PIALA PRESIDEN 2018

Trigol Simic bawa Persija dekati final

Penyerang Persija Jakarta Marko Simic (kiri) melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang PSMS Medan pada pertandingan semifinal leg I Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2018).
Penyerang Persija Jakarta Marko Simic (kiri) melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang PSMS Medan pada pertandingan semifinal leg I Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2018). | Mohammad Ayudha /Antara Foto

Persija Jakarta melangkah mendekati final Piala Presiden 2018 setelah menang 4-1 atas PSMS Medan pada leg pertama semifinal yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu malam (10/2/2018).

Penyerang Marko Simic menjadi pahlawan Macan Kemayoran dengan mencetak trigol, alias hattrick, ke gawang PSMS yang dijaga kiper Abdul Rohim.

Tiga gol awal Persija terjadi hanya dalam periode 15 menit pertama pertandingan tersebut.

Gol pertama Simic terjadi saat pertandingan baru berjalan 4 menit dari bola tendangan bebas yang melengkung masuk ke kanan gawang PSMS. Ia mencetak gol kedua pada menit ke-12 melalui tendangan dari dalam kotak penalti setelah bekerja sama dengan Novri Setiawan dan Ramdani Lestaluhu.

Tiga menit kemudian, bek asal Brasil Jaimerson Silva menambah keunggulan Persija menjadi 3-0 melalui sundulan kepalanya, meneruskan bola tendangan bebas dari Rezaldi Hehanussa.

Wilfried Yessoh memperkecil ketinggalan PSMS dengan golnya pada menit 41, meneruskan bola muntah hasil sepakan Sadney Urikhob.

Namun Simic kembali memperlebar jarak dengan gol ketiganya setelah mendapat umpan dari Ismed Sofyan pada menit ke-74. Skor tak berubah hingga wasit Djumadi Effendi meniup peluit panjang.

Trigol Simic membuatnya berpeluang besar menjadi pencetak gol terbanyak pada Piala Presiden kali ini. Penyerang berusia 30 tahun asal Kroasia itu sudah mencetak 8 gol, unggul tiga gol dari pesaing terdekatnya, gelandang serang Bali United, Stefano Lilipaly.

Bali United akan menjalani leg pertama semifinal melawan tuan rumah Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu malam (11/2).

Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih Macan Kemayoran, Stefano "Teco" Cugurra, memuji performa Simic, yang disebutnya tampil dengan penuh komitmen dan kerja keras.

"Dia bagus, dia ikut sistem dari tim, dia orang yang bekerja keras di latihan, terus dia punya konsentrasi di latihan, dan di pertandingan pasti siap untuk bantu tim di sini buat cetak gol," ujar Teco, dikutip Bola.net.

Pujian untuk Simic bahkan juga datang dari pelatih tim lawan, Djadjang Nurdjaman, yang menyebutnya sebagai pembelian terbaik Persija musim ini.

Secara keseluruhan, Teco menyatakan puas dengan permainan tim yang diperlihatkan para pemain Persija. Mereka bermain menekan sejak pertandingan dimulai dan berhasil mematikan Wilfreid Yessoh dan Sadney Urikhob, dua pemain PSMS yang disebut Teco amat berbahaya.

Walau, tentu saja, puas dengan hasil malam itu, pelatih asal Brasil tersebut mengingatkan pasukannya agar tetap menjaga konsentrasi karena masih ada leg kedua yang berjarak hanya dua hari, Senin (12/2).

Soal susunan pemain, Teco diperkirakan bakal menurunkan banyak pemain cadangan pada leg kedua. Pasalnya, hanya dua hari setelah laga itu, Persija mesti terbang ke Malaysia untuk bertanding melawan Johor Darul Ta'zim pada ajang Piala AFC 2018.

"Kami lihat besok (Minggu), apakah ada pemain yang capai atau cedera. Recovery sangat singkat," tegas Teco, menukil Goal.com.

Leg kedua juga akan berlangsung di Stadion Manahan dan satu-satunya cara PSMS untuk menghentikan laju Persija ke final adalah menang dengan selisih lebih dari tiga gol, minimal 4-0. Apalagi pada leg kedua giliran Persija yang berstatus sebagai tuan rumah.

Dua leg semifinal ini dilangsungkan di Solo karena kandang PSMS, Stadion Teladan di Medan, tengah menjalani renovasi. Mereka lalu memilih Manahan sebagai kandang.

Ternyata Persija kemudian memutuskan menjadikan stadion tersebut sebagai kandang mereka juga untuk leg kedua. Alasannya, mengutip Viva.co.id, jarak antara kedua leg itu terlalu mepet dan memperoleh izin bertanding di Manahan lebih mudah ketimbang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang tengah disiapkan untuk Asian Games 2018.

Meski jalan berat mengadang Ayam Kinantan, Djadjang Nurdjaman menegaskan bahwa mereka belum mengibarkan bendera putih.

"Memang perjuangan untuk laga lusa sangat berat bagi kami. Butuh kemenangan telak. Persija punya modal kuat, tapi kami belum menyerah," ujar Djadjang, yang mengakui kebobolan tiga gol dalam 15 menit awal telah meruntuhkan mental pasukannya.

"Ada yang perlu diperjuangkan. Kami akan melakukan sesuatu. Pemain memang terlihat keletihan, mungkin ada rotasi untuk pertandingan berikutnya."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR