Tak selamanya kampanye untuk Lionel Messi berjalan mulus

Penyerang Barcelona Lionel Messi bersama putranya di lapangan stadion Vicente Calderon, Madrid, 22 Mei 2016
Penyerang Barcelona Lionel Messi bersama putranya di lapangan stadion Vicente Calderon, Madrid, 22 Mei 2016 | Juan Carlos Hidalgo/EPA

Kampanye pembelaan terhadap penyerang Barcelona Lionel Messi atas vonis penggelapan pajak di Spanyol tak berjalan mulus. Kampanye yang dimulai Barcelona pada awal Juli ini justru dikecam warga Spanyol.

Messi, beserta sang ayah Jorge, divonis pengadilan telah menggelapkan pajak sebesar EUR4,1 juta atau paling sedikit Rp60 miliar. Karena kesalahan itu Messi dan Jorge menuai hukuman penjara 21 bulan serta denda --EUR2 juta untuk Messi dan EUR1,5 juta untuk Jorge.

Tapi ayah-anak itu tak perlu masuk penjara karena UU di Spanyol menyatakan vonis penjara di bawah 21 bulan penjara tak mesti dijalani langsung. Apalagi bila kasusnya perdata seperti penggelapan pajak.

Tiga hari pasca keputusan pengadilan di kota Madrid itu (9/7/2016), laman resmi Barcelona langsung meluncurkan kampanye pembelaan dan dukungan untuk Messi. Kampanye juga digelar di media sosial dengan tagar #WeAreAllLeoMessi.

"Dengan menggunakan tagar #WeAreAllMessi, kami ingin Leo (sapaan Messi) tahu bahwa dia tidak sendirian. Seluruh anggota klub, suporter, penggemar, para atlet, jurnalis, dan orang lain diundang untuk berpartisipasi," tulis klub Catalan itu.

Tentu saja, kampanye disambut dua respon --pro dan kontra.

Wall Street Journal mengutip seorang pendukung Barcelona, Jose Vicente Redondo (45). "Ini penganiayaan untuk Barcelona. Mereka (orang-orang anti-Barcelona) tidak bisa menghentikan Messi di lapangan, jadi melakukannya dengan cara lain," katanya.

Tapi seorang pendukung lain Barcelona, Guillermo Cabanillas (23) justru melihat kasus ini secara proporsional. "Anda memang harus mendukung Messi, tapi di lapangan. Jika hakim telah mengambil keputusan, itu harus dihormati," tuturnya.

Para penentang kampanye ini kemudian menggunakan tagar #YoNoSoyMessi --#KamibukanMessi-- di Twitter. Pendukung Barcelona Jose Luis Rico bahkan menyebut kampanye klub justru tak bermoral.

"Saya bukan Messi karena saya membayar pajak, saya warga negara terhormat," ujar pendukung lain bernama Josep Ramon Bosch.

Kontra juga datang dari radio terkenal Catalan, RAC1. Seorang penyiaranya, Joan Maria Pou, lewat akun Twitter mengatakan; "Tidak, tidak, tidak. Kami bukan Leo Messi. Dia pesepak bola hebat, tapi apakah kita perlu mendukungnya setelah dia pelakukan penggelapan fiskal?"

Sementara opini editorial media Catalan, Ara, menyebut tindakan Barcelona kali ini salah dan justru membuat dunia menentang mereka serta Messi.

Apapun, kampanye Barcelona untuk membela Messi adalah hal wajar. Guru besar pemasaran institut bisnis IESE Spanyol, Pablo Foncillas, melihat tindakan Barcelona adalah bagian aktivitas kehumasan.

"Barca tidak punya pilihan, selain membela dengan jelas. Tapi memang cara mereka membela patut dipertanyakan," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR