BALLON D'OR

Tahun yang nyaris sempurna untuk Luka Modric

Pemain timnas Kroasia dan Real Madrid, Luka Modric, mengangkat trofi Ballon d'Or di Paris, Prancis (3/12/2018).
Pemain timnas Kroasia dan Real Madrid, Luka Modric, mengangkat trofi Ballon d'Or di Paris, Prancis (3/12/2018). | Yoan Valat /EPA-EFE

Sebutkan gelar pemain terbaik yang tersedia di Eropa dan dunia tahun ini dan hampir bisa dipastikan nama Luka Modric terukir di sana. Tahun 2018 menjadi era yang nyaris sempurna untuk gelandang bertubuh mungil asal Kroasia tersebut.

Setelah dianugerahi Bola Emas Piala Dunia 2018, Pemain Terbaik Putra FIFA 2018, Modric menutup tahun dengan mengangkat Ballon d'Or (Bola Emas), trofi untuk pemain terbaik yang diinisiasi oleh majalah France Football. Piala bergengsi itu diberikan dalam acara di Paris, Prancis, Senin (3/12/2018).

Ballon d'Or, yang pertama diberikan pada 1956, diberikan kepada pemain terbaik hasil pilihan para wartawan sepak bola dari berbagai negara.

Seperti pada pemain terbaik versi FIFA, kemenangan pemain Real Madrid yang berusia 33 tahun itu juga memutus dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi selama satu dekade dalam ajang tersebut.

Setelah pemain Brasil dan AC Milan, Kaka, merebutnya pada 2007, Ronaldo dan Messi bergantian mengangkat Ballon d'Or, masing-masing lima kali.

Pada pemilihan kali ini, Ronaldo menempati peringkat kedua, sementara Messi ada di posisi kelima, di bawah Antoine Griezmann (Prancis, Atletico Madrid) dan Kylian Mbappe (Prancis, PSG).

Modric, yang juga telah didapuk sebagai Pemain Terbaik Putra UEFA 2017-2018, menjadi pemain asal Kroasia pertama yang merebut Ballon d'Or. Legenda sepak bola negeri itu, penyerang Davor Suker, hanya menempati peringkat kedua pada 1998, di bawah maestro Prancis, Zinedine Zidane.

"Saat anak-anak, kita semua memiliki mimpi. Mimpi saya adalah bermain untuk klub besar dan merebut trofi-trofi penting," kata Modric usai menerima penghargaan, dikutip The New York Times.

"Ballon d’Or lebih dari sekadar mimpi bagi saya dan sungguh merupakan kehormatan dan keistimewaan untuk bisa mengangkat piala ini."

Pemain yang mengawali karier di klub Dinamo Zagreb itu mengakui betapa fenomenal dan dominannya Ronaldo dan Messi di dunia sepak bola selama 10 tahun terakhir. Oleh karena itu ia yakin hasil kerjanya pada musim 2017-18 pasti amat istimewa sehingga para wartawan sepak bola memilihnya.

"Sebuah kehormatan besar bisa masuk dalam kelompok pemain ini. Saya terus berpikir untuk mencoba terbiasa berada sekelompok dengan para pemain luar biasa yang telah memenangi Ballon d'Or sebelumnya," tutur Modric dalam The Guardian.

Ia mempersembahkan piala tersebut kepada para pemain yang menurutnya juga pantas mendapatkannya tetapi terhalangi fenomena Ronaldo dan Messi.

"Mungkin pada masa lalu ada beberapa pemain yang bisa merebut Ballon d'Or, seperti Xavi, Andres Iniesta, atau [Wesley] Sneijder, tetapi kali ini akhirnya orang-orang mau melihat pemain lain," kata Modric.

"Penghargaan ini untuk semua pemain yang mungkin amat layak mendapatkannya tetapi gagal. Ini adalah tahun yang sangat istimewa bagi saya."

Pastinya ini adalah tahun yang istimewa untuk maestro lapangan tengah kelahiran 9 September 1985 yang telah enam kali dipilih sebagai pemain terbaik Kroasia itu. Bahkan bisa dibilang nyaris sempurna.

Modric ikut membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions UEFA, yang keempat untuknya sejak pindah dari Tottenham Hotspur pada 2012. Namun gagal membawa Les Merengues menjuarai La Liga.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Modric memimpin Kroasia lolos ke final. Tim tersebut tak diunggulkan sebelumnya, tetapi mereka berhasil melangkah hingga babak akhir. Prancis mengubur mimpi mereka mengangkat Piala Dunia dengan kemenangan 4-2 di Moskow.

Keberhasilannya membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018 itulah yang tampaknya membuat Modric mengungguli Ronaldo, yang sama-sama membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions.

Sehari sebelum kemenangan di Ballon d'Or, kabar baik lain datang untuk suami Vanja Bosnic dan ayah tiga anak itu. Pengadilan Zagreb, dikabarkan Goal.com, mencabut tuduhan bahwa Modric telah memberikan kesaksian palsu.

Sebelumnya, Modric diduga berbohong saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus penggelapan pajak oleh Zdravko Mamic, mantan direktur Dinamo Zagrep. Pajak yang diduga digelapkan itu terkait transfer Modric ke Tottenham Hotspur pada 2008.

(Kiri ke kanan) Ada Hegerberg, Luka Modric, dan Kylian Mbappe, berpose dengan piala yang mereka dapat dalam acara Ballon d'Or di Paris, Prancis (3/12/2018).
(Kiri ke kanan) Ada Hegerberg, Luka Modric, dan Kylian Mbappe, berpose dengan piala yang mereka dapat dalam acara Ballon d'Or di Paris, Prancis (3/12/2018). | Yoan Valat /EPA-EFE

Selain Modric, pada malam itu juga diberikan Ballon d'Or pertama untuk pesepak bola putri terbaik versi wartawan sepak bola dunia.

Piala itu jatuh ke tangan Ada Hegerberg, putri Norwegia yang bermain untuk klub Prancis Olympique Lyonnais (Lyon).

Bintang muda Prancis, Kylian Mbappe, merebut Kopa Trophy, yang juga pertama kali diberikan. Piala tersebut diberikan kepada pemain berusia di bawah 21 tahun yang dipilih oleh para mantan perebut Ballon d'Or.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR