FORMULA 1

Vettel finis terdepan di Kanada, tapi juara untuk Hamilton

Pebalap Ferrari Sebastian Vettel (kanan) finis di depan pebalap Mercedes AMG Lewis Hamilton (kiri) dalam lomba balap F1 Grand Prix Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve di Montreal, Minggu (9/9/2019).
Pebalap Ferrari Sebastian Vettel (kanan) finis di depan pebalap Mercedes AMG Lewis Hamilton (kiri) dalam lomba balap F1 Grand Prix Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve di Montreal, Minggu (9/9/2019). | Valdrin Xhemaj /EPA-EFE

Drama terjadi di Sirkuit Gilles Villeneuve di Montreal, Kanada, Minggu (9/9/2019), dalam lomba balap Grand Prix Kanada Formula 1. Pebalap Ferrari, Sebastian Vettel, yang finis terdepan gagal mendapat trofi juara karena pengampu balapan menetapkan Lewis Hamilton dari Mercedes AMG sebagai pemenang.

Vettel terpaksa melorot ke posisi runner-up karena mendapat hukuman penalti lima detik dari pengampu balapan (Race Director). Alhasil Hamilton yang finis di posisi kedua naik menjadi pemenang dan memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara.

Hukuman untuk Vettel dipicu oleh insiden di tikungan tiga pada putaran (lap) ke-48 dari 70 yang ditetapkan. Mobil pebalap Jerman ini melintas di atas rumput di kelok chicane dan kembali ke lintasan di ujung tikungan empat saat Hamilton berusaha menyalipnya.

Menurut Race Director, aksi Vettel melanggar Pasal 38.1 peraturan resmi FIA Formula 1. "Dari video rekaman, petugas menemukan bukti bahwa mobil nomor 5 keluar jalur di tikungan 3 dan kembali ke lintasan pada tikungan 4 dengan sembrono serta memaksa mobil 44 keluar jalur. Mobil 44 harus mengambil tindakan ekstrem agar tak terjadi tabrakan," ujar pernyataan resmi pengawas lomba.

Situasi ketika mobil Ferrari Vettel (kanan) keluar dari rumput di pinggir trek dan kembali ke jalur saat Hamilton (kiri) berusaha menyalipnya.
Situasi ketika mobil Ferrari Vettel (kanan) keluar dari rumput di pinggir trek dan kembali ke jalur saat Hamilton (kiri) berusaha menyalipnya. | Formula 1

Tak lama setelah insiden itu, tim melalui radio mengabarkan bahwa Vettel mendapat hukuman tambahan lima detik. Vettel pun meradang dan tim memintanya tetap fokus menyetir serta balapan.

"Saya tetap fokus, tapi mereka mencuri balapan ini dari kita," katanya.

Vettel memang marah. Dia berkilah tak ada jalur lain yang harus dituju saat berada di atas rumput.

"Lebih baik Anda jadi orang buta. Biarkan dia (Hamilton) lewat dan tak usah kendalikan mobil Anda. Saya harus kemana? Ini dunia yang salah, ini tidak adil," papar Vettel.

Kemarahan Vettel belum mereda. Selepas finis, Vettel memarkir kendaraannya di ujung pit lane dan tidak mengikuti wawancara pascabalapan.

Pebalap 31 tahun ini juga memindahkan tanda nomor 1 di depan mobil Hamilton dengan nomor 2. Adapun tanda nomor 1 diletakkan di ruang kosong tempat mobilnya seharusnya berada.

Vettel kemudian kembali ke ruang pribadinya di belakang garasi tim. Namun, ia muncul saat perayaan pemenang di podium dan berusaha menghibur tim serta para pendukung.

Ferrari pun langsung bersiap mengajukan banding atas hukuman tersebut. Mereka punya waktu 96 jam untuk mengumpulkan bukti dan memasukkan berkas banding.

Sementara Hamilton mengaku tak bisa menikmati trofi kemenangannya seperti seharusnya. Melalui radio kepada tim, pebalap asal Inggris ini menilai tak mau menang dengan keberuntungan dari hukuman untuk lawan.

Hamilton pun dinyatakan finis tiga detik di depan Vettel. "Saya tidak menginginkan kemenangan seperti ini, tapi seharusnya dia membiarkan saya menyalipnya," tukas Hamilton yang mengajak Vettel naik ke podium juara bersama.

Mattia Binotto, Direktur Tim Ferrari, mengatakan bahwa semua orang bisa melihat bahwa Vettel adalah pemenang GP Kanada. Bahkan Binotto, seperti dilansir The Guardian, menyebut Ferrari adalah kendaraan tercepat di lintasan GP Kanada.

"Vettel membalap hingga batas terakhir di setiap tikungan dan ban kami sudah kritis. Ketika mobilnya melintasi rumput, dia tak bisa melakukan apapun," katanya.

Ferrari memang layak mengklaim sebagai pemenang atau tim tercepat di GP Kanada tahun ini. Maklum, baru kali ini mereka bisa finis terdepan pada musim 2019 dari tujuh balapan yang sudah berlangsung -- meski di laman F1 pada akhirnya tetap Mercedes.

Vettel start dari posisi terdepan dan tidak pernah tergusur, termasuk oleh Hamilton yang terus berada di posisi kedua. Sementara pebalap lain Ferrari, Charles Leclerc, finis di posisi ketiga dan Valtteri Bottas dari Mercedes harus puas di tempat keempat.

Hamilton memimpin klasemen pebalap dengan nilai 162, diikuti Bottas (133), dan Vettel (100). "Tentu saya tak mau menang seperti ini...saya memaksa dia membuat kesalahan dan melebar....kami hampir tabrakan, tapi inilah balapan," ujar Hamilton di podium.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR