SERIE A ITALIA

Trofi ke-7 beruntun Juve dan komitmen Allegri

Para penggemar Juventus merayakan keberhasilan klub kesayangan mereka merebut gelar juara Serie A Italia untuk tujuh kali beruntun di Piazza San Carlo, Turin, Italia, Minggu (13/5/2018).
Para penggemar Juventus merayakan keberhasilan klub kesayangan mereka merebut gelar juara Serie A Italia untuk tujuh kali beruntun di Piazza San Carlo, Turin, Italia, Minggu (13/5/2018). | Alessandro Di Marco /EPA-EFE

Juventus membuktikan diri sebagai klub terbaik di Italia dan terus mencatatkan rekor yang sepertinya bakal sulit disamai oleh klub-klub lain di Serie A.

Pada Minggu (13/5/2018) Si Nyonya Tua--begitu julukan mereka--memastikan trofi Serie A ke-7 beruntun setelah bermain imbang tanpa gol dengan AS Roma di Stadion Olympico, Roma.

Hasil tersebut menambah poin Juventus menjadi 92 poin, unggul empat poin atas Napoli dengan hanya satu pertandingan tersisa pada musim 2017/18 ini. Dengan demikian, apapun hasil pertandingan terakhir melawan Verona di kandang, Minggu (20/5), tak bakal menggeser pasukan Massimiliano Allegri dari tahta.

Pada hari yang sama Napoli menang 2-0 di Sampdoria dan mendapatkan jumlah poin terbanyak sepanjang sejarah mereka, 88, tetapi tak cukup untuk menjaga peluang mereka guna kembali menjadi juara Serie A setelah terakhir pada musim 1989/90 dalam era Maradona.

Trofi Serie A untuk Juventus itu adalah yang ke-35 dalam sejarah panjang mereka. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan klub-klub lain dalam lima liga terbesar di Eropa--Italia, Inggris, Spanyol, Jerman, dan Prancis. Real Madrid, 33 gelar juara La Liga Spanyol, adalah pesaing terdekat.

"Rasanya luar biasa karena tidak pernah mudah untuk menang," kata Allegri, yang merebut trofi Serie A keempatnya selama empat musim melatih Juventus.

"Ada para pemain di sini yang telah merebut seluruh tujuh gelar juara dan layak mendapat penghormatan pada Sabtu nanti di depan para pendukung di kandang. Kami ingin merayakannya bersama-sama di Turin."

Pada Kamis (9/5) dini hari WIB, Juventus lebih dulu merebut trofi Piala Italia dengan menghancurkan AC Milan 4-0 di final. Dengan demikian mereka kini mencatatkan rekor baru sebagai klub pertama yang merebut gelar ganda di Italia selama empat musim beruntun.

"Tak mudah untuk mempertahankan mentalitas yang tepat hanya beberapa hari setelah menang pada final Copa Italia," kata pelatih berusia 50 tahun itu. "Saya pikir kekuatan terbesar adalah tetap tenang dalam segala situasi. Anda akan mencapai tujuan akhir dengan melangkah setahap demi setahap."

Mental kuat para pemain Juventus itu juga mendapat pujian dari pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco. Ia menyatakan mereka bisa tetap bersatu menghadapi segala kesulitan.

"Mereka adalah sebuah contoh untuk ditiru tim-tim lain," tegasnya.

Hasil imbang tersebut juga memastikan Roma (74 poin) akan kembali berlaga di Liga Champions musim depan. Mereka terbantu kekalahan 1-2 Inter Milan dari Sassuolo.

Pada pertandingan terakhir Roma akan tandang ke Sassuolo. Kalaupun kalah, Serigala Roma akan berakhir setidaknya di peringkat ke-4 Serie A sehingga satu tiket ke kualifikasi Liga Champions ada dalam genggaman.

Komitmen Allegri

Pelatih kepala Juventus Massimiliano Allegri (kedua dari kiri) merayakan gelar juara Serie A bersama Paulo Dybala (kiri) dan Federico Bernardeschi usai imbang 0-0 di kandang AS Roma, Minggu (13/5/2018).
Pelatih kepala Juventus Massimiliano Allegri (kedua dari kiri) merayakan gelar juara Serie A bersama Paulo Dybala (kiri) dan Federico Bernardeschi usai imbang 0-0 di kandang AS Roma, Minggu (13/5/2018). | Riccardo Antimiani /EPA-EFE

Usai pertandingan di Stadion Olympico tersebut, Allegri menyatakan akan tetap bertahan melatih Si Nyonya Tua.

Sebelumnya beredar kabar Allegri diincar oleh klub Liga Primer Inggris, Arsenal, setelah Arsene Wenger memutuskan pensiun pada akhir musim ini.

Allegri memang pernah menyatakan bahwa ia tak menutup kemungkinan untuk hijrah ke Liga Inggris, bahkan diketahui sudah mulai belajar bahasa Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Namun, saat ditanya para wartawan mengenai masa depannya usai pertandingan melawan Roma, sang pelatih Juventus menepis kemungkinan akan meninggalkan klub tersebut.

"Kalau mereka (direksi Juve) tidak mengusir saya, saya pikir saya akan tetap di Juve tahun depan," ujar Allegri.

Ia bahkan mengindikasikan telah menyiapkan dirinya dan klub, termasuk rencana transfer pemain, untuk bisa mempertahankan prestasi mereka di liga domestik dan menancapkan kuku di Eropa musim depan.

"Selalu ada motivasi di Juventus. Tahun depan, akan ada beberapa pemain yang pergi dan yang datang. Tujuannya adalah berlari mengejar setiap target," paparnya kepada Mediaset Premium (h/t ESPN).

"Anda harus bekerja untuk diri sendiri dan menemukan motivasi bagi diri sendiri juga, menetapkan target personal sekaligus target bagi grup."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR