PIALA ASIA

Yordania lolos ke 16 besar, Suriah pecat Stange

Para pemain Yordania tengah merayakan keberhasilan mereka lolos ke babak 16 besar, setelah pada pertandingan kedua Grup B, mereka menang atas Suriah, 2-0, dalam laga yang dihelat di  Stadion Khalifa bin Zaye, Al-Ain, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (10/1/2019).
Para pemain Yordania tengah merayakan keberhasilan mereka lolos ke babak 16 besar, setelah pada pertandingan kedua Grup B, mereka menang atas Suriah, 2-0, dalam laga yang dihelat di Stadion Khalifa bin Zaye, Al-Ain, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (10/1/2019). | Mahmoud Khaled /EPA-EFE

Nasib begitu kontras terlihat di Grup B Piala Asia 2019. Yordania menjadi klub pertama yang lolos ke babak berikutnya kejuaraan sepak bola terbesar Benua Asia tersebut. Di sisi lain, kekalahan Suriah membuat mereka mengambil langkah radikal: memecat sang pelatih, Bernd Stange.

Keputusan Federasi Sepak Bola Suriah (The Syrian Arab Football Federation) memecat Stange tak lepas dari hasil buruk pada laga kedua mereka di Uni Emirat Arab (UEA).

Mereka kalah 0-2 dari Yordania di Stadion Khalifa bin Zaye, Al-Ain, UEA, Kamis (10/1/2019). Gol-gol yang mengakhiri karier Stange dibuat oleh Musa Suliman Al-Taamari pada menit ke-26 dan Tareq Ziad Jabr Khattab (43).

"Kami telah memustuskan untuk memberhentikan pelatih Bernd Stange sebagai pelatih timnas," begitu tulis Federasi Sepak Bola Suriah dalam akun media sosial Facebook milik mereka (H/T Channelnewsasia.com).

Hingga petualangan di AFC Asian Cup 2019 rampung, Elang Qasioun (julukan timnas Suriah) akan dipegang oleh mantan pelatih mereka, Fajr Ibrahim.

Menurut laporan Fox Asia, ada dua pelatih yang berpeluang mengampu timnas Suria ke depannya. Pertama, Ibrahim. Satu lagi, Ayman Hakeem, yang juga pernah menangani Suriah pada kualifikasi Piala Dunia 2018.

Siapa pun pelatih Suriah nantinya, yang pasti Stange adalah korban kedua dari ganasnya persaingan AFC Asian Cup 2019. Korban pertama, pelatih Thailand, Milovan Rajevac. Rajevan diberhentikan Asosiasi Sepak Bola Thailand setelah timnya kalah pada laga pembuka.

Meski kalah, Suriah belum benar-benar tersingkir dari Piala Asia 2019. Kini, mereka mengoleksi satu poin hasil dari imbang melawan Palestina di laga pertama.

Syarat untuk lolos dari babak grup adalah mereka kudu menang di laga terakhir melawan Australia sembari berharap Palestina maksimal beroleh imbang melawan Yordania.

Jika publik Suriah tengah kesal dengan hasil di UEA, tak demikian dengan Yordania. Mereka menjadi negara pertama yang berhasil menjejakkan kaki di babak 16 besar.

Hasil melawan Suriah kemarin, menjadi kemenangan kedua Yordania pada ajang ini. Pada laga pertama grup, mereka menang 1-0 atas tim unggulan kejuaraan sekaligus juara bertahan, Australia.

Ini tentu menjadi kejutan. Pasalnya, Yordania bukanlah unggulan kejuaraan. Dalam babak undian, mereka masuk dalam pot 4. Artinya, mereka masuk dalam tim-tim dengan peluang juara terkecil, atau rangking terendah dari ketiga dari 24 peserta turnamen.

Toh, dari 17 edisi kejuaraan yang telah terselenggara, mereka hanya empat kali berpartisipasi, termasuk pada 2019 ini. Hasilnya, dua kali perempat final (2004 dan 2011), serta sekali gugur di fase grup (2015).

"Saya memiliki tim yang dapat memainkan semua sistem yang saya inginkan," ucap pelatih Yordania, Vital Borkelmans, dalam Thenational.ae. "Mereka menyelesaikan tugas dengan baik.

"Para pemain melakukan banyak hal baik malam ini untuk negara dan suporter. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk merayakannya."

Laga terakhir Yordania di Grup B adalah melawan Palestina. Dan pelatih asal Belgia tersebut memastikan bahwa timnya bakal siap menghadapi lawan tersebut. Namun, saat ini Borkelmans membiarkan anak asuhnya untuk sejenak merayakan kelolosan tim.

Kemenangan pertama UEA

Satu tim telah lolos di Grup B. Sedangkan di Grup A, hingga seluruh pertandingan kedua selesai, belum ada satu pun negara yang lolos ke babak 16 besar. Termasuk sang unggulan yang sekaligus tuan rumah, UEA.

Pada pertandingan kedua, UEA berhasil mengalahkan India dengan skor 2-0. Dua Gol tuan rumah dibuat oleh Khalfan Mubarak pada menit ke-41 dan Ali Mabkhout (88).

Dengan hasil ini, UEA berhasil mengumpulkan empat poin dan berada di pucuk Grup A. Peluang mereka untuk melangkah ke babak 16 besar cukup terbuka. Hasil imbang pada laga terakhir Grup A melawan Thailand akan membawa mereka ke ke fase gugur.

"Pada laga pertama melawan Bahrain, kami menelan kekecewaan (imbang 1-1). Namun hari ini kami memulai dengan sangat baik sejak awal," ucap pelatih UEA, Alberto Zaccheroni dalam Insdeworldfootball.com.

"Yang tebaik menurut saya adalah perkembangan tim dari satu gim ke gim lainnya. Dan para pemain telah menunjukkan hal itu."

Pada pertandingan lainnya di Grup A, Thailand berhasil mendapat tiga poin pertama setelah mengalahkan Bahrain dengan skor 1-0. Gol Thailand dibuat oleh Chanathip Songkrasin pada menit 58.

Kemenangan itu membuka kembali jalan bagi Thailand untuk lolos ke babak 16 besar. Mereka butuh tiga angka saat menghadapi tuan rumah UEA untuk merebut tiket tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR