CHINA OPEN

Undian berat wakil Indonesia di babak awal

Kevin/Marcus kala menjalani laga final Japan Open 2018 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (16/9/2018) siang WIB.
Kevin/Marcus kala menjalani laga final Japan Open 2018 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (16/9/2018) siang WIB. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Bulu tangkis dunia mulai memasuki masa sibuk. Baru saja kelar Asian Games 2018 pada awal September ini dan Japan Open 2018 akhir pekan lalu, kini para penepuk bulu top level sudah kudu bermain lagi pada Selasa (18/9/2018).

Mereka akan bertanding pada Victor China Open 2018, salah satu turnamen kategori Super 1000 dalam BWF World Tour, hingga Minggu (23/9). Hanya ada dua turnamen lain yang masuk kategori tertinggi ini, yaitu All England dan Indonesia Open.

Menyediakan hadiah total 1.000.000 dolar AS (Rp14,89 miliar), China Open 2018 bakal diikuti semua pebulu tangkis papan atas dunia. Tak terkecuali dengan anak-anak Cipayung--sebutan markas Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Mayoritas pemain papan atas Merah-Putih juga akan turun di kejuaraan yang bakal diselenggarakan di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Tiongkok.

Sayangnya, dalam undian yang telah berlangsung, para pemain Indonesia mendapat hasil tak menguntungkan. Sejumlah pemain tanah air sudah harus bersua dengan para pemain unggulan.

Di sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting sudah harus berjumpa dengan pebulu tangkis legendaris asal Tiongkok, Lin Dan. Sepertinya sudah tak perlu dipertanyakan lagi capaian "Super Lin" dalam kariernya.

Semua kejuaraan bergengsi telah ia dapatkan: Olimpiade, Superseries, Kejuaraan Dunia, hingga Asian Games. Bila ada satu hal yang mengganjal dia kini adalah usia. Umur Lin Dan sudah menginjak angka 34 tahun.

Sejauh ini, kedua pemain sudah dua kali bertemu, yakni pada Yonex Swiss Open 2017 dan Yonex Open Chinese Taipei 2015. Dari dua pertemuan tersebut, Anthony selalu kalah.

Bukan hanya Anthony saja yang harus menghadapi laga berat di pertandingan awal. Demikian juga dengan Jonatan Christie. Jojo--begitu ia biasa disapa--harus bersua Kanta Tsuneyama (Jepang).

Secara peringkat, Jojo (12 dunia) memang lebih unggul dibanding Kanta (20 dunia). Namun, pemain berusia 22 tahun itu, sudah pernah menjuarai turnamen BWF World Tour 500, yakni Thailand Open pada Juli lalu.

Satu bekal yang cukup baik dipetik Jojo pada perhelatan Asian Games kemarin, dengan meraih emas untuk nomor tunggal putra. Kedua pemain, hingga saat ini belum pernah bertemu.

Satu pemain Indonesia lainnya, yakni Tommy Sugiarto, juga beroleh undian tak mengenakkan. Ia harus berhadapan dengan Shi Yuqi, peringkat dua dunia.

Setali tiga uang dengan tunggal putra, sektor ganda putra juga mendapatkan undian yang kurang menguntungkan. Ada enam wakil Indonesia yang bakal turun. Mereka adalah Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, dan Wahyu Nayaka/Ade Yusuf.

Lalu, ada pula Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Berry Angriawan/Hardianto, serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Akan tetapi Ahsan/Hendra diragukan tampil, karena cedera yang diderita Ahsan di Japan Open.

"Sejauh ini keputusannya akan tetap berangkat. Biasanya Ahsan kalau sakit seperti ini dan istirahat beberapa hari bisa pulih lagi. Mudah-mudahan kondisinya membaik dan bisa tanding," ujar asisten pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat dalam Bola.com.

Selain itu, bakal ada perang saudara di sektor ganda putra. Kevin/Marcus bakal menghadapi kompatriotnya di babak awal, Wahyu/Ade. Kalau pun lolos, mayoritas para pemain Indonesia ada di pool atas. Hanya ada Fajar/Alfian yang berada di pool bawah.

Jadi, para ganda putra Indonesia bakal saling bertarung untuk memperebutkan tiket final. Namun, sebelum berbicara terlalu jauh, para wakil Indonesia itu juga harus menghadapi lawan-lawan sulit di babak pertama.

Ricky/Angga bertemu unggulan tujuh asal Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Ahsan/Hendra berjumpa unggulan empat, Liu Cheng/Zhang Nan (Tiongkok).

Berry/Hardianto bersua unggulan enam dari Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.Terakhir, Fajar/Rian ketemu unggulan tiga asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Dari keenam wakil Indonesia itu, harapan terbesar, lagi-lagi, ada di tangan Kevin/Marcus, sang juara bertahan China Open pada 2016 dan 2017. Dua gelar terakhir di Asian Games dan Japan Open 2018 kemarin, jadi modal berharga bagi Minions--julukan mereka.

Kini, Kevin/Marcus juga tengah mengincar juara di tiga turnamen berkategori World Tour 1000. Tahun ini, Minions telah berhasil menggondol trofi All England dan Indonesia Open.

Menurut legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, untuk saat ini hanya cedera yang mampu menghentikan Kevin/Marcus. "Yang bisa menghalangi mereka juara hanya sakit atau cedera. Kalau dalam konfisi fit dan normal, mereka sulit dikalahkan," kata Christian kepada Kumparan.

Sektor lain yang berpotensi mencuri gelar di China Open adalah ganda campuran. Di nomor ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bakal ambil bagian. Di babak pertama, mereka akan menghadapi Yuki Kaneko/Misaki Matsumoto (Jepang). Kedua pemain belum pernah bertemu.

Sedangkan untuk ganda putri, Indonesia bakal mengandalkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Di babak pertama, mereka mendapati lawan relatif mudah, Johanna Goliszewski/Lara Kaepplein (Jerman).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR