BULU TANGKIS

Wajah muda bulu tangkis Indonesia

Ekspresi Marcus Fernaldi Gideon saat  menjalani babak semifinal China Open 2018 melawan Han Chengkai/Zhou Haodong (Tiongkok), Sabtu (22/9/2018). Marcus menjadi salah satu pemain paling senior dari sisi usia di skuat pelatnas bulu tangkis Indonesia saat ini.
Ekspresi Marcus Fernaldi Gideon saat menjalani babak semifinal China Open 2018 melawan Han Chengkai/Zhou Haodong (Tiongkok), Sabtu (22/9/2018). Marcus menjadi salah satu pemain paling senior dari sisi usia di skuat pelatnas bulu tangkis Indonesia saat ini. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melakukan perombakan skuat pada 2019. Sebanyak 17 atlet terdegradasi dari pelatnas Cipayung--sebutan untuk markas PBSI. Sementara, enam lainnya mengundurkan diri.

Melihat dari sisi jumlah, perubahan komposisinya tak banyak. Maklum, selain melakukan degradasi, federasi juga menerapkan sistem promosi. Jika pada 2018 jumlah atlet pelatnas mencapai 104 pemain, kini hanya 98.

Ada perbedaan yang cukup kentara dari skuat PBSI saat ini. Mereka didominasi pemain muda. Bila pada 2018 pemain seperti Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, bahkan Ricky Karanda Suwardi masih sering tampil bersama tim pelatnas, tahun ini kemungkinan besar tidak.

Mereka semua tidak lagi menjadi bagian dari skuat Cipayung. Memang, tidak semua nama-nama di atas terdegradasi. Hendra dan Ahsan memilih menjadi pemain profesional ke depannya. Sedangkan Ricky, terdegradasi.

Seiring berjalannya waktu, skuat timnas bulu tangkis Indonesia akan semakin muda. Pasalnya, ada dua pemain senior lainnya di nomor ganda campuran, Liliyana Natsir (33 tahun) dan Debby Susanto (29) yang berencana pensiun pascakejuaraan Indonesia Masters 2019 (22-27 Januari).

Kini, masa depan bulu tangkis ada di anak-anak muda. Mari kita lihat pemain paling tua di masing-masing nomor. Di tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito (24) yang tertua. Shesar bukanlah pemain utama, karena posisinya berada di bawah Anthony Sinisuka Ginting (22) dan Jonatan Christie (21).

Di nomor tunggal putri, Ruselli Hartawan menjadi yang tertua. Padahal, saat ini umur pemain dari PB Jaya Raya tersebut baru 21 tahun. Dan, yang harus diingat, tunggal putri Indonesia yang kemampuannya menonjol saat ini adalah Gregoria Mariska Tunjung (19).

Beranjak ke sektor ganda putra, inilah nomor yang paling banyak perubahan. Selain Ahsan dan Hendra yang memilih keluar dari pelatnas, PBSI juga banyak mendegradasi pemain di nomor ini.

Selain Ricky (26), PBSI juga mencoret Angga Pratama (27), Rian Agung Saputro (28), Wahyu Nayaka (26), hingga Edi Subaktiar (24). Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, nama-nama tersebut menjadi tulang punggung Indonesia di sejumlah kejuaraan.

Pemain paling senior dari sisi umur di ganda putra adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Berry Angriawan. Keduanya berumur 27 tahun. Mereka akan memimpin para pemain muda macam Fajar Alfian (23) dan Muhammad Rian Ardianto (22).

Di ganda putri, Greysia Polii (31 tahun) menjadi pemain tertua dan akan memimpin tim sepanjang 2019. "Saya nggak ingin para junior berjuang sendiri tanpa kehadiran sosok senior," ucap Greysia kepada Jawapos.com, pertengahan Desember 2018.

Untuk di nomor ganda campuran, sama seperti ganda putri. Mereka masih memiliki pemain senior dalam diri Tontowi "Owi" Ahmad (31). Namun, hanya Owi saja pemain "berumur" di ganda campuran. Selain dia, rata-rata usianya masih di bawah 25 tahun.

"Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan nama-nama pemain yang dipanggil kembali ke pelatnas. Di antaranya dilihat dari segi prestasi, potensi, usia dan target baik di pendek maupun panjang," ujar Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, dalam Badmintonindonesia.org.

Untuk melihat skuat lengkap timnas bulu tangkis Indonesia, bisa berkunjung ke situs Badminton Indonesia, di tautan ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR