KUALIFIKASI EURO 2020

Turki taklukkan Prancis untuk pertama kali

Para pemain Turki merayakan kemenangan 2-0 atas Prancis pada kualifikasi Euro 2020 di Konya, Turki (8/6/2019).
Para pemain Turki merayakan kemenangan 2-0 atas Prancis pada kualifikasi Euro 2020 di Konya, Turki (8/6/2019). | Sedat Suna /EPA-EFE

Hasil pertandingan Sabtu malam (8/6/2019) itu akan menjadi satu catatan sejarah yang penting bagi tim nasional Turki. Untuk pertama kali dalam sejarah sepak bola mereka, Turki berhasil menaklukkan juara dunia Prancis. Skornya 2-0.

Kemenangan tersebut terjadi di Stadion Buyuksehir, Konya, Turki, dalam pertandingan Grup H kualifikasi Piala Eropa (Euro) 2020.

Dalam lima pertemuan sebelumnya sejak 1987, Prancis selalu mengalahkan Turki. Catatan selisih gol totalnya pun cukup meyakinkan, 13-2. Akan tetapi rekor tersebut menjadi tak berarti pada malam itu.

Saat menghadapi Turki, pelatih Prancis, Didier Deschamps, menurunkan sembilan pemain yang juga tampil pada final Piala Dunia 2018. Namun performa mereka tampak jauh di bawah standar tim juara dunia.

Berbagai kesalahan dilakukan, termasuk yang menyebabkan gawang Hugo Lloris kebobolan dua gol penyebab kekalahan. Gol pertama terjadi karena bek Prancis, Samuel Umtiti dan Raphael Varane tidak menjaga dengan baik bek Turki Kaan Ayhan yang menyundul masuk bola umpan Merih Demiral pada menit ke-30.

Selang 10 menit kemudian, giliran Paul Pogba yang kehilangan bola, direbut Dorukhan Tokoz yang langsung mengopernya kepada Under. Bebas tak terjaga di kotak penalti Prancis, Under melepaskan tendangan yang tak terjangkau Lloris untuk mencetak gol kedua Turki.

Meski diperkuat dua pemain depan terbaik dunia, Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe, untuk pertama kali dalam 10 tahun terakhir pemain Prancis gagal menendang satu bola pun ke arah gawang lawan. Statistik yang cukup untuk menunjukkan betapa buruknya permainan Les Bleus malam itu.

"Kami mendapat tamparan yang keras malam ini dan kami akan menganalisisnya. Tak ada lagi yang bisa dikatakan," jelas Deschamps dalam Goal.com. "Selamat untuk Turki dan kami harus kembali ke dasar-dasar (sepak bola) kami."

Ia menegaskan bahwa jika para pemain tak menunjukkan keinginan kuat untuk menang dalam sebuah pertandingan maka takkan ada harapan menang melawan tim manapun.

Kemenangan itu membawa Turki selalu menang dalam tiga laga Grup H. Kini mereka memimpin grup dengan sembilan poin, unggul tiga angka dari Prancis dan Islandia. Turki juga telah mencetak 8 gol dan belum pernah kebobolan.

Kebangkitan tim berjuluk Bulan Sabit-Bintang itu terjadi setelah mereka kembali ditangani oleh Senol Gunes, pelatih yang membawa Turki menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2002. Gunes diminta kembali menangani mereka pada Februari 2019.

Sejak ditangani Gunes, yang menggantikan Mircea Lucescu, Turki belum pernah kalah dalam lima pertandingan beruntun.

"Prancis sebenarnya memiliki senjata yang efektif, tetapi justru kami yang bermain efektif di lapangan," kata Gunes mengenai kemenangan itu. (h/t Hurriyet.com)

"Kami memiliki keuntungan besar bermain di kandang. Kami hanya membuka sedikit peluang untuk mereka. Kami menang besar."

Gunes juga menyatakan para pemain tampil disiplin sesuai dengan instruksi sejak pertandingan dimulai. Ditambah dukungan penonton yang terus memberi tekanan kepada para pemain Prancis sepanjang pertandingan, mereka pun berhasil menciptakan sejarah.

"Itu sinergi yang bagus. Kami satu hati," kata pelatih berusia 67 tahun tersebut.

Pada pertandingan lainnya di Grup H, Islandia dan Moldova juga merebut tiga poin tambahan. Mereka sama-sama menang 1-0, masing-masing atas Albania dan Andorra.

Rusia mencatat kemenangan terbesar mereka pasca-Uni Soviet. Beruang Merah menang 9-0 atas San Marino di Mordovia Arena, Rusia. Penyerang Artem Dzyuba mencetak empat gol pada pertandingan Grup I tersebut.

Tim-tim kuat Eropa lainnya juga mencatat kemenangan. Belgia menghantam Kazakhstan 3-0 di Grup I, Jerman menundukkan Belarusia 2-0 di Grup C, Kroasia menang 2-1 atas Wales di Grup E, dan Italia mempermalukan tuan rumah Yunani 3-0 para pertandingan Grup J.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR