ALL ENGLAND 2019

Tiga wakil Indonesia berburu tiket final

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kanan) dan Mohammad Ahsan menang atas Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dari Jerman pada babak perempat final All England 2019 di Arena Brimingham, Inggris, Jumat (8/3/2019).
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kanan) dan Mohammad Ahsan menang atas Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dari Jerman pada babak perempat final All England 2019 di Arena Brimingham, Inggris, Jumat (8/3/2019). | Widya Amelia - Humas PP PBSI /Antara Foto

Hari ini, Sabtu (9/3/2019), All England memasuki babak semifinal. Tersisa tiga pasang ganda yang mewakili Indonesia pada salah satu turnamen kelas teratas, BWF World Tour Series 1000, yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, tersebut.

Mereka adalah dua ganda putra--Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto--dan sepasang ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Duo Daddies, julukan Hendra/Ahsan, menjadi yang pertama memastikan tempat di semifinal. Mereka menang mudah 21-12, 21-13 atas ganda putra Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel pada perempat final, Jumat (8/3).

"Alhamdulillah kami bisa menang hari ini dan ke babak empat besar. Kami bersyukur dan harus tetap fokus. Di game kedua kami sempat ketinggalan, harus benar-benar fokus, kalau tidak, bisa terkejar lawan," jelas Ahsan kepada BadmintonIndonesia.org.

Kini mereka tinggal dua langkah lagi menuju trofi All England yang pernah mereka rebut pada 2014. Namun Ahsan menyatakan ia tak mau ambisi akan gelar juara membuat mereka lengah.

"Itu adalah gelar yang pernah kami dapatkan lima tahun lalu. Saat ini, kami fokus pertandingan demi pertandingan saja dan yang lalu biar berlalu," kata Ahsan, dikutip Antaranews.

Hendra setuju. Ia tak mau berpikir soal menjadi juara. "Di semifinal besok kan lawannya juga bagus," ujar pemain berusia 33 tahun ini.

Lawan mereka pada semifinal nanti adalah Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Unggulan ketiga dari Jepang itu menyingkirkan Han Chengkai/Zhou Haodong, 21-12, 21-17 di babak delapan besar.

Hendra/Ahsan unggul 2-1 dalam tiga pertemuan mereka dengan Kamura/Sonoda, terakhir ganda Indonesia itu menang di China Open tahun lalu. Oleh karena itu peluang Duo Daddies cukup terbuka untuk bisa melangkah ke final.

"Mereka semua pemain cepat, power-nya besar. Pokoknya cepat dan kuat. Kami harus tingkatkan fokus, kalau sudah tanding begini tidak bisa tingkatkan apa-apa lagi kecuali fokus di lapangan," jawab Ahsan mengenai lawan di semifinal nanti.

Peluang untuk bisa menyaksikan "all-Indonesian final" di kejuaraan berhadiah total 1 juta dolar AS itu pun terbuka setelah Fajar/Rian menyusul masuk empat besar. Mereka menang 22-20, 21-12 atas Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia.

"Pertama bersyukur alhamdulillah bisa ke semifinal. Tapi kami tidak puas sampai di sini, masih ada partai-partai besok, step by step. Jaga fokus dan staminanya," kata Fajar.

Pada semifinal, unggulan ke-8 itu akan berhadapan dengan ganda putra non-unggulan yang permainannya tengah menanjak, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ganda putra Malaysia itu menyingkirkan Liu Cheng/Zhang Nan dari Tiongkok, 21-19, 17-21, 21-12, di perempat final.

Fajar/Rian baru sekali bertemu dengan Chia/Soh dan ganda Indonesia itu kalah di babak kedua Malaysia Masters 2019, Januari lalu.

Pada laga terakhir Jumat, secara mengejutkan Praveen/Melati menang 16-21, 21-12, 21-17 atas ganda campuran Thailand yang menempati unggulan keempat turnamen ini, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Lawan berat menanti ganda campuran Indonesia itu di semifinal. Mereka akan berhadapan dengan unggulan teratas dan favorit juara asal Tiongkok, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Telah tiga kali dua ganda campuran itu bertemu di lapangan dan ketiganya dimenangi oleh Zheng/Huang, termasuk di Indonesia Masters pada Januari 2019.

Empat wakil Indonesia lainnya gagal melanjutkan perjalanan ke semifinal. Tunggal putra Tommy Sugiarto ditaklukkan pemain Hong Kong, Ng Ka Long Angus, sementara Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow disingkirkan oleh unggulan ketiga ganda campuran dari Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Langkah dua ganda putri juga terhenti di babak delapan besar. Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta kalah dari unggulan ke-7 Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto, lalu unggulan ke-4 Apriyani Rahayu/Greysia Polii menyerah kepada Chen Qingchen/Jia Yifan, unggulan ke-5 dari Tiongkok.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR