PERTANDINGAN PERSAHABATAN

Timnas U-23 canggung dalam persiapan ke SEA Games

Foto ilustrasi. Pemain timnas Indonesia U-23 Gian Zola Nasrulloh (tengah) beraksi saat menjalani latih tanding dengan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (2/6/2019).
Foto ilustrasi. Pemain timnas Indonesia U-23 Gian Zola Nasrulloh (tengah) beraksi saat menjalani latih tanding dengan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (2/6/2019). | Hendra Nurdiyansyah /Antara Foto

Persiapan timnas Indonesia U-23 menuju SEA Games 2019 diwarnai permainan canggung. Gambaran itu terlihat dari laga perdana Garuda Muda dalam turnamen non-kompetitif Merlion Cup di Singapura, Jumat (7/6/2019).

Timnas U-23 menyerah 1-2 kepada Thailand di Stadion Jalan Besar sehingga hanya akan merebut posisi ketiga dengan Filipina dalam turnamen yang juga diikuti tuan rumah Singapura ini. Adapun Filipina kalah 0-3 dari Singapura pada hari yang sama.

Indonesia sudah tertinggal dua gol hanya dalam 12 menit awal. Pada menit kelima, pelanggaran Bagas Adi Nugroho di kotak terlarang menghadirkan penalti untuk Thailand.

Saringkan Promsupa berhasil memperdaya kiper Satria Tama. Lantas tujuh menit kemudian, Ekanit Panya mencetak gol kedua. Adapun Indonesia berhasil memperkecil kekalahan melalui pemain termuda (17 tahun) Witan Sulaeman pada menit ke-42.

Permainan Indonesia membaik pada babak kedua sehingga pada akhirnya secara umum mengendalikan permainan hingga 53 persen. Sebaliknya, Thailand mengalami penurunan dibanding penampilannya pada babak pertama.

Meski begitu, Indonesia tetap gagal menciptakan peluang emas dan tak ada tambahan tembakan ke gawang Thailand yang bisa diharapkan menjadi gol. Kerjasama antarpemain yang belum padu menjadi penyebab.

Para pemain Indonesia kurang taktis dalam mengirim bola. Dengan pressing ketat dari para pemain Thailand, sebagian pemain Indonesia kerap terlambat mengoper bola.

Dari segi pertahanan, Indonesia juga masih canggung --terutama ketika dari transisi menyerang. Ini bisa dilihat dari proses gol kedua Thailand.

Membuat pertahanan zonal, pertahanan Indonesia justru dengan mudah ditembus Sittichok Paso hingga ujung lapangan. Sittichok bahkan mampu mengirim bola silang tanpa halangan, sementara Ekanit berlari menyambut bola tanpa kawalan.

Proses gol kedua Thailand ke gawang Indonesia.
Proses gol kedua Thailand ke gawang Indonesia. | Indosiar

Skuat Indonesia kali ini memang banyak diisi para pemain baru sehingga harmonisasi antarpemain butuh waktu. Namun di lini belakang, mayoritas pemain yang tampil sudah bersama sejak menjuarai ajang Piala AFF U-22 dengan mengalahkan Thailand.

Itu sebabnya kesalahan elementer dalam mengawal lawan dan daerah pertahanan semestinya tidak menjadi pekerjaan rumah. Pelatih Indra Sjafri mengakui semua gol Thailand dipicu kesalahan individu pemain.

" Proses gol ke gawang kami disebabkan kesalahan individual, hal tersebut akan kami terus perbaiki agar pada laga selanjutnya tidak terulang," kata Indra dalam laman PSSI.

Lebih lanjut Indra mengatakan timnya perlu adaptasi karena dihuni banyak pemain baru. Ajang ini juga dijadikan sebagai pemantauan pemain dan persiapan menuju SEA Games 2019 pada November nanti di Filipina.

Namun sehari sebelumnya, Indra sempat berkilah bahwa timnya sudah siap menghadapi Thailand. Apalagi, ujar pelatih yang pernah membawa timnas U-19 juara AFF ini, timnya sudah tahu kekuatan dan kelemahan Thailand.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa ajang Merlion Cup akan dijadikan sebagai penentuan kerangka pemain inti untuk SEA Games. Meski begitu tim inti berkekuatan 23 pemain baru bisa diketahui pada Oktober.

"Paling tidak pada Oktober nanti sudah tergambar 23 pemain untuk SEA Games 2019. Artinya pada bulan ini, kerangka tim telah terlihat," ujar Tisha.

Perbaikan yang dijanjikan Indra bisa ditunggu saat menghadapi Filipina untuk merebut ketiga di stadion yang sama pada Minggu (9/6) pukul 15.30 WIB. Foxsports Asia mengatakan Filipina dihuni para pemain tidak berpengalaman, tapi Indonesia juga perlu membenahi intensitas permainannya.

Ini adalah perjalanan lanjutan timnas U-23 setelah gagal melaju ke Piala Asia dari kualifikasi. Pada masa kualifikasi Maret lalu, Indonesia kalah dari Thailand dan Vietnam serta menang dari Brunei Darussalam.

Adapun sebelum tampil di Merlion Cup, Indonesia sekali melakoni latih tanding di dalam negeri. Mereka bermain 0-0 dengan PSIM Yogyakarta pada 2 Juni.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR