DJARUM SUPERLIGA 2019

Tim putra PB Djarum hentikan dominasi Musica

Tim bulu tangkis Djarum Kudus merayakan kemenangan setelah mengalahkan tim Musica Trinity dalam laga Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).
Tim bulu tangkis Djarum Kudus merayakan kemenangan setelah mengalahkan tim Musica Trinity dalam laga Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). | M Agung Rajasa /Antara Foto

Tim putra PB Djarum Kudus akhirnya berhasil mengangkat trofi Djarum Superliga Badminton 2019 dan menghentikan dominasi Musica Trinity. Pada final yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019), Djarum Kudus menang 3-1.

Untuk pertama kali sejak edisi perdana kejuaraan berlangsung pada 2007, PB Djarum Kudus berhasil mengangkat trofi turnamen tersebut. Prestasi tertinggi sebelumnya adalah runner up pada 2015 dan 2017. Mereka dikalahkan Musica Trinity pada dua final itu.

Musica, juara pada empat penyelenggaraan sebelumnya (2013, 2014, 2015, dan 2017), sempat unggul lebih dulu ketika tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan Ihsan Maulana Mustofa, 21-15, 20-22, 21-18, dalam pertarungan yang berlangsung selama 77 menit.

Akan tetapi Djarum berhasil bangkit untuk merebut tiga kemenangan beruntun. Ganda putra Djarum, Kevin Sanjaya/Mohamad Ahsan menyamakan kedudukan 1-1 melalui kemenangan dua gim langsung atas Fajar Alfian/Vladimir Ivanov, 21-18, 21-14.

Kemudian Shesar Hiren Rhustavito secara mengejutkan menang 19-21, 25-23, 21-14 atas pemain andalan tim nasional Indonesia, Jonatan Christie, untuk membawa Djarum berbalik unggul 2-1.

Akbar Bintang Cahyono/Barry Anggriawan menjadi penentu kemenangan Djarum Kudus. Ganda putra tersebut menang 21-15, 21-11 atas pemain Korea Selatan yang disewa Musica Trinity, Kim Sa Rang/Lee Yong Dae.

Kemenangan tersebut membuat skor menjadi 3-1, sehingga laga terakhir yang dijadwalkan antara Ikhsan Leonardo Rumbay dari Djarum melawan Chico Aura Dwiwardoyo tak perlu dilangsungkan.

“Kuncinya tadi di Vito (Shesar). Begitu Vito menang, kami main santai dan nothing to lose. Kalaupun kalah masih ada partai kelima. Jadi kami main lepas dan maksimal,” kata Berry usai pertandingan, dikutip BadmintonIndonesia.org.

"Saya senang karena bisa membawa PB Djarum jadi juara. Karena saya dari kecil kan sudah di PB Djarum," tambah Akbar.

Kemenangan Akbar/Barry tersebut langsung disambut dengan suka cita oleh para penggawa Djarum Kudus yang langsung berhamburan ke lapangan untuk merayakannya.

Manajer tim PB Djarum, Fung Permadi, gembira dan lega karena setelah gagal pada dua final sebelumnya, mereka berhasil pada kesempatan ketiga. "Kalau dibandingkan dengan superliga sebelumnya, tahun ini kita jauh lebih siap walaupun tidak menggunakan jasa pemain asing," kata Fung.

Ia menyatakan hasil tersebut sesuai dengan prediksi mereka, terutama kemenangan Shesar dan Akbar/Berry di pertandingan ketiga dan keempat.

"Akbar dan Vito (Shesar) sebetulnya sudah bukan dikategorikan pemain muda lagi, tapi mereka adalah harapan kita yang belum sempat mengukir prestasi secara menonjol. Melalui kejuaraan ini, mereka berhasil membuktikan kualitas dan perjuangannya dengan menyumbang poin untuk kemenangan tim," jelas Fung.

Manajer Musica Trinity, Effendy Wijaya, mengakui bahwa para pemain Djarum memiliki kekuatan yang merata dan tampil amat baik sepanjang turnamen.

"Kami salut dan bangga sama PB Djarum karena tidak pakai pemain asing. Artinya kualitas pemain Indonesia semakin membaik," ujar Effendy.

Meski gagal mempertahankan gelar dan melanjutkan dominasi mereka, Effendy menyatakan tetap puas terhadap perjuangan para pemainnya dalam kejuaraan tersebut.

Mutiara Cardinal juara beregu putri

Pebulu tangkis tunggal putri tim Mutiara Cardinal Hanna Ramadini mengekspresikan kemenangan seusai mengalahkan pemain Jaya Raya Jakarta, Sri Fatmawati, pada Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019).
Pebulu tangkis tunggal putri tim Mutiara Cardinal Hanna Ramadini mengekspresikan kemenangan seusai mengalahkan pemain Jaya Raya Jakarta, Sri Fatmawati, pada Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019). | M Agung Rajasa /Antara Foto

Sebelumnya, pada final beregu putri yang berlangsung Sabtu (23/2), PB Mutiara Cardinal Bandung berhasil mengangkat trofi. Mereka menundukkan PB Jaya Raya Jakarta dengan skor telak, 3-0.

Sebagai tuan rumah, para pemain Mutiara Cardinal bermain gemilang. Cheung Ngan Yi tak mengalami kesulitan berarti saat memberi angka pertama dengan mengalahkan Vu Thi Trang, 22-20, 21-13.

Maretha Dea Giovani/Yulfira Barkah menjadikan skor 2-0 setelah menang mudah, 21-18, 21-8, atas Jauza Fadhila Sugiarto/Virni Putri.

Hanna Ramadini kemudian menjadi penentu kemenangan. Sempat kalah pada gim pertama, Hanna merebut dua gim beruntun untuk menang 15-21, 21-16, 21-14.

Ini adalah trofi beregu putri kedua beruntun bagi Mutiara Cardinal. Manajer tim, Umar Djaidi, mengaku tak menyangka bisa mempertahankan trofi.

"Jujur saja, tiga partai pertama kita sudah sangat waspada. Kita harus bisa mencuri poin di partai pertama sampai ketiga. Tapi nyatanya kita bisa menang 3-0. Hasil ini benar-benar di luar dugaan. Hari ini membuktikan bahwa apa yang terjadi dilapangan sangat berbeda dengan statistik di atas kertas,” kata Umar, dinukil TribunSport.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR