LIGA CHAMPIONS

Tim juara jarang menghasilkan pencetak gol terbanyak

Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo menjalani latihan di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina, Jumat (25/5/2018) sebelum menghadapi Liverpool dalam partai final Liga Champions di lokasi yang sama, Sabtu (26/5/2018).
Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo menjalani latihan di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina, Jumat (25/5/2018) sebelum menghadapi Liverpool dalam partai final Liga Champions di lokasi yang sama, Sabtu (26/5/2018). | Armando Babani /EPA-EFE

Partai final Liga Champions malam ini waktu Eropa (Sabtu, 26/5/2018) atau Minggu (27/5) dini hari WIB bakal mempertemukan juara bertahan Real Madrid dengan Liverpool. Pertemuan dua klub itu juga dipercaya menjadi panggung pencetak gol terbanyak alias top scorer.

Cristiano Ronaldo, bintang Madrid, masih memimpin daftar top scorer dengan 15 gol. Sedangkan Mohamed Salah berada di posisi kedua dengan nilai 10. Apakah Salah mampu membalap koleksi gol Ronaldo hanya dalam satu laga?

Rasanya bakal sulit.

Namun, Salah boleh berharap dirinya tak jadi top scorer dan Liverpool menjadi juara. Maklum, dari data yang dipelajari Lokadata Beritagar.id, jawara Liga Champions justru jarang menghasilkan top scorer.

Pencetak gol terbanyak yang dimaksud atau dihitung UEFA di sini bukan termasuk sejak fase penyisihan. Jadi UEFA menghitung perolehan gol masing-masing pemain mulai fase grup atau babak utama.

Contohnya bisa dilihat pada kasus Dennis Viollet, penyerang Manchester United pada musim 1955-56 atau masih era Piala Champions. Mencetak total 9 gol, Viollet justru tidak dihitung sebagai pencetak gol terbanyak.

UEFA justru menetapkan penyerang Madrid Alfredo Di Stefano sebagai pemain tertajam meski koleksi golnya cuma 7. Penyebabnya, 5 dari 9 gol Viollet dicetak pada dua fase penyisihan.

Jumlah gol Di Stefano pada musim itu pun masih kalah dari koleksi 8 gol pemain Partizan Belgrade, Milos Milutinovic. Namun, status pencetak gol terbanyak pun tidak menghampiri Milutinovic pun karena 6 dari 8 golnya dicetak pada fase penyisihan.

Demikian pula nasib Michel Platini (Juventus) yang sama-sama mencetak 7 gol seperti Torbjorn Nilsson (IFK Goteborg) pada musim 1984-85. UEFA menetapkan Nilsson sebagai pencetak gol terbanyak lantaran 5 dari 7 gol Platini dicetak pada masa penyisihan.

Kembali ke pencetak gol terbanyak sejak 1956 hingga 2017, hanya 14 kali yang datang dari tim juara. Sementara dari tim bukan juara mencapai 38 kali.

Pencetak gol terbanyak setiap musim
Pencetak gol terbanyak setiap musim | Lokadata /Beritagar.id

Dari sisi individu si pemain, Ronaldo adalah raja top scorer. Kapten timnas Portugal ini sudah enam kali menjadi pemain tertajam di Liga Champions, diikuti Gerd Muller--legenda Jerman dan Bayern Munich--dan Lionel Messi (Barcelona/Argentina) dengan 5 gol.

Ronaldo bahkan pencetak gol terbanyak dalam satu musim, 17 gol, pada 2013-14. Ronaldo adalah 1 dari 3 pemain Madrid yang pernah menjadi pencetak gol terbanyak secara beruntun.

Total ada 8 pemain dari enam klub yang mampu menjadi pencetak gol terbanyak. Sementara di bawah Madrid; Barcelona, Bayern, Goteborg, MU, dan Olympique Marseille hanya memiliki seorang pemain yang mampu menjadi top scorer secara beruntun.

Cristiano Ronaldo adalah pemain paling tajam di Liga Champions.
Cristiano Ronaldo adalah pemain paling tajam di Liga Champions. | Lokadata /Beritagar.id

Ronaldo terlihat sudah 5 musim beruntun menjadi pemain tertajam di Liga Champions dan dua musim terakhir dilengkapi dengan gelar juara beruntun. Kini, Ronaldo pun hampir pasti bisa mempertajam rekornya, baik Madrid kembali juara maupun tidak.

Andai Madrid juara, Ronaldo bisa menyamai rekor Di Stefano yang sempat menjadi top scorer dan juara dalam tiga musim beruntun.

Adapun mengapa tim juara jarang menghasilkan pencetak gol terbanyak sebenarnya bisa dirujuk kepada sikap masing-masing pemain. Para pemain kerap mengatakan rekor individu adalah nomor dua ketimbang mengejar trofi juara.

Namun, Ronaldo tetap mengejar keduanya. Baginya, mencetak gol tentu akan memberi peluang kepada Madrid untuk kembali mencetak rekor baru--juara tiga kali beruntun.

"Kami memainkan partai final dan suporter ada di belakang Cristiano," ujar pemain 33 tahun ini dikutip The Independent.

Gol terbanyak tercipta pada musim 2013-14, 17 gol.
Gol terbanyak tercipta pada musim 2013-14, 17 gol. | Lokadata /Beritagar.id
BACA JUGA