Tugas berat menanti Susi Susanti

Legenda bulu tangkis Indonesia Susi Susanti menjawab pertanyaan media usai jumpa pers Blibli.com Li Ning Superliga Junior 2016 di Jakarta, Rabu (16/11/2016).
Legenda bulu tangkis Indonesia Susi Susanti menjawab pertanyaan media usai jumpa pers Blibli.com Li Ning Superliga Junior 2016 di Jakarta, Rabu (16/11/2016). | Hedi Novianto /Beritagar.id

Siapakah yang bisa melatih dan mengembangkan prestasi seorang pemain bulu tangkis dengan baik selain seorang legenda?

Sepertinya hal itulah yang menjadi pertimbangan Wiranto, ketua Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) saat memutuskan untuk meminta Susi Susanti menjadi Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) untuk masa tugas 2016-2020.

PBSI, menurut Wiranto kepada Antaranews (4/12), telah terlebih dahulu melakukan kajian mulai dari rekam jejak hingga pengalaman para calon pengurus selama berkecimpung di dunia bulu tangkis.

"Kami juga meng-cross-check tentang tokoh yang bersangkutan. Kalau ternyata keliru, saya akan memintanya mundur dan digantikan dengan yang baru. Jadi jangan persulit diri sendiri," kata pria yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) itu.

Susi menjadi perempuan pertama yang menjadi Kabid Binpres sepanjang sejarah PBSI. Ia menempati posisi yang sebelumnya juga diisi oleh seorang legenda, Rexy Mainaky.

Siapa yang tak kenal Susi Susanti? Perempuan yang kini berusia 45 tahun itu termasuk salah satu pebulu tangkis populer dan sarat prestasi di dunia.

Pada era akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Susi mendominasi tunggal putri dunia. Berbagai gelar direbutnya, termasuk empat trofi All England, lima kali juara Indonesia Open, enam medali emas Grand Prix Dunia, dan menjadi atlet Indonesia pertama yang merebut medali emas Olimpiade di Barcelona 1992.

Di kejuaraan beregu, ia ikut dalam tim Indonesia yang menjuarai Piala Sudirman 1989 dan dua kali memimpin tim putri menjuarai Piala Uber 1994 dan 1996.

Rangkaian prestasi itu membuatnya masuk dalam Hall of Fame Badminton World Federation (BWF) pada 2004.

Hingga kini, belum ada lagi pebulu tangkis putri Indonesia yang bisa menyamai, atau mendekati, pencapaian perempuan kelahiran Tasikmalaya itu. Bahkan, performa tunggal putri terus menurun sejak Susi memutuskan pensiun pada 1997.

Kini tugas berat menanti istri dari Alan Budi Kusuma tersebut. Ia bertanggung jawab atas prestasi para pebulu tangkis nasional selama, setidaknya, empat tahun ke depan.

Dalam wawancara dengan CNN Indonesia (4/12/2016), Susi menyatakan siap mengemban tugas tersebut, bahkan langsung memasang target pencapaian.

"Target besar adalah mempertahankan medali emas Olimpiade 2020, setelah itu meraih gelar sebanyak-banyaknya di turnamen individu," tutur Susi.

Untuk turnamen beregu, ia mengakui kondisinya akan lebih sulit karena mental bertandingnya berbeda dengan turnamen individual. Namun ia menyatakan bakal mempersiapkan tim dengan baik untuk kejuaraan beregu, khususnya Piala Sudirman yang akan diselenggarakan di Gold Coast, Australia, 21-28 Mei 2017.

Susi juga yakin takkan kesulitan dalam menjalankan tugas barunya tersebut. Pada periode kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Gita Wiryawan, Susi menjabat sebagai staf ahli bidang pembinaan dan prestasi. Artinya, ia cukup mengenal kelebihan dan kekurangan program yang sudah dijalankan Rexy.

"Hal-hal baik yang ada pasti akan dilanjutkan, sedangkan yang masih kurang tentu bakal diperbaiki," kata dia.

Ketika namanya diumumkan sebagai kabid binpres, banyak orang yang langsung menduga bahwa PBSI bakal fokus pada penggemblengan atlet putri.

"Kita sudah tahu. Sektor putri memang menjadi sorotan. Mungkin itu salah satu dasar Pak Wiranto memilih saya untuk menduduki posisi ini. Ini sektor saya. Makanya saat ini harus mulai dengan kerja keras," tegas Susy, seperti dikutip Harian Terbit (4/12).

Dalam peringkat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), tak ada satupun tunggal putri Indonesia yang masuk dalam 10 besar. Tertinggi adalah Lindaweni Fanetri yang menempati peringkat ke-39.

"Saya harap dalam dua tahun ke depan, Indonesia sudah memiliki pemain tunggal putri yang bisa masuk ke 10 besar atau bahkan melesat ke posisi lima besar," pungkas Susi Susanti.

Dalam menjalankan tugasnya nanti, Susi akan dibantu oleh dua staf ahli binpres, yaitu Christian Hadinata dan Taufik Hidayat.

Klik di sini untuk melihat daftar lengkap Pengurus Pusat PBSI 2016-2020.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR