PIALA AFF 2018

Target tinggi timnas dan batu sandungannya

Pesepak bola Timnas Indonesia Irfan Jaya (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Myanmar dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018). Indonesia menang atas Myanmar dengan skor akhir 3-0.
Pesepak bola Timnas Indonesia Irfan Jaya (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Myanmar dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018). Indonesia menang atas Myanmar dengan skor akhir 3-0. | Sigid Kurniawan /Antara Foto

Target tinggi dicanangkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bagi tim nasional Merah-Putih di ajang AFF Suzuki Cup 2018. Tim asuhan Bima Sakti dibebankan juara, status yang belum pernah tertabal kepada timnas sejak ikut pertama kali pada 1996.

"Semua event Asian Tenggara, baik Piala AFF senior, AFF U-19, U-16 dan lain-lain, kami tidak pernah punya target di bawah juara," ucap Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, kepada wartawan, Kamis (1/11/2018), dalam Kompas.com.

Sejak dimulainya kompetisi sepak bola tertinggi di Asia Tenggara pada 22 tahun lalu tersebut, timnas Indonesia memang belum sekali pun mencicipi juara. Paling banter, mereka hanya nangkring di peringkat kedua.

Untuk urusan runner-up, Indonesia merupakan negara yang paling banyak mengoleksinya. Sebanyak lima kali Indonesia pernah menjadi finalis, lebih banyak dibandingkan Thailand (3 kali) maupun Malaysia (2 kali).

Demi mewujudkan sejarah baru, Bima telah menetapkan 23 pemain yang bakal dibawa. Dari jumlah tersebut, tidak menyertakan nama Andik Vermansyah yang kini bermain klub Malaysia, Kedah FA.

Ini mungkin menjadi kejutan tersendiri. Pasalnya, selama ini Andik termasuk pemain yang rutin bermain bagi timnas. Termasuk di antaranya adalah saat timnas melakukan uji coba melawan Hong Kong pertengahan bulan lalu yang berakhir imbang 1-1.

Memang, pada pertandingan tersebut, kondisi tubuh Andik kurang ideal. Ia nampak sedikit gemuk dan tak selincah beberapa tahun belakangan. Hal ini bisa dimaklumi, sebab ia jarang bermain di klubnya.

Bima memang memiliki pertimbangannya sendiri untuk tak membawa Andik. Toh, kata mantan pemain Persema Malang tersebut, pemilihan pemainnya kali ini sudah sesuai kebutuhan tim.

"23 pemain ini merupakan skuat kombinasi antara pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu dengan para pemain senior. Perpaduan ini telah kami coba saat melakoni tiga laga uji coba internasional melawan Mauritius, Myanmar dan Hong Kong," kata Bima dalam laman resmi PSSI.

Bila pertimbangannya adalah laga uji coba tersebut, maka masuknya nama Riko Simanjuntak juga menjadi kejutan lain. Pasalnya pemain Persija Jakarta tersebut tak masuk dalam skuat Indonesia kala uji coba melawan Myanmar dan Hong Kong.

Kini, ke-23 pemain yang dipilih sudah berkumpul di pemusatan latihan di daerah Cikarang, Jawa Barat. Mereka berlatih hingga Senin (5/11). Keesokan harinya, mereka akan bertolak ke Singapura untuk menjalani laga pertamanya di Grup B pada Jumat (9/11) pekan depan.

Dalam edisi Piala AFF ke 12 ini, Indonesia akan berada satu grup bersama Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste. Pada perhelatan kali ini, mekanisme turnamen sedikit diubah.

Formatnya menjadi setengah tandang-kandang. Maksudnya adalah, dalam babak grup, tiap tim akan menjalankan dua pertandingan kandang dan dua tandang. Dan sejujurnya, format ini tak menguntungkan bagi Indonesia.

Pasalnya, Indonesia kudu menjalani partai tandang melawan dua tim kuat, Thailand dan Singapura. Sedangkan untuk laga kandang, Indonesia "hanya" akan melawan Filipina dan Timor Leste.

Saddil ditahan polisi

Kondisi semakin diperparah dengan sedikit terganggunya persiapan tim. Pasalnya, salah satu pemain skuat timnas yang terpilih, tengah tersandung kasus hukum. Dia adalah Saddil Ramdani.

Pemain sayap andalan timnas Indonesia U-19 tersebut tengah berurusan dengan pihak Kepolisian Lamongan, Jawa Timur. Sebab, dia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan kenalannya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat, kepada DetikSport, saat ini Saddil sudah ditahan untuk sementara waktu.

Pemain berusia 19 itu sudah menyatakan bahwa ia akan taat hukum. "Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, semoga bisa menjadi pelajaran berharga bagi saya," kata Saddil.

Mengenai hal ini, tim pelatih timnas akan melakukan rapat terlebih dahulu sebelum memutuskan nasib Saddil. "Kami tim pelatih harus rapat dulu. Nanti diputuskan bagaimana terkait Saddil," kata Bima.

Berharap rangking FIFA naik

Bukan hanya format turnamen saja yang berbeda pada Piala AFF. Demikian pula dengan kredibilitas turnamen itu sendiri. Kini, Piala AFF masuk dalam kalender resmi federasi sepak bola dunia, alias FIFA.

"Kami baru saja menerima deklarasi dari Federasi Sepak Bola Asia bahwa Piala AFF saat ini sudah mendapat poin peringkat internasional," kata Sekretaris Umum AFF, Datuk Seri Azzuddin Ahmad kepada ESPN FC (H/T Kompas.com) dua tahun lalu.

Dan, kategorinya pun tak main-main, yakni A. Artinya, poin yang disediakan bakal lebih banyak. Sebagai catatan, hingga berita ini diturunkan, Indonesia menempati peringkat 160 dunia dengan poin 1.004.

Jumlah poin tersebut bisa bertambah bila timnas dapat meraih kemenangan dalam setiap laganya. Untuk itulah, PSSI berharap para pemain dapat memaksimalkan tiap laga timnas.

"Piala AFF sudah termasuk dalam kalender FIFA matchday makanya itu menjadi sangat penting," kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dalam Goal Indonesia.

Piala AFF akan mulai berlangsung pada 8 November sampai dengan 15 Desember 2018. Singapura menjadi lawan pertama Indonesia di Grup B. Nantinya, tiap grup hanya meloloskan dua tim saja.

Babak semifinal akan dimulai pada awal Desember, dengan lagi-lagi memainkan konsep kandang-tandang. Sedangkan partai puncak akan berlangsung pertengahan Desember, juga dengan format kandang-tandang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR