SEPAK BOLA EROPA

Wajah baru Belgia bersama pelatih Roberto Martinez

Dries Mertens (tengah) mencetak dua gol dalam kemenangan 8-1 Belgia atas Estonia pada Grup H kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Brussels, Belgia, Senin dini hari WIB (14/11/2016).
Dries Mertens (tengah) mencetak dua gol dalam kemenangan 8-1 Belgia atas Estonia pada Grup H kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Brussels, Belgia, Senin dini hari WIB (14/11/2016). | Olivier Matthys /AP Photo

Pada awal, era pelatih Roberto Martinez bersama kesebelasan Belgia tidak menjanjikan. Pertandingan perdananya sejak ditunjuk menggantikan Marc Wilmots pada awal Agustus 2016 berakhir dengan kekalahan.

Bermain di Stadion King Baudouin, Brussels, 1 September, Belgia menyerah 0-2 pada Spanyol. The Mirror selepas laga melaporkan bahwa suporter Belgia tiada henti mengejek Martinez sepanjang babak kedua.

Selain perdana bersama Belgia, itu juga pertandingan pertama Martinez sejak dipecat Everton enam bulan sebelumnya. Dan dalam 11 pertandingan terakhirnya di klub Inggris itu, pelatih berusia 43 tersebut hanya menang satu kali.

Tidak heran suporter Belgia khawatir. Namun tidak demikian dengan sebagian media Belgia.

Koran Het Laaste Niews, misalnya, menulis artikel berjudul "Seorang pria dengan sebuah rencana," (h/t The Daily Mail) menyongsong pertandingan melawan Spanyol--negeri asal Martinez.

Media itu tahu bahwa Martinez punya sesuatu. Pelatih yang dikenal ahli taktik dan gemar pada permainan menyerang ini rela menolak tawaran gaji besar tujuh digit dari Hull City dan usulan kontrak dua tahun bernilai lebih dari GBP20 juta dari Tiongkok.

Martinez memilih Belgia. "Hidup saya sejauh ini sudah cukup mapan dan saya tak pernah berkarier demi uang," katanya soal menolak dua tawaran menggiurkan.

Kontraknya bersama Belgia "hanya" bernilai sekitar GBP750 ribu (Rp12,4 miliar). Belgia menjanjikan bonus sebesar dua kali gaji apabila Martinez berhasil membawa tim ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Pertandingan persahabatan memang belum tentu cocok untuk mengukur kapasitas seorang pelatih atau kesebelasan. Dan enam hari setelah kalah dari Spanyol, Martinez membawa Belgia menang telak 3-0 di kandang Siprus (7/9).

Itu adalah laga perdana di Grup H Zona Eropa kualifikasi Piala Dunia 2018.

Terlepas dari kualitas Siprus di bawah Belgia, permainan racikan Martinez ketika itu tampak berbeda; lebih agresif dalam menyerang. Permainan ofensif itu makin menjadi memasuki laga kedua di Grup H (8/10).

Menjamu Bosnia-Herzegovina, Belgia menang lebih besar--4-0. Selanjutnya tuan rumah Gibraltar dicukur 0-6 (11/10).

Pesta gol Belgia belum berhenti. Senin dini hari WIB (14/11), Belgia menang telak 8-1 atas Estonia. Henri Anier menjadi pemain pertama yang mampu menjebol gawang Belgia dalam empat pertandingan terakhir.

Belgia kini memimpin Grup H dengan rekor 100 persen; menang empat kali, memasukkan 21 gol, dan hanya kebobolan satu gol. Mereka unggul dua poin dari Yunani yang akan dijumpai pada Maret 2017.

Kelihatannya kurang mengundang decak kagum karena empat lawan yang dihadapi Belgia adalah kesebelasan semenjana. Tapi jangan salah, dua kesebelasan di antaranya juga satu grup dengan Belgia ketika kualifikasi Euro 2016--Siprus dan Bosnia-Herzegovina.

Pada kala itu, Belgia bermain 1-1 dan menang 3-0 atas Bosnia serta unggul 1-0 dan 5-0 atas Siprus. Dari jumlah gol ke gawang dua tim itu, Belgia mencatat peningkatan.

Apa perubahan yang dibuat Martinez?

Penyerang Romelu Lukaku, yang mencetak dua gol ke gawang Estonia, menilai racikan permainan Martinez bukan sekadar menyerang. Belgia dibuat efektif dan belajar banyak dari permainan melawan Belanda dalam partai persahabatan yang berakhir 1-1 (10/11).

"Kondisi tim sungguh bagus dan ada kegembiraan dalam tim yang begitu ofensif," tukas penyerang Everton itu kepada VRT (h/t Goal.com).

Seperti halnya Wilmots, yang mentok di perempat final Euro 2016, Martinez diuntungkan dengan generasi pemain emas Belgia. Bahkan kesebelasan Belgia secara kolektif bisa disebut tim termahal di dunia sebab para pemainnya menjadi andalan pelbagai klub besar Eropa.

Namun hanya mengandalkan pemain berbakat tidak cukup. Martinez menguatkan staf kepelatihan. Dia merekrut eks penyerang Prancis dan Arsenal, Thierry Henry.

Martinez mengatakan telah berdiskusi langsung dengan Henry dan mengaku punya pemahaman sama soal permainan. Henry, 39 tahun, ditugaskan menempa mental Belgia.

"Dia akan menghadirkan pengalamannya. Dia adalah bagian tim Prancis dari 1996-1998 yang mengubah mental hingga timnya juara," ujar Martinez soal Henry yang ikut menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Prancis.

 Roberto Martinez (tengah) diapit dua asistennya; Graeme Jones (kiri) dan Thierry Henry dalam latihan di  Neerpede, dekat Brussels, Belgia, pada 3 Oktober 2016.
Roberto Martinez (tengah) diapit dua asistennya; Graeme Jones (kiri) dan Thierry Henry dalam latihan di Neerpede, dekat Brussels, Belgia, pada 3 Oktober 2016. | Julien Warnand /EPA

Pengaruh Henry langsung dirasakan para pemain. Michy Batshuayi, penyerang muda Chelsea, mengaku baru kali ini senang mendengarkan wejangan dari Henry yang sedang menempuh pendidikan kepelatihan pro UEFA.

Eden Hazard, rekan seklub Batshuayi, menyatakan para pemain Belgia mendapat banyak masukan berharga dari Henry. Padahal Henry tak rutin menghadiri latihan tim.

"Bahkan meski dia tidak hadir, tapi dia menyiapkan segala yang diperlukan para pemain agar bisa menampilkan permainan terbaik," ujar Hazard dikutip The Sun.

Inilah salah satu wujud rencana Martinez. Pelatih yang pernah membawa Wigan Athletic juara Piala FA Inggris ini ingin menjadikan Belgia seperti Prancis dan Spanyol--kesebelasan juara dari Eropa.

Martinez juga mengupayakan staf pelatih yang optimal. Keinginannya merekrut pelatih kiper Inaki Bergara --stafnya di Swansea City, Wigan, dan Everton-- tidak diizinkan Belgia karena keterbatasan anggaran dana.

Namun Martinez tidak mati akal. Karena sudah lama bekerja dengan Bergara yang sama-sama orang Spanyol, Martinez merekrutnya dengan dana pribadi dan ditempatkan di belakang layar.

Martinez juga menyertakan pelatih Graeme Jones dan pelatih fisik Richard Evans. Dua pelatih itu dibawa dari Everton.

Dengan ramuan para pemain dan staf pelatih, Martinez menegaskan perlunya perilaku bagus. "Tingkah laku adalah hal terpenting. Kualifikasi Piala Dunia 2018 akan lebih berat dibanding bayangan publik," katanya.

Belgia tentu saja belum sempurna. Setidaknya sektor pertahanan belum teruji benar.

Namun pendukung Belgia yang meragukan kemampuan Martinez dalam meramu keseimbangan kualitas permainan (antara menyerang dan bertahan) boleh berharap banyak.

Meski Estonia mampu menjebol gawang, Belgia pada laga itu kehilangan dua pemain belakang utama; Toby Alderweireld dan Christian Kabasele. Bahkan Martinez terpaksa mengantisipasinya dengan memundurkan gelandang Leander Dendocker ke jantung pertahanan.

Ian Wright, eks penyerang Inggris dan Arsenal, dalam tulisannya di The Sun, menilai Martinez tetap patut mendapat pujian. "Saya tahu grup kualifikasi mereka tidak berat, tapi mereka tetap berhasil melaju lebih mudah dibanding tim-tim lain," tulisnya.

BACA JUGA