TATA KOTA

3 JPO baru di Jakarta yang layak ditampilkan dalam Instagram

Pekerja menggarap proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundara Senayan, Jakarta, Kamis (3/1/2019).
Pekerja menggarap proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundara Senayan, Jakarta, Kamis (3/1/2019). | Rivan Awal Lingga /Antara Foto

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman, Kamis (28/2/2019) pukul 12.00 WIB. Tiga JPO itu terletak di Bundaran Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), dan Polda Metro Jaya. Seluruhnya langsung bisa digunakan publik.

Pembangunan JPO tidak hanya memikirkan unsur fungsional, tapi juga melibatkan sejumlah arsitek. Alhasil, desainnya relatif artistik. Di bagian luar JPO, desainnya bergaya futuristis yang dilengkapi dengan lampu sorot dan LED aneka warna pada malam hari.

Anies berharap desain tersebut dapat memberikan pengalaman dan kesan yang baru bagi para pejalan kaki, bahkan jadi ikon baru bagi Ibu Kota Indonesia ini.

"Saya garis bawahi bahwa berjalan kaki bukan sekadar perjalanan, tapi berjalan kaki mencari pengalaman. Dan itulah sebabnya mengapa unsur keindahan, seni, dimasukkan dalam fungsi trotoar dan juga JPO," jelasnya kepada Suara.com, Kamis (28/2).

Pemprov DKI tidak berhenti pada tiga JPO ini. Mereka berencana membangun JPO yang punya unsur estetika seperti ini agar layak jadi konten Instagram (Instagramable).

Sebelum tiga JPO terbaru, Pemprov DKI sudah mengaplikasikan konsep JPO bermotif batik pada akhir 2018. JPO itu terdapat di Daan Mogot KM 17-18, Jakarta Barat; Bandengan, Jakarta Utara; dan Tendean, Jakarta Selatan.

Pemprov DKI juga memiliki ide untuk membuat lukisan tiga dimensi pada atap JPO. Lukisan tersebut bisa jadi akan bertema alam, serta melibatkan sejumlah seniman dan arsitek dalam pengerjaannya.

"Kita punya ide di JPO itu ada lukisan tiga dimensi di atasnya. Jadi kalo lihat ke atas bisa lihat ngarai, taman, dan lain sebagainya" ujar Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Bina Marga DKI Jakarta Hans Mahendra dikutip Merdeka pada 5 Desember 2018.

JPO bukan cuma mengandalkan fungsi dan estetika. Kamera pengawas (CCTV) selama 24 jam penuh, beberapa tempat sampah, dan papan petunjuk arah juga tersedia.

JPO juga dirancang ramah kaum difabel, lansia, dan ibu hamil. Hal ini dibuktikan dengan adanya garis bantu untuk tuna netra, railing pengarah, serta elevator meski saat ini belum bisa digunakan.

"Untuk lift di tiga JPO baru beroperasi pada Mei mendatang," jelas Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho kepada Okezone, Kamis (28/2).

Khusus tiga JPO baru akan menjadi proyek percontohan bagi fasilitas penyeberangan lain. Antara lain di Daan Mogot, Bendungan Hilir, Karet Sudirman, Bumi Putera, Dukuh Atas, Tosari, Sarinah, Sari Pan Pasifik, Bank Indonesia, Dewi Sartika, dan Pasar Minggu.

Pembangunan JPO akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD). "Ada 400 JPO di Jakarta. Kami masih terus menginventarisasi JPO lawas dan perlu revitalisasi. Tahun ini ada enam sampai delapan JPO yang direvitalisasi dengan anggaran masing-masing Rp15 miliar," Hari menambahkan.

Berbeda dengan 400 JPO lain, revitalisasi tiga JPO yang dijadikan pilot project itu menelan biaya sebesar Rp53 miliar dengan komposisi dana dari pihak swasta sebagai kompensasi Koefisien Luas Bangunan (KLB). Namun, pemakaian dana KLB sempat menimbulkan kritik sebab hingga saat ini Pemprov DKI belum menerimanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR