COPA AMERICA

Taklukkan Uruguay, Peru rebut tiket terakhir ke semifinal

Para pemain Peru merayakan keberhasilan maju ke semifinal Copa America 2019 setelah menang adu penalti atas Uruguay di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil (29/6/2019).
Para pemain Peru merayakan keberhasilan maju ke semifinal Copa America 2019 setelah menang adu penalti atas Uruguay di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil (29/6/2019). | Mauricio Duenas Castaneda /EPA-EFE

Lengkap sudah empat tim yang lolos ke semifinal Copa America 2019. Peru menjadi tim terakhir yang merebut tiket. Secara mengejutkan mereka menundukkan tim favorit, Uruguay, 5-4, melalui adu penalti pada perempat final di Arena Ponte Nova, Salvador, Brasil, Sabtu (29/6/2019) malam, atau Minggu (30/6) dini hari WIB.

Dengan demikian Peru akan berebut tiket final kejuaraan paling bergengsi di Amerika Selatan tersebut dengan Chile. Semifinal lainnya akan mempertemukan dua tim raksasa, tuan rumah Brasil versus musuh bebuyutannya, Argentina.

Peru lolos ke perempat final sebagai peringkat ketiga terbaik, sementara Uruguay adalah juara grup. Tak pelak status favorit ada pada Luis Suarez dkk. Akan tetapi Dewi Fortuna sepertinya tak berpihak ke Uruguay, juara Copa America 13 kali, malam itu.

Tiga kali pemain Uruguay--Edinson Cavani, Giorgian de Arrascaeta, dan kemudian Suarez--menjaringkan bola ke gawang Peru pada waktu normal pertandingan tersebut. Tetapi ketiganya dianulir wasit setelah pengamatan VAR menunjukkan mereka dalam posisi offside.

Total pemain Uruguay 12 kali menendang bola ke arah gawang Peru, tiga tepat sasaran, tapi tak ada satupun yang jadi gol. Bandingkan dengan Peru yang tak sekalipun menendang bola ke arah gawang Uruguay sepanjang 90 menit pertandingan waktu normal.

Striker veteran Peru, Paolo Guerrero, sempat dua kali menggiring bola ke kotak penalti lawan, tetapi dua kali pula bek Uruguay, Jose Gimenez, menghadangnya.

Tak ada gol sepanjang 90 menit, pemenang pun harus ditentukan melalui adu penalti. Berdasarkan peraturan Copa America 2019, tak ada babak perpanjangan waktu 2x15 menit pada perempat final. Perpanjangan waktu baru diterapkan pada semifinal dan final.

Pada adu penalti tersebut, lima algojo Peru berhasil menaklukkan kiper Fernando Muslera. Sementara satu algojo Uruguay gagal menjaringkan bola. Dia adalah sang bintang, Suarez. Bola sepakannya berhasil diadang Pedro Gallese.

Kapten Uruguay Diego Godin (kanan) menghibur Luis Suarez yang menangis setelah gagal menjaringkan bola dari titik penalti pada perempat final Copa America 2019 melawan Peru di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil (29/6/2019).
Kapten Uruguay Diego Godin (kanan) menghibur Luis Suarez yang menangis setelah gagal menjaringkan bola dari titik penalti pada perempat final Copa America 2019 melawan Peru di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil (29/6/2019). | Raul Spinasse /EPA-EFE

Striker Barcelona yang baru sembuh cedera itu tampak tak sanggup menahan air mata kekecewaan di lapangan, sementara para pemain Peru berpesta kemenangan.

"Luis amat sedih. Pada akhirnya ia gagal dalam momen menentukan, tetapi itulah sepak bola dan kehidupan," kata Cavani, dikutip ESPN. "Kadang anda menang, kadang anda kalah. Kami pernah menjuarai Copa tetapi hari ini kami harus menerima bahwa kami tersingkir."

Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, menyatakan tak ada alasan dari kekalahan timnya tersebut. "Kami masuk lapangan dengan keinginan untuk menang, kami mencoba permainan kami dan gagal. Anda harus tahu bagaimana menerima kekalahan," ujarnya dalam Goal.com.

Para pemain Peru jelas amat gembira dengan keberhasilan tak terduga tersebut. Sempat dilumat Brasil 0-5 pada babak grup, mereka kini malah berpeluang maju ke final.

"Saya amat bangga. Saya tak bisa berkata-kata," kata striker Paolo Guerrero. "Orang berkata Uruguay adalah favorit, tapi jadi favorit tak berarti apapun dalam sepak bola, khususnya di Amerika Selatan."

Pelatih Peru, Ricardo Gareca, memuji performa dan perjuangan para pemainnya di lapangan. Gareca menyatakan pasukannya berhasil menunjukkan karakter permainan mereka dalam pertandingan yang sulit dan ketat tersebut.

Gareca juga berterima kasih kepada kiper Pedro Gallese yang bisa kembali ke performa terbaiknya setelah kebobolan lima gol saat melawan Brasil dan didera kritik tajam.

"Sekarang kami akan menjalani laga klasik melawan Chile. Pertandingan itu bakal berat, tetapi kami ada dalam posisi yang bagus untuk menang," tegas Gareca, dinukil CNA.

Laga semifinal Peru melawan Chile akan berlangsung pada 3 Juli di Arena do Gremio, Porto Alegre. Sementara Brasil vs. Argentina berlangsung sehari sebelumnya, 2 Juli, di Stadion Mineirao, Belo Horizonte.

Final turnamen antar-negara Amerika Selatan ini akan berlangsung di Maracana, Rio de Janeiro, pada 7 Juli.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR