan tuan rumah Tottenham, Selasa (30/4).
Pemain Ajax Amsterdam, Kasper Dolberg (kiri), dan kiper Bruno Varela berlatih di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris (29/4/2019) menjelang leg 1 semifinal Liga Champions UEFA melawan tuan rumah Tottenham, Selasa (30/4). | Will Oliver /EPA-EFE

Ajax, walau tak selama Spurs, juga sudah lebih dari dua dekade tak berprestasi tinggi di kejuaraan Eropa. Mereka terakhir juara Liga Champions pada 1995, mengalahkan juara Italia, AC Milan.

Ini adalah semifinal European Cup/Liga Champions ke-9 mereka sejak musim 1968/69. Pada delapan semifinal sebelumnya, rekor mereka adalah 6 menang, 2 kalah.

Pelatih Erik ten Hag menegaskan bahwa mereka amat berambisi untuk terus maju hingga final di Wanda Metropolitano Stadium, Madrid, pada 1 Juni nanti.

"Sungguh luar biasa kami bisa berada di semifinal Liga Champions. Pada awal musim tak seorang pun memperkirakan sebuah klub Belanda akan ada di sini. Kami telah mencapai sesuatu, tetapi kami ingin lebih," kata ten Hag, dikutip UEFA.com.

"Saya pikir peluang kami cukup bagus. Saya percaya kepada tim saya, para pemain di lapangan, dan rencana yang telah kami susun."

Bagi Ajax, ini juga merupakan kesempatan besar untuk bisa mencapai prestasi tertinggi dengan pemain yang ada saat ini. Pasalnya, beberapa bintang muda mereka telah diincar oleh klub-klub besar Eropa. Bahkan pemain tengah Frenkie de Jong sudah dipastikan pindah ke Barcelona musim depan.

Pemain lain yang diincar banyak klub adalah bek sekaligus kapten tim Matthijs de Ligt, pemain tengah Donny van de Beek, dan bek kiri Nicolas Tagliafico.

Ini adalah pertemuan ketiga Ajax dan Spurs dalam kejuaraan Eropa. Spurs menang pada dua pertemuan sebelumnya yaitu di Cup Winners' Cup tahun 1981.

Pertandingan ini akan disiarkan oleh stasiun televisi RCTI pada Rabu (1/5) pukul 02:00 WIB.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR