Tekad pengurus baru PBSI untuk kembalikan kejayaan

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2016-2020 foto bersama usai dilantik di Hotel Century, Jakarta, Kamis (19/1/2017).
Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2016-2020 foto bersama usai dilantik di Hotel Century, Jakarta, Kamis (19/1/2017). | PBSI /badmintonindonesia.org

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2016-2020 resmi dilantik dalam sebuah acara di Hotel Century, Jakarta, Kamis (19/1/2017). Semangat untuk mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia langsung mereka lantunkan.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, dan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, sebagai wakil pemerintah.

Kepengurusan baru ini dipimpin oleh Wiranto, yang terpilih menjadi ketua menggantikan Gita Wirjawan dalam Musyawarah Nasional PBSI di Surabaya, Jawa Timur, 31 Oktober tahun lalu.

"Selamat kepada Wiranto dan jajaran pengurus pusat PBSI. Saya memiliki keyakinan kepada beliau dengan segala pengalaman memimpin organisasi olahraga. Saya percaya bulu tangkis akan bisa populer di masyarakat serta bisa mengangkat derajat bangsa," kata Tono dalam sambutannya, seperti dikutip situs resmi PBSI (19/1).

Seperti diketahui bersama, saat ini bulu tangkis memang masih menjadi olahraga yang paling populer di Indonesia. Prestasi tingkat dunia pun sudah banyak diraih para atletnya. Mungkin untuk keberhasilan mereka pada kompetisi internasional, hanya angkat besi dan panahan yang bisa menyamainya.

Namun belakangan ini, prestasi tersebut tampak stagnan, bahkan bisa dibilang menurun, walau medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, berhasil didapat berkat ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tiongkok terus mempertahankan dominasi mereka, sementara pebulutangkis dari negara-negara seperti Malaysia, Denmark, Jepang, Korea Selatan, hingga Spanyol, terus merangsek maju.

Pengurus baru PBSI sepertinya menyadari terjadinya kemunduran tersebut dan bertekad untuk memperbaikinya.

"Kami akan melakukan langkah-langkah organisasi untuk mewujudkan tekad mengembalikan kejayaan bulutangkis. Saya tidak akan banyak bicara, tetapi mau bekerja dan akan mengevaluasi hasil yang bisa kami sumbangkan untuk bulu tangkis Indonesia," kata Wiranto, yang juga Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu.

Untuk itu, lanjut Wiranto, dia menyusun kepengurusan yang merupakan campuran antara "muka lama" dengan "wajah baru". Tujuannya agar tercipta sinergi antara pengalaman yang dimiliki oleh pengurus lama dengan pemikiran dan semangat orang-orang baru.

Ia menegaskan harapannya agar mereka yang terpilih sebagai pengurus tidak menganggap posisinya sekadar formalitas.

"Mereka harus tahu apa tugas dan fungsinya. Untuk mencetak juara harus ada sistem yang tepat demi menghasilkan pemain berkualitas," kata purnawirawan jenderal TNI AD berbintang empat itu, seperti dikutip Kompas.com (19/1).

Wiranto tahu tidak akan mudah untuk mengembalikan supremasi bulu tangkis Indonesia di dunia, namun itu bukanlah hal yang tidak mungkin dilakukan.

Target utama pengurus baru ini adalah mencetak para juara dunia melalui sistem perekrutan yang tepat, baik pemain maupun pelatih, serta membangun tempat pelatihan yang modern.

Oleh karena itu, meremajakan dan merenovasi sarana di Pusat Pelatihan Nasional Cipayung, Jakarta, ditetapkan sebagai program pertama.

Untuk pembinaan prestasi, Wiranto mempercayakan mantan pebulu tangkis putri terbaik Indonesia, Susi Susanti. Ia menggantikan Rexy Mainaky sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI.

Saat bincang dengan Beritagar.id beberapa waktu lalu, Susi, yang beberapa kali menolak dijadikan pengurus PBSI, menyatakan tak bisa menampik lagi saat Wiranto memintanya untuk "membantu merah putih".

Peraih medali emas tunggal putri Olimpiade 1992 ini mengakui bahwa tugas yang dihadapinya akan sangat berat.

"Semua tugas pasti berat. Tapi tentunya dengan kemauan kuat ditambah dedikasi dan niat baik pasti bisa," kata istri dari Alan Budikusuma, perebut medali emas tunggal putra Olimpiade 1992.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi juga berharap, selain mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade, pengurus baru PBSI juga bisa mengembalikan kejayaan di turnamen-turnamen besar lainnya. Ia berjanji pemerintah akan terus membantu PBSI untuk mencapai target tersebut.

"Ini momentum untuk membicarakan semuanya termasuk upaya mempertahankan prestasi di olimpiade," kata Imam.

"Hal kedua adalah bagaimana mengejar ketertinggalan di sektor tertentu seperti tunggal putri dan tunggal putra. Kemudian bagaimana mengembalikan tradisi supremasi bergengsi seperti Piala Sudirman, Piala Thomas, dan Piala Uber, harus kembali ke Tanah Air."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR