LIGA CHAMPIONS

Wakil Inggris masih mungkin mendominasi semifinal

Hasil undian perempat final Liga Champions terpampang dalam layar di kantor UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (15/3/2019).
Hasil undian perempat final Liga Champions terpampang dalam layar di kantor UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (15/3/2019). | Salvatore Di Nolfi /EPA-EFE

Inggris punya empat wakil dalam perempat final Liga Champions musim ini. Mereka pun masih berpeluang untuk mendominasi semifinal nanti, minimal dua klub.

Kesimpulan itu muncul setelah melihat hasil undian perempat final yang digelar UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (15/3/2019). Dari empat partai, ada pertemuan sesama klub Inggris; Tottenham Hotspur vs. Manchester City, yang tak bisa dihindari.

Sementara sisanya; Liverpool bakal menguji FC Porto. Sedangkan Manchester United (MU) berhadapan dengan klub hebat Barcelona. Adapun satu partai tersisa perempat final adalah pertemuan Ajax Amsterdam dengan Juventus.

Tottenham vs. Man City

Dari empat partai tersebut, City dan Liverpool bisa saja lolos ke semifinal. Tentu saja ini catatan di atas kertas.

City begitu dominan atas Spurs, sebutan Tottenham, bila mengacu pada catatan domestik kompetisi Inggris. Empat pertemuan terakhir, Spurs tak pernah menang --bahkan tiga belakangan selalu kalah dari City.

Namun City tak mau jemawa. Mereka tetap waspada meski tak kehilangan keyakinan.

City paham bahwa mereka gagal melaju ke semifinal Liga Champions musim lalu setelah dijegal Liverpool. Bahkan City kalah dalam dua leg; 3-0 dan 2-1.

"Semoga kali ini kami punya keberuntungan. Kami percaya diri, tapi juga sadar bahwa Tottenham bisa bikin masalah," ujar Direktur City, Txiki Begiristain, dalam laman klub.

Begiristain lebih lanjut senang karena pertandingan leg pertama kemungkinan bakal dimainkan di stadion baru Spurs yang sudah dipugar di London. Pertandingan itu akan digelar pada 9 April dan leg kedua di Manchester berlangsung pada 17 April.

"Saya senang sekali kami akan bermain di stadion baru Tottenham," tukas Begiristain.

Bagi Spurs, City akan menjadi klub Inggris pertama yang mereka lawan dalam ajang Eropa sejak menghadapi Liverpool dalam semifinal Piala UEFA (nama lama Liga Europa) pada musim 1972-73. Kala itu Spurs tersisih akibat aturan gol tandang dalam skor agregat 2-2.

Bagi Spurs ini menjadi ujian besar kedua setelah menghadapi Barcelona dalam fase grup musim ini. Dalam dua pertemuan dengan Barcelona, Spurs menyerah 2-4 di kandang dan menahan 1-1 di Camp Nou.

Penyerang dan kapten Spurs, Harry Kane, pun menyebut bahwa City adalah ujian besar bagi timnya. "Tentu saja City salah satu tim terbaik di Eropa saat ini, jadi ini tes besar untuk kami.

"Dalam perempat final Liga Champions, Anda pasti akan bertemu tim hebat, jadi kami akan bersiap," katanya.

Liverpool vs. Porto

Pertemuan Liverpool dengan Porto adalah ulangan musim lalu. Namun perbedaannya, pertemuan terdahulu terjadi pada fase 16 Besar.

Dan Liverpool boleh berlega hati karena catatan mereka lebih baik. Enam kali bertemu jawara Portugal itu di Eropa, Liverpool tak pernah kalah --termasuk menang tiga kali.

Bahkan dalam pertemuan terakhir, Liverpool menang agregat dengan telak 5-0. Ketika itu, Sadio Mane mencetak hat-trick di kandang Porto.

Dan Mane kini adalah pemain tertajam Liverpool dalam partai tandang kompetisi Eropa. Dua sumbangannya saat Liverpool menyisihkan Bayern Munich, Rabu (13/3) lalu, sehingga koleksinya menjadi 7 gol.

Meski begitu, Liverpool tak mau kelebihan percaya diri. Pelatih Jurgen Klopp mengatakan Porto punya kualitas, bahkan mampu menahan 0-0 di Anfield tahun lalu.

"Hasil leg kedua musim lalu cukup aneh walau itu bagus untuk kami (karena menang 5-0 di kandang Porto). Kami melihat karakter Porto dan mereka punya kualitas," tukasnya.

Barcelona vs MU

Partai ini bisa menjadi nostalgia bagi pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer. Dua dekade lalu, 1999, Solskjaer menjadi penentu juara MU di kandang Barcelona, Camp Nou, ketika golnya pada menit 93 membuat Bayern Munich takluk 1-2.

Leg pertama MU dengan Barcelona ini sejatinya digelar Camp Nou, tapi UEFA menukarnya karena jika sebaliknya kota Manchester bisa ramai dalam dua malam beruntun. Pemerintah kota Manchester tidak mengizinkan dua klub sekota main bareng dalam satu malam atau dua malam beruntun.

Merujuk tanggal pertandingan, City akan menjamu Spurs pada 17 April. Sedangkan bila mengikuti aturan undian, MU semestinya menjamu Barcelona pada 16 April.

Itu sebabnya UEFA menetapkan MU akan menjalani partai kandang lebih dulu pada 9 April agar kota Manchester tak perlu punya dua pertandingan besar secara beruntun.

Lalu bagaimana peta peluang antara Barcelona dan MU? Catatan sejarah menunjukkan Barcelona menang empat kali dan MU unggul tiga kali, sisanya empat kali imbang.

Namun, Barcelona pernah memukul MU dalam dua final --pada 2009 dan 2011. Lionel Messi mencetak gol dalam dua laga itu.

Sedangkan dalam partai nonfinal, MU unggul. Mereka pernah menyisihkan Barcelona agregat 3-2 pada Piala Winners Eropa 1983-84 dan 1-0 pada semifinal Liga Champions musim 2007-08.

Solskjaer mengatakan tak gentar pada Barcelona. Pelatih asal Norwegia ini menunjukkan bagaimana MU bisa melewati Paris Saint Germain.

"Banyak variabel penentu dan bagaimana pertandingan ditentukan oleh margin gol (tandang). Lalu ada pula VAR, lantas Anda bisa saja sial pada menit terakhir.

"Jadi, betul kami bisa melaju, tapi juga harus beruntung dan main bagus. Kepercayaan diri pemain sedang bagus," kata pelatih 46 tahun ini dalam The Guardian.

Ajax vs. Juventus

Tak pelak ini adalah partai ulangan final 1996 yang dimenangi Juventus melalui adu penalti setelah bermain 1-1 selama masa reguler di Roma, Italia. Dari catatan statistik, Juventus lebih unggul dari Ajax; enam kali menang, empat imbang, dan dua kali kalah.

Juventus tentu mengandalkan Cristiano Ronaldo yang memborong hat-trick demi kemenangan agregat 3-2 atas Atletico Madrid pada 16 Besar, Selasa (12/3). Namun, Ajax belum tentu mudah dikalahkan kali ini.

Klub asal Amsterdam, Belanda, itu menyisihkan juara bertahan Real Madrid pada 16 Besar. Tidak tanggung-tanggung, Ajax menang 4-1 di kandang Madrid sehingga lolos dengan skor agregat 5-3.

Jadi, Juventus harus mengandalkan Ronaldo lagi untuk menghentikan laju Ajax. Pemain asal Portugal ini selalu mencetak gol dalam empat pertemuan terakhir dengan Ajax. Ia total mencetak tujuh gol ke gawang Ajax.

Lawan untuk semifinal

Undian perempat final langsung memberlakukan skema alur. Jadi siapa calon lawan pada semifinal sudah bisa diketahui.

Partai pertama semifinal akan mempertemukan pemenang Liverpool vs. Porto dan Spurs vs. City. Sedangkan partai kedua semifinal bakal diikuti pemenang Ajax v.s Juventus dan Barcelona vs. MU.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR