KRIMINALITAS

100 Pengacara siap bela Sekjen PA 212

Foto Ilustrasi. Suasana aksi kericuhan saat aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (26/9/2019).
Foto Ilustrasi. Suasana aksi kericuhan saat aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (26/9/2019). | Dhemas Reviyanto /Antara Foto

Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengecam keras tindakan kepolisian yang menangkap dan menahan Sekretaris Jenderal PA 212 Bernard Abdul Jabbar terkait kasus persekusi Ninoy Karundeng. Mereka mengklaim sudah menyiapkan 100 pengacara untuk membela Bernard.

Ketua Umum DPP PA 212 Slamet Ma'arif mengatakan tindakan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) sudah melanggar aturan sebab sudah menangkap dan menetapkan Bernard tanpa alasan yang jelas.

"Menyayangkan dan mengecam tindakan aparat dalam penangkapan Ustaz Bernard, serta menuntut pihak kepolisian untuk bertindak dan bersikap profesional dan tidak melanggar hukum, serta memperlakukan Ustaz Bernard Abdul Jabbar dan keluarga sesuai hak yang dimiliki dalam menjaIankan tugasnya," tutur Slamet Maarif di Kantor DPP PA 212, Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2019).

Untuk mendampingi proses hukum Bernard, PA 212 telah menyiapkan 100 pengacara yang akan mendatangi Polda Metro Jaya dalam waktu dekat. Tim pengacara ini dipimpin oleh Koordinator Bantuan Hukum 212, Abdullah AI Katiri.

"DPP PA 212 akan melakukan perlawanan dan bantuan hukum dengan menyiapkan 100 pengacara untuk Ustaz Bernard Abdul Jabbar dan aktivis masjid DKM Al Falah Pejompongan," tegasnya.

Adapun berdasarkan kronologi versi PA 212, Slamet menjelaskan, kehadiran Bernard di Masjid Al Falah ialah untuk membantu mengobati korban aksi unjuk rasa sekaligus mencari anaknya yang ikut dalam aksi.

Saat sedang membantu para korban, Bernard mendengar keributan karena diduga ada penyusup yang dihakimi massa. "Spontan ustaz Bernard menyelamatkan dan melindungi yang diduga penyusup bernama Ninoy dari amukan massa. Bahkan menasihati untuk jangan keluar dulu karena berbahaya, sebab di luar massa masih marah," ujar Slamet.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan 13 tersangka dugaan penganiayaan, penyekapan, dan penculikan seorang pegiat media sosial yang juga relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menyebutkan, 13 tersangka itu di antaranya AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, F dan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 BD alias Bernardus Doni alias Bernard Abdul Jabbar.

Para tersangka, kata Argo, dijerat Pasal 170 dan 335 KUHP. Ke-12 tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, sedangkan satu orang ditangguhkan penahanannya lantaran masalah kesehatan. Tersangka yang tidak ditahan karena alasan kesehatan adalah TR.

Meski tak menyebut identitas, Argo mengungkap dari 13 tersangka terdapat tiga orang perempuan. "Ada tiga orang (perempuan)," ujar Argo Yuwono, Selasa (8/10/2019).

Selain menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan, ketiganya juga dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena turut merekam dan menyebarkan video dugaan penganiayaan Ninoy. "Kita kenakan juga (pidana) ditambah UU ITE," tandasnya.

Ninoy diketahui mengalami persekusi oleh sekelompok orang usai mengambil gambar demonstrasi yang rusuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Senin (30/9). Unjuk rasa gabungan pelajar dan mahasiswa itu menolak hasil revisi UU KPK dan pengesahan RUU KUHP.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR