PASAR SAHAM

10 Sektor seret pelemahan IHSG

10 Sektor seret pelemahan IHSG
10 Sektor seret pelemahan IHSG | Robotorial /beritagar.id

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup petang ini Jumat (09/11/2018) terkoreksi turun -1,72 persen, atau -102,65 poin di level 5.874,15. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 5.936,03 poin di titik tertinggi, dan terendah 5.859,09 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 357,32 ribu kali dengan nilai transaksi Rp8,16 triliun. Sebanyak 116 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 275 emiten melemah, dan 224 emiten tidak mengalami pergerakan.

Dewata Freightinternational (Tbk) membukukan penguatan harga saham paling signifikan pada perdagangan Jumat (09/11). Emiten bersandi DEAL tersebut memimpin penguatan saham (top gainer) setelah ditutup menguat di level Rp254 (69,33%) per lembar saham

Kota Satu Properti (Tbk) mencatatkan pelemahan harga saham terparah pada perdagangan hari ini. Emiten bersandi SATU tersebut menduduki peringkat terakhir (top loser) setelah ditutup melemah -22,50 persen pada level Rp124 per lembar saham, dari Rp160 per lembar pada penutupan sebelumnya.

H.M. Sampoerna (Tbk) (HMSP) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 35,50 ribu kali.

Dari 10 sektor saham seluruhnya mengalami pelemahan. Pelemahan terparah dialami sektor Industri Konsumsi, mencapai -5,08 persen (-123,88 poin). Berikutnya adalah sektor Manufaktur sebesar -3,13 persen (-47,50 poin), lalu saham di sektor Pertambangan yang menyusut hingga -1,13 persen (-21,20 poin).

Adapun tiga sektor saham yang pelemahannya paling tipis adalah Perdagangan dengan penyusutan sebesar -0,03 persen; sektor Industri Dasar sebesar -0,44 persen; dan sektor Pertanian sebesar -0,28 persen.

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp2,64 triliun, terutama pada saham Panin Financial (Tbk) (PNLF), Lippo Karawaci (Tbk) (LPKR), dan Bumi Resources (Tbk) (BUMI).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp2,59 triliun, khususnya pada saham Astra International (Tbk) (ASII), Sri Rejeki Isman (Tbk) (SRIL), dan Pakuwon Jati (Tbk) (PWON).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Beritagar.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.
BACA JUGA