Zidane hentikan kutukan Italia pada Madrid

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane (tengah) merayakan kemenangan atas tuan rumah AS Roma di Stadion Olimpico, 18 Februari 2016
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane (tengah) merayakan kemenangan atas tuan rumah AS Roma di Stadion Olimpico, 18 Februari 2016 | Ettore Ferrari /EPA

Selalu ada yang pertama. Tak selamanya tren statistik terulang.

Itu yang terjadi pada Real Madrid saat menjalani leg pertama 16 Besar Liga Champions di Stadion Olimpico, Roma, Italia, dini hari WIB tadi (18/2/2016). Untuk pertama kali sejak 2004, Madrid mampu menang di tanah Italia, kali ini dengan skor 2-0 atas tuan rumah AS Roma.

Terdahulu, Madrid kerap gagal menyisihkan klub Italia di ajang Liga Champions sejak 1987. Musim lalu, mereka ditundukkan Juventus di semifinal. Bahkan Roma pernah mengalahkan Madrid pada 2008.

Kemenangan ini menandai kemenangan tandang pertama Madrid atas klub Italia pula. Sembilan upaya terdahulu selalu gagal. Tapi kemenangan tandang terakhir di negeri pizza pada 2004 justru atas Roma pula (3-0).

Lebih istimewa, ini adalah debut kepelatihan Zinedine Zidane di Liga Champions dan dia menutup dengan kemenangan sekaligus menghentikan kutukan di tanah Italia --negeri yang pernah didiami saat membela Juventus pada kurun 1996-2001.

Ada dua kunci tindakan Zidane dalam laga ini yang patut diacungi jempol. Pertama, pelatih asal Prancis itu menurunkan bek kiri Marcelo. Padahal sebelum laga, Zidane mengatakan hanya akan memainkan pemain dari Brasil itu apabila kondisinya memang siap main 100 persen. Maklum, pemain berusia 27 itu sempat cedera bahu.

Faktanya, Marcelo berandil pada gol pertama Madrid yang dicetak sang bintang Cristiano Ronaldo (menit 57). Inilah gol tandang pertama Ronaldo di Liga Champions sejak November 2015 dan sekaligus gol ke-12-nya di kancah antarklub Eropa musim ini.

Laporan pertandingan di laman UEFA menetapkan Marcelo sebagai pemain kunci pada laga ini. "Meski dia disibukkan Mohammed Salah di sektor pertahanan, Marcelo tetap rajin naik hingga mendekati gawang Roma," demikian UEFA menulis.

Tindakan jitu kedua Zidane adalah memasukkan penyerang cadangan Jese Rodriguez. Pemain berusia 22 ini mencetak gol kedua Madrid saat laga tersisa empat menit.

Zidane tak bicara banyak meski kemenangan ini membuat satu kaki Madrid sudah berada di pintu perempat final. Pelatih berusia 43 ini hanya bicara normatif sambil memuji para pemainnya.

"Cristiano main bagus, demikian pula pemain lain. Bahkan mereka yang tidak tampil juga berperan penting pada moral tim. Saya gembira melihat Jese mencetak gol," katanya dikutip BBC.

Madrid akan berganti menjamu Roma di Santiago Bernabeu pada 8 Maret nanti. Dan menurut data statistik yang digunakan Infostrada, Madrid punya peluang lolos ke perempat final sebesar 97,7 persen.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR