26 Tewas dalam penembakan sebuah gereja di Texas

Responden pertama terlihat di lokasi penembakan First Baptist Church di Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat, Minggu (5/11/2017).
Responden pertama terlihat di lokasi penembakan First Baptist Church di Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat, Minggu (5/11/2017). | Joe Mitchell /ANTARAFOTO/REUTERS

Scott Holcombe (30) duduk bersama kakak perempuannya di depan ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Connally Memorial Medical Center, Floresville, Texas, Minggu (5/11/2017) waktu Amerika Serikat.

Keduanya menangis. Ayahnya, Bryan Holcombe, yang menjadi pastor tamu di First Baptist Church, Sutherland Springs, Texas, menjadi salah satu dari 26 korban tewas penembakan massal di gereja itu saat ibadah Minggu berlangsung.

Tak hanya sang ayah, ibu dari Scott juga turut mangkat dalam tragedi yang sama. "Aku tercengang. Ayahku adalah orang baik, dan dia suka berkhotbah," sebut Holcombie, tanpa mampu menambahkan ungkapan lainnya pada New York Times.

Kesedihan yang merundung Scott dan kakaknya juga dirasakan Sandy Ward. Sandy harus kehilangan menantu perempuan dan tiga cucunya. Mirisnya, salah satu cucunya yang baru berusia 5 tahun terkena tembakan empat kali.

Motif penembakan hingga kini tak diketahui. Pelaku yang teridentifikasi sebagai Devin Patrick Kelley (26), ditemukan tewas dalam mobilnya setelah kabur usai melakukan penyerangan.

Serangan yang dilakukan Kelley tak berselang jauh dari dimulainya ibadah Minggu pada sekitar pukul 11 waktu setempat. Kelley, menurut petugas kepolisian Texas, membawa senjata api militer dan mengenakan sebuah rompi anti peluru berwarna hitam.

Sebelum penyerangan terjadi, Kelley sempat mampir ke tempat pengisian bahan bakar di Highway 87 yang berada di seberang gereja. Kelley kemudian menyeberangi jalan dan mulai melucuti pelurunya mulai dari luar hingga ke dalam gereja.

Polisi baru menerima laporan 20 menit setelah penembakan terjadi. Saat hendak kabur, Kelley sempat mendapat perlawanan dari warga sekitar yang memiliki senjata. Kelley berhasil kabur dengan mobilnya dan melarikan diri.

Warga dan petugas kepolisian yang sudah tiba di lokasi kejadian mengejar Kelley dan menabrakan mobilnya di sekitar Guadalupe County.

Korban tewas tercatat berusia 5 sampai 72 tahun, banyak di antaranya anak-anak, perempuan hamil, dan anak perempuan seorang pastor setempat. Sekitar 20 orang dilaporkan terluka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sekitar gereja.

Penembakan ini menjadi tragedi paling mematikan yang pernah terjadi di negara bagian Texas.

Lansiran CNN menyebut Kelley adalah seorang mantan prajurit Angkatan Udara AS. Kelley bertugas di bagian logistik pangkalan udara AU di New Mexico pada 2010. Dua tahun kemudian, Kelley dipecat setelah pengadilan menjatuhkan vonis penjara satu tahun kepadanya karena menyerang istri dan anaknya.

Kelley diketahui membeli senjata api tipe Ruger AR-556 pada 2016 dari toko Academy Sports & Outdoors di San Antonio. Kelley diduga berbohong saat mengisi data diri yang menyangkut latar belakang kriminal.

Gubernur Texas, Greg Abbott mengatakan, total jumlah korban tewas kemungkinan masih bisa bertambah.

Sementara, Presiden Donald Trump--yang sedang berada di Jepang dalam bagian kunjungannya ke Asia--menyebut pelaku memiliki masalah kejiwaan yang sangat serius.

Trump juga menginstruksikan stafnya untuk mengibarkan bendera setengah tiang di Gedung Putih, Washington DC, sebagai bentuk penghormatan kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Penembakan yang terjadi pada Minggu siang itu bertepatan dengan delapan tahunnya tragedi penembakan di markas militer Fort Hood, Texas, oleh seorang bekas psikiater militer, Maj. Nidal Malik Hasan, yang menewaskan 13 orang.

Jumlah korban tewas pada penembakan gereja juga memecahkan rekor korban tewas akibat penembakan di Texas yang terjadi pada 1966 di University of Texas oleh Charles Whitman. Saat itu korban tewas, yang didominasi oleh pelajar, mencapai 17 orang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR