PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

23 proyek infrastruktur lolos evaluasi

Ruas jalan layang Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/2/2018). Jalan ini  adalah salah satu yang dihentikan sementara pembangunannya karena banyaknya kecelakaan konstruksi pembangunan jalur layang.
Ruas jalan layang Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/2/2018). Jalan ini adalah salah satu yang dihentikan sementara pembangunannya karena banyaknya kecelakaan konstruksi pembangunan jalur layang. | Risky Andrianto /Antara Foto

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai 4 dari 37 proyek infrastruktur yang sempat dihentikan sementara belum lolos dari evaluasi.

Keempat proyek itu adalah tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Kunciran-Serpong, Balikpapan-Samarinda, serta Jakarta - Cikampek (elevated).

Menurut hasil evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi (KKK), hingga kini evaluasi atas 4 proyek itu belum selesai. "Karena masih ada catatan dan perlu kami lihat ke lapangan lagi," kata anggota KKK Arie S. Moerwanto, Selasa (27/2/2018) seperti dipetik dari Katadata.co.id.

Selasa pekan lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, pemerintah menghentikan sementara proyek-proyek infrastruktur. Semua proyek pembangunan yang dihentikan meliputi jalan tol, jembatan panjang, hingga kereta layang atau Light Rail Transit (LRT).

Penghentian ini menyusul kecelakaan dalam pembangunan di proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Selasa (20/2/2018) pagi.

Dalam kasus kecelakaan proyek ini, polisi menetapkan dua tersangka. Mereka adalah kepala pelaksana dan kepala pengawas proyek.

"Hasil pemeriksaan ada sekitar 12 saksi, kemudian hasil dari olah TKP Puslabfor terindikasi ada unsur kelalaian dan SOP tidak dilakukan," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra, di Polres Jakarta Timur, Selasa (27/2/2018) seperti dikutip dari detikcom.

Selama ini, pemerintah menggebut dalam membangun infrastruktur. Namun seiring makin kencang pembangunan, jumlah kecelakaan proyek infrastruktur makin bertambah. Jika diperinci secara keseluruhan, sudah ada 14 kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam enam bulan terakhir.

Arie menjelaskan, total ada 37 proyek infrastruktur yang dihentikan sementara pembangunannya. Dari jumlah itu, baru 27 kontraktor yang mengajukan kepada KKK untuk dievaluasi proyeknya. Dari 27 proyek ini, KKK mengeluarkan rekomendasi 23 proyek bisa dilanjutkan kembali pembangunannya.

Proyek yang lolos evaluasi di antaranya adalah sebagian ruas tol Trans jawa, Trans Jawa, Jakarta Tol Road. Kemudian sebagian proyek jalan kereta melayang. Dalam daftar tersebut, LRT Kelapa Gading Velodrome, LRT Palembang, dan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi

Arie menilai, para kontraktor tidak disiplin menjalankan standar prosedur operasional (SOP) yang dibuat sendiri. Padahal, sistem konstruksi yang dirancang sudah bagus. "Misalnya harus ada dan diwajibkan bekerja dengan pengawas," kata Arie.

Maka, mereka yang tak disiplin dikenai sanksi. Arie menegaskan sanksi yang diberikan mulai dari teguran hingga pemutusan kontrak sesuai Undang-Undang nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Saat ini kontraktor Becakayu yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Virama Karya (Persero) selaku konsultan telah mendapatkan teguran. "Di kami juga sudah ada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Becakayu yang kami grounded," kata Arie.

Ada juga proyek yang boleh dilanjutkan, namun dengan catatan. Misalnya, pembangunan jalan tol Depok-Antasari tapi harus dilengkapi prosedur pengangkatan (lifting). Proyek jalur kereta dwi ganda (Double Double Track) Manggarai-Jatinegara dapat dilanjutkan asal launcher gantry dibongkar dan diganti yang baru.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR