LIGA 1 INDONESIA

Suara sumbang mengiringi gelar juara Persija

Para pemain Persija Jakarta menyambut gembira gelar juara Liga 1 2018 seusai mengalahkan Mitra Kukar 2-1 dalam pekan pamungkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2018).
Para pemain Persija Jakarta menyambut gembira gelar juara Liga 1 2018 seusai mengalahkan Mitra Kukar 2-1 dalam pekan pamungkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2018). | Akbar Nugroho Gumay /Antara Foto

Persija Jakarta mengakhiri dahaga juara dalam 17 tahun terakhir. Macan Kemayoran berhasil menjuarai Liga 1 musim 2018 setelah tetap berada di puncak klasemen akhir.

Kepastian juara diperoleh Persija setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 dalam laga pamungkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2018). Penyerang Marko Simic memborong dua gol Persija, salah satunya melalui tendangan penalti.

Sementara Mitra Kukar mencetak gol hiburan lewat Aldino Herdianto pada menit ke-88. Mitra Kukar sebenarnya memiliki peluang emas untuk mencetak gol lebih awal, tapi tembakan penalti Fernando Rodrigues Ortega pada menit ke-70 berhasil diblok kiper Persija, Andritany Ardhyasa.

Kekalahan membuat Mitra Kukar harus menerima nasib degradasi. Skuat asuhan Rahmad Darmawan ini turun kasta ke Liga 2 bersama Sriwijaya FC dan PSMS Medan.

Sriwijaya takluk 1-2 di kandang Arema FC dan PSMS menyerah 1-5 di tangan tuan rumah PSM Makassar. Sementara PSM harus merelakan gelar juara karena hanya menempati posisi kedua dengan jarak satu poin di belakang Persija.

Pelatih PSM, Robert Rene Alberts, mengaku kecewa gagal juara. Namun, pelatih asal Belanda ini tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya sepanjang musim.

"Saya bangga para pemain yang sudah berjuang, ini hasil yang bagus, ada langkah maju dari sebelumnya," kata Alberts dilansir laman resmi Liga 1, Minggu (9/12).

Namun, di pihak suporter PSM, suara sumbang menggema. Para suporter meneriakkan yel-yel mafia pertandingan dan revolusi PSSI.

Aksi suporter PSM di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, disertai pula dengan pelbagai spanduk bernada protes. Mereka juga sempat menyalakan suar dan mercon sehingga sempat mengganggu pertandingan pada babak kedua.

Dilaporkan Bola.com, Alberts dan Ferdinand Sinaga bahkan harus mendatangi tribun suporter untuk meminta aksi protes dihentikan. Namun, pada akhir laga, seluruh suporter masuk ke lapangan untuk memberi dukungan dan apresiasi kepada tim.

Kapten PSM, Zulkifli Syukur, pun menyebut bahwa timnya layak menjadi juara dan gagal karena tidak beruntung. "...semuanya seperti telah dirampas dan dicuri. Kami tetap bangga dan berharap musim depan bisa lebih baik lagi," tutur Zulkifli dilansir kantor berita Antara (h/t CNNIndonesia.com).

Sedangkan pelatih Rahmad Darmawan mempertanyakan dua gol kemenangan Persija. Pelatih yang pernah dua kali menjuara Liga Indonesia ini menilai dua gol Simic cukup kontroversial.

Gol pertama pada menit 17 disebut tak cukup menjadi penalti karena Simic tak menguasai bola ketika terjatuh saat berusaha menyundul bola diagonal. Namun, wasit Prasetyo Hadi menilai tetap ada pelanggaran terhadap Simic dan berbuah penalti.

Sementara gol kedua, menurut Rahmad, diawali oleh pelanggaran terhadap kiper Yoo Jae-hon. Ramdani Lestaluhu dinilai sengaja menahan Jae-hon sehingga gagal menangkap bola lambung yang kemudian disundul Simic menjadi gol.

"Sebenarnya itu pelanggaran karena arena itu penjaga gawang tidak boleh diganggu dalam peraturan sepak bola," kata Rahmad dalam BolaSport.

Tiga gelar Teco

Apapun, PSSI dan Liga 1 sudah menetapkan Persija sebagai juara. Ini menjadi istimewa bagi pelatih Stefano "Teco" Cugurra karena menjalani 2018 dengan sukses.

Pelatih asal Brasil ini sudah memberi tiga gelar juara -- dua di antaranya adalah trofi tidak resmi. Sebelum Liga 1, Teco mengantar Persija juara Boost Fix Super Cup di Malaysia dan Piala Presiden.

"Liga Indonesia itu sangat bagus, tapi banyak yang komentar. Sebaiknya, Anda urus tim sendiri, saya urus tim saya," ucap Teco seperti menyindir sejumlah pihak.

Sedangkan bagi pemain gaek Bambang Pamungkas, ini adalah gelar juara Liga Indonesia yang kedua selama kariernya. Pertama kali, ia juara bersama Persija pada 2001. Belum diketahui apakah ini akan menjadi musim pamungkas bagi pemain 38 tahun ini.

Seperti tradisi, gelar juara sebuah tim akan diikuti oleh arak-arakan di jalan raya. Namun, informasi soal ini masih simpang siur.

Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengatakan rencananya konvoi juara akan digelar pada Senin (10/12) pukul 14.00 WIB, dari SUGBK menuju Balai Kota Jakarta. Di Balai Kota, para personel Persija akan disambut Gubernur Anies Baswedan.

Namun rencana itu ditunda. Direktur Utama Persija, Gede Widiade, mengatakan para pemain Persija harus mempersiapkan diri untuk laga 64 Besar Piala Indonesia, Rabu (12/12). Pertandingan melawan Bogor FC akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

"Jadinya nanti dilakukan konvoinya pada Sabtu (15/12)," kata Gede dikutip Tribunnews.

Hal senada juga disampaikan Anies. "Info terakhir tadi pagi rencananya hari Sabtu, nanti biar dipastikan. Insyaallah siang nanti sudah ada kepastian," kata Anies dipetik Liputan6.com, Senin (10/12).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR