TIMNAS INDONESIA

Timnas Indonesia kemungkinan besar punya pelatih baru

Septian David Maulana (kiri) mencoba melewati pemain Mauritius St Martin Walter (kanan) dalam partai persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018). Timnas Indonesia yang menang 1-0 kemungkinan besar bakal memiliki pelatih baru.
Septian David Maulana (kiri) mencoba melewati pemain Mauritius St Martin Walter (kanan) dalam partai persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018). Timnas Indonesia yang menang 1-0 kemungkinan besar bakal memiliki pelatih baru. | Akbar Nugroho Gumay /Antara Foto

Kurang dari dua bulan lagi, timnas Indonesia akan mengikuti turnamen rutin Piala AFF 2018. Namun, hingga kini, posisi pelatih timnas masih lowong.

Pelatih terdahulu Luis Milla Aspas hampir pasti tak akan meneruskan kontrak dua tahunnya yang sudah usai selepas Asian Games 2018. Bahkan pelatih 51 tahun itu langsung pulang kampung ke Spanyol, Agustus lalu.

PSSI sebenarnya sudah menawari Milla kontrak baru berdurasi satu tahun. Namun, hingga Jumat (14/9/2018), Milla belum memberi jawaban dan tenggatnya adalah Sabtu esok (15/9).

Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, keputusan nasib Milla akan diumumkan pada Kamis (20/9) mendatang. Maklum pada hari itu, PSSI akan mengadakan rapat internal.

Tisha secara pribadi ingin Milla tetap menangani timnas Indonesia. Maklum, ia menilai timnas kerap mengganti pelatih sehingga stabilitas terganggu.

"Kami sudah keseringan ganti pelatih. Kami harus kerja keras selama 24 jam demi mempertahankannya. PSSI dan perangkatnya harus antisipasi soal gagalnya memperpanjang kontrak Milla. Jadi, kami pasti punya rencana-rencana lainnya," ujar Tisha dalam Viva, Rabu (12/9).

Salah satu isu yang diduga menjadi berlarutnya jawaban dari Milla adalah tunggakan gaji. Menurut lansiran detiksport, Rabu (12/9), PSSI menunggak tiga bulan gaji Milla senilai total Rp6,9 miliar. Sedangkan rumah sewaan Milla selama timnas melakukan pemusatan latihan di Bali pun urung dibayar PSSI.

Sementara Ketua PSSI, Edy Rahmayadi, yang kini berada di Medan karena tugasnya sebagai Gubernur Sumatra Utara, menyatakan urusan gaji Milla seharusnya tidak perlu jadi konsumsi publik dan hanya menjadi urusan internal PSSI.

Dalam Kumparan, Jumat (14/9), Edy enggan mengonfirmasi apakah kabar tunggakan gaji itu benar adanya. Yang jelas, mantan Panglima Kostrad TNI Angkatan Darat ini mengaku siap membayar berapapun uang yang diminta Milla.

"Kalau gajinya, itu urusan Ketua PSSI, bukan urusan kalian. Ketua PSSI nanti yang menggaji. Kalau saya sampaikan di sini, memang media mau membayar?" tutur Edy dilansir Jawa Pos (h/t Indosport).

Di sisi lain menurut anggota Komite Eksekutif PSSI, Refizal, lembaganya sudah menyiapkan pengganti Milla apabila jawaban tak kunjung datang. "Ya, ada alternatifnya dan Insya Allah bagus," ujar Refrizal kepada Suara.com tanpa menjelaskan sosoknya, Kamis (13/9).

Refrizal lebih lanjut menjelaskan kriteria pelatih yang layak menangani timnas Indonesia. Ia harus memiliki lisensi kepelatihan A, punya reputasi bagus, memiliki prestasi bersama timnas, dan lebih disukai apabila mengantongi lisensi A Pro.

Saat ini beredar dua nama pelatih, Widodo Cahyono Putro dari Bali United dan Simon McMenemy dari Bhayangkara FC. Namun, gosip paling kencang menyebut McMenemy.

Bila melihat kriteria yang diajukan Refrizal, tentu saja McMenemy paling memenuhi syarat. Apalagi Bhayangkara FC sudah siap jika pelatih asal Skotlandia itu memang dibutuhkan oleh timnas Indonesia.

Hal itu disampaikan COO sekaligus manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji. Meski demikian, seperti ditulis Bola.com, sejauh ini belum ada pembicaraan yang konkret.

"...Belum ada keputusan atau mengarah ke positif," kata AKBP Sumardji.

Sementara McMenemy yang membawa Bhayangkara juara Liga 1 Indonesia 2017 mengaku sudah menerima banyak pesan yang menanyakan hal itu. Namun, pelatih yang sempat melatih timnas Filipina pada 2010 ini menegaskan tak ada yang bisa diutarakan.

Berbicara seusai mengantarkan Bhayangkara menang 1-0 atas Perseru Serui dalam Liga 1, Rabu (12/9), pelatih 40 tahun itu mengaku tak terganggu dengan segala isu itu karena tugasnya tetap sama.

"Saya tetap berkomitmen pada Bhayangkara, saya harus mengantar mereka meraih kemenangan. Saya merasa tersanjung karena semua orang mengaitkan dengan timnas Indonesia.

"Tapi sekali lagi saya tak terpengaruh. Tugas saya tetap membawa Bhayangkara mempertahankan gelar juara Liga 1. Jadi saya tetap di sini sampai hal itu berubah," ujar McMenemy yang juga pernah menangani klub Mitra Kukar ini.

Simon McMenemy Tersanjung Dikaitkan dengan Timnas Indonesia /Breaking News Indonesia
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR