PRA-ASIAN GAMES 2018

Suporter berulah, Gelora Sriwijaya Jakabaring rusak parah

Sejumlah oknum suporter Sriwijaya FC melemparkan kursi saat pertandingan Gojek Liga 1 antara tuan rumah Sriwijaya FC melawan Arema FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/7/2018).
Sejumlah oknum suporter Sriwijaya FC melemparkan kursi saat pertandingan Gojek Liga 1 antara tuan rumah Sriwijaya FC melawan Arema FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/7/2018). | Nova Wahyudi /Antara Foto

Hanya 27 hari menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018, turnamen olahraga terbesar di Benua Asia, terjadi peristiwa mengenaskan sekaligus memalukan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (21/7/2018).

Stadion yang baru selesai direnovasi dengan biaya Rp250 miliar pada April lalu itu kini rusak berat. Ratusan bangku copot dan beberapa bahkan tampak tergeletak di lapangan stadion yang bakal menjadi tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola putri pada Asian Games 2018.

Penyebabnya adalah luapan emosi para pendukung kesebelasan tuan rumah, Sriwijaya FC, yang kalah 0-3 dari tim tamu Arema FC pada pertandingan Go-Jek Liga 1 Indonesia pada Sabtu (21/7).

Insiden tersebut berawal pada menit ke-77, setelah Ahmad Nur Hardianto mencetak gol ketiga Arema. Singo Edan sebelumnya telah unggul 2-0 melalui gol-gol Ridwan Tawainella (51') dan Rivaldi Bawuo (65').

BolaSport menuturkan, kerusuhan tersebut berawal dari turunnya seorang penonton ke lapangan dan membentangkan spanduk berisi protes mereka kepada tim manajemen Sriwijaya. Orang itu ditangkap petugas keamanan tetapi gelombang protes menjadi semakin besar. Botol-botol mulai beterbangan.

Ratusan Singa Mania--kelompok suporter Sriwijaya--yang duduk di tribun utara kemudian mencopoti kursi dan melemparkannya ke lapangan. Panitia penyelenggara pertandingan dan petugas keamanan kemudian meminta mereka menghentikan aksi tersebut, tetapi imbauan itu tak didengarkan.

Polisi kemudian naik ke tribun dan mengejar para pelaku pelemparan tersebut. Satu orang berhasil ditangkap.

Sejumlah kursi berserakan dipinggir lapangan seusai dilempar oleh oknum suporter Sriwijaya FC pada pertandingan Gojek Liga 1 antara tuan rumah Sriwijaya FC melawan Arema FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/7/2018).
Sejumlah kursi berserakan dipinggir lapangan seusai dilempar oleh oknum suporter Sriwijaya FC pada pertandingan Gojek Liga 1 antara tuan rumah Sriwijaya FC melawan Arema FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/7/2018). | Nova Wahyudi /Antara Foto

Walau suasana menjadi panas dan kacau, wasit memutuskan untuk tetap melanjutkan pertandingan.

Menjelang laga berakhir, terdengar pula suara petasan. Menurut Antaranews, petasan itu dinyalakan oleh kelompok suporter Ultras Palembang, yang duduk di tribun timur.

Pihak keamanan berhasil mengendalikan situasi sehingga kerusuhan yang lebih besar tidak terjadi. Namun Gelora Jakabaring telanjur rusak dan Sriwijaya FC dipastikan bakal dikenakan sanksi oleh otoritas Liga Indonesia dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Usai pertandingan, para pihak berwenang memeriksa kerusakan yang terjadi.

Pengawas PT Jakabaring Sport City (JSC), Rusli Nawi, dikutip CNN Indonesia menyatakan sebanyak 335 kursi dirusak oleh para suporter Sriwijaya FC--231 kursi di tribun utara dan 104 di tribun selatan.

"Kami kecewa atas ulah suporter dengan merusak kursi stadion, karena kita ini akan (menyelenggarakan) Asian Games. Semua kursi penonton itu mengalami rusak berat. Jelas ini terjadi perusakan aset, sayang sekali apalagi kursi ini diimpor dari luar negeri," kata Rusli.

Ia khawatir proses perbaikan, terutama impor kursi-kursi baru, akan memakan waktu lama, sementara Asian Games 2018 akan dimulai kurang dari sebulan lagi.

JSC, tegasnya kepada Kompas.com, akan membuat laporan ke Polresta Palembang agar dalang dari kerusakan bisa ditangkap dan diproses hukum. "Ini murni kriminal yang merusak fasilitas negara, besok kami akan lapor ke polisi,” ujarnya.

Untuk menjadi tuan rumah pertandingan Asian Games 2018, GSJ menjalani renovasi mulai September 2017 hingga akhir Maret 2018. Renovasi itu, seperti telah disebutkan pada awal tulisan, memakan biaya Rp250 miliar.

GSJ mulai kembali digunakan pada 1 April 2018 saat Sriwijaya FC menjamu Persib Bandung.

Usai renovasi, kapasitas penontonnya berkurang dari 29.000 menjadi 23.000 orang untuk mengakomodasi tempat duduk tunggal (single seat) yang sesuai dengan standar Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Sementara itu, pengurus dua kelompok suporter Sriwijaya--Sriwijaya Mania dan Singa Mania--kepada Tempo.co menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi di luar kendali mereka. Kemarahan para anggota tak bisa mereka redam.

"Kami para pengurus sudah mencoba untuk menahan mereka," kata Eddy Ismail, koordinator Sriwijaya Mania.

Kekecewaan pendukung

Aksi perusakan tersebut dipandang sebagai akumulasi emosi para suporter yang kecewa dengan hasil buruk yang diderita tim asuhan Rahmad Darmawan itu. Pada lima pertandingan terakhir, Sriwijaya hanya sekali menang, sekali imbang, dan menelan tiga kekalahan.

Mereka pun tertahan di peringkat ke-9 klasemen Liga 1 dengan 23 poin dari 17 pertandingan.

Rentetan hasil buruk itu berawal dari ketidakmampuan manajemen membayar gaji para pemain sehingga mereka melepaskannya ke klub-klub lain.

Ada delapan pemain yang dilepas dan tiga di antaranya--Makan Konate, Alfin Tuasalamony, dan Hamka Hamzah--membantu Arema mempermalukan Sriwijaya pada malam itu.

"Dalam 10 hari terakhir ini banyak masalah yang terjadi, pemain dihadapkan tekanan ini tetapi harus tetap bertanding. Terlepas dari berbagai persoalan, saya bertanggung jawab pada hasil pertandingan ini," kata Rahmad Darmawan.

BACA JUGA