KECELAKAAN TRANSPORTASI

2 Korban KM Santika Nusantara selamat setelah terombang-ambing di laut

Dua korban selamat kecelakaan KM Santika Nusantara, Sigit dan Samuji, berhasil dievakuasi ke Surabaya pada Minggu sore (25/8/2019)
Dua korban selamat kecelakaan KM Santika Nusantara, Sigit dan Samuji, berhasil dievakuasi ke Surabaya pada Minggu sore (25/8/2019) | BASARNAS

Dua penumpang Kapal Motor (KM) Santika Nusantara, Samuji dan Sigit, berhasil selamat dari maut setelah terombang-ambing di laut sejak Kamis malam (22/8/2019). Penemuan dua orang ini membuat korban selama mencapai 308 orang dan tiga lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Keduanya diselamatkan nelayan asal Lamongan dari perairan Masalembo. Sumenep, ke Pelabuhan Brondong di Lamongan, Jawa Timur, pada Sabtu (25/8) sore. Keesokan harinya, kedua orang ini dievakuasi ke Surabaya.

"Betul (mereka dievakuasi) dan kemarin (Minggu) kami jemput dari Lamongan (ke Surabaya) dalam keadaan selamat. Total ditemukan ada 311 orang yang terdiri dari 308 selamat dan tiga meninggal," ujar Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Agus Haryono, ketika dikonfirmasi Beritagar.id pada Senin (26/8).

Jumlah korban sudah dinyatakan tak sesuai dengan data manifes. Di manifes, jumlah penumpang tercatat 111 orang yang terdiri dari 100 orang dewasa, 6 anak-anak, dan lima bayi, belum termasuk 51 orang awak kapal. Adapun belakangan, pihak KM Santika Nusantara menjelaskan jumlah penumpang 277 orang.

Hingga kini, tim SAR masih menggelar operasi pencarian lewat jalur udara dan laut selama tujuh hari. Merujuk Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor 22 Tahun 2009, operasi dianggap selesai jika korban telah ditemukan atau diselamatkan serta hasil evaluasi tim SAR telah maksimal dan rasional untuk ditutup.

"Semoga saja semua korban sudah terevakuasi dan tidak ada lagi yang terombang-ambing. Namun demikian pencarian korban terus dilakukan," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Paruhito dalam rilis resmi Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Selain itu, tim SAR juga membuka posko pengaduan di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, bagi warga yang kehilangan anggota keluarga.

Minum air laut

Samuji dan Sigit selamat dari maut setelah mencoba kembali mendekati kapal yang terbakar beberapa saat setelah melompat ke laut pada Kamis malam. Selama dua hari, tak ada asupan penganan yang masuk ke tubuh, kecuali mengandalkan air laut.

Dengan kondisi tubuh yang lemah, mereka menjaga tubuhnya agar tetap mengambang di laut. Sigit yang menggunakan pelampung juga berusaha bersandar ke dinding kapal.

Ketika semua orang berebut ke sekoci saat kapal mulai terbakar hebat, kedua orang ini tak ikut dan memilih menunggu bantuan lainnya.

“Saya berpegangan (kapal) bergantian (dengan Samuji). Ada besi kecil dan bersandar di dinding kapal. Hidup mati ya dua orang itu, kami yang terakhir," kata Sigit, seperti dilaporkan detikcom.

Mereka berdua hanya bisa pasrah, sebab, kalau kapal yang terbakar tersebut karam, maka tak ada sandaran lagi yang bisa digunakan.

Pada Jumat (23/8), sempat ada perahu nelayan yang lewat, tapi teriakan kedua orang ini untuk meminta bala bantuan tak didengar karena jarak yang berseberangan. Lagi-lagi, mereka harus pasrah.

Sehari setelahnya, Sabtu (24/8) siang, nelayan asal Lamongan melintas di dekat kapal dan melihat kedua orang ini. Sontak, nelayan tersebut membantu mereka untuk naik ke perahu menggunakan tali. Siang harinya, dievakuasi.

Pada Minggu (25/8/2019), Sigit dibawa ke hotel yang disediakan oleh pihak KM Santika Nusantara, sementara Samuji dibawa pulang keluarganya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR