INDONESIA MASTERS 2019

Walau menang, Kevin/Marcus kesulitan di babak pertama

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tengah menghadapi Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel (Jerman) dalam babak pertama Indonesia Masters 2019, Rabu (23/1/2019). Kevin/Marcus menang 21-14, 19-21, 21-15.
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tengah menghadapi Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel (Jerman) dalam babak pertama Indonesia Masters 2019, Rabu (23/1/2019). Kevin/Marcus menang 21-14, 19-21, 21-15. | Badmintonindonesia.org /PBSI

Rangking boleh saja terpaut jauh: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berperingkat 1 dunia, sedangkan Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel (Jerman) kini 29 dunia.

Prestasi pun demikian, ganda andalan Indonesia itu mengoleksi delapan gelar bergengsi sepanjang 2018, sementara Mark/Mavin hanya menjadi juara di Orleans Masters 2018, sebuah turnamen dengan kategori BWF World Tour 100.

Namun, hal itu tidak serta-merta membuat Kevin/Marcus dengan mudah menundukkan Mark/Marvin. Pada babak pertama Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1/2019) malam, The Minions butuh tiga gim untuk menundukkan Mark/Marvin.

Dalam durasi pertandingan hampir sejam, andalan Indonesia itu menang dengan skor 21-14, 19-21, 21-15. Menurut Marcus, kondisi itu terjadi lantaran ia dan Kevin masih beradaptasi dengan lapangan.

Ia pun menampik bahwa penampilannya bermasalah karena faktor kelelahan. Maklum, pada akhir pekan kemarin, mereka baru saja menjuarai Malaysia Masters 2019.

"Kelelahan sih tidak, karena kami sudah terbiasa. Yang pasti faktor lapangan, memang perlu penyesuaian," ucap Marcus dalam Badmintonindonesia.org. Dalam pertandingan tersebut, Kevin/Marcus memang kerap membuat kesalahan sendiri, khususnya di gim kedua.

Sempat unggul 12-5 di awal-awal gim, permainan mereka justru menurun. Mark/Marvin pun menyamakan angka menjadi 15-15, sebelum menyusul dan menutup gim dengan skor 21-19.

"Di gim pertama kami bermain cukup baik. Di gim kedua sudah unggul jauh, tapi lawan sering minta break dan kami membuat kesalahan sendiri," kata Kevin.

Di babak kedua, Kevin/Marcus akan bertemu pasangan Indonesia lainnya, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso. "Untuk di babak kedua, kami fokus ke diri sendiri. Kalau bisa main maksimal, apa pun hasilnya, kami puas," ucap Kevin.

Perjumpaan antarpemain Indonesia di babak kedua turnamen berkategori BWF World 500 tersebut memang tak terhindarkan. Musababnya, ganda putra Indonesia membuat capaian apik.

Ada lima ganda putra Indonesia yang berhasil melaju ke babak kedua. Ini adalah jumlah terbanyak dari 20 negara peserta yang ambil bagian. Wahyu/Ade melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia) dengan skor 21-17, 16-21, 21-19.

Bukan hanya Kevin/Marcus saja yang harus menghadapi lawan sekompatriot mereka di babak kedua. Demikian pula dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka akan menghadapi Berry Angriawan/Hardianto untuk memperebutkan tiket perempat final.

Satu wakil ganda putra Indonesia lainnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang kini menjadi pemain profesional, akan menghadapi pemain dari Tiongkok, Ou Xuanyi/Ren Xiangyu.

Andalan tunggal Indonesia melaju

Babak pertama Indonesia Masters 2019 pun dilalui sektor tunggal Indonesia dengan cukup apik. Total, ada enam wakil Indonesia dari tunggal putra dan putri yang melaju ke babak kedua.

Dari jumlah tersebut, para pemain andalan Indonesia masih bertahan. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Fitriani, dan Gregoria Mariska Tunjung.

Anthony menang 21-12, 21-16 atas wakil India, Kashyap Parupalli, dan Jonatan mengalahkan wakil Denmark, Rasmus Gemke, dengan skor 21-6, retired. Sedangkan Fitriani menang atas Line Kjaersfeldt (Denmark) dengan skor 21-16, 21-14.

Untuk Gregoria, dia berhasil melangkah ke babak kedua setelah menundukkan Aya Ohori (Jepang), 18-21, 21-18, 21-18. Sayangnya, dalam pertandingan tersebut Gregoria tampak kesakitan saat akhir gim ketiga.

"Saya masih akan coba main besok, semoga bisa," ungkap Gregoria. Sejauh ini, menurut pelatih tunggal putri Indonesia, Minarti Timur, Gregoria masih memungkinkan untuk main.

Para unggulan rontok

Babak pertama Indonesia Masters 2019 sepertinya menjadi kuburan bagi para pemain unggulan mancanegara. Tak percaya? Lihat data berikut.

Chou Tien-chen (Taiwan), unggulan ketiga kejuaraan, ditundukkan pemain kualifikasi asal Malaysia, Lee Zii Jia. Pun demikian dengan Son Wan Ho (Korea Selatan), yang merupakan unggulan kelima, dikalahkan Anders Antonsen (Denmark).

Sementara itu, di nomor tunggal putri, unggulan pertama kejuaraan, Nozomi Okuhara, dikalahkan Chen Xiaoxin (Tiongkok). Bukan hanya Okuhara saja unggulan lain asal Jepang yang kalah di babak pertama.

Demikian juga dengan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Unggulan pertama di sektor ganda putri itu takluk di tangan Chang Ye-na/Jung Kyung-eun (Korea Selatan) dengan cukup mudah, 19-21, 9-21.

"Di gim pertama kami sudah unggul jauh, tapi tiba-tiba kami terkejar dan kalah. Hal itu amat berpengaruh ke konsentrasi kami di gim kedua. Secara feeling kami shock," kata Sayaka kepada wartawan usai laga, dalam Viva.co.id.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR