INDUSTRI PARIWISATA

4 Destinasi wisata super-prioritas dapat anggaran Rp6,4 triliun

Wisatawan mengabadikan matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018).
Wisatawan mengabadikan matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). | Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Pemerintah tengah fokus mengembangkan 10 destinasi pariwisata prioritas. Presiden Joko "Jokowi" Widodo menjadikan empat di antaranya sebagai destinasi "super-prioritas" dengan mengalokasikan anggaran Rp6,4 triliun.

Keempat destinasi super-prioritas itu adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika dan Labuhan Bajo. Tujuan wisata itu, diharapkan menarik wisatawan mancanegara dengan jumlah besar untuk mendatang devisa bagi tanah air.

"Yang diinginkan Pak Presiden, tahun 2020 semua fasilitas, utilitas infrastruktur, dan utilitas dasar harus selesai," ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan tertulis di laman setkab.go.id, dikutip Jumat (19/7/2019).

Arief menyebutkan, sudah dialokasikan anggaran Rp6,4 triliun untuk pengembangan empat destinasi wisata, Danau Toba, Labuhan Bajo, Mandalika dan Borobudur. Ia memperkirakan masing-masing empat destinasi itu mendapat Rp1,6 triliun dari anggaran kementerian dan lembaga.

Arief memproyeksi tambahan dana itu bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Danau Toba menjadi 1 juta turis asing, Borobudur 2 juta turis asing, Mandalika 1 juta turis asing, serta Labuan Bajo 500 ribu turis asing.

Menilik catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia per Mei 2019 mencapai 1,26 juta kunjungan. Total kunjungan wisman sejak Januari hingga Mei sebesar 6,37 juta kunjungan.

Untuk menggenjot tingkat kunjungan wisman dan wisatawan domestik (wisdom), Jokowi memandang perlu dilakukan promosi secara besar-besaran, secara integrasi sehingga betul-betul mendapatkan manfaat dari efek berantai yang besar dan memberikan efek pertumbuhan pada ekonomi daerah maupun ekonomi nasional.

Dalam Rapat Terbatas tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7), Jokowi mengemukakan pengamatan yang didapatkannya di lapangan.

Terkait pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas yang disebutnya Bali Baru, terdapat beberapa masalah yang mesti segera diselesaikan.

"Pertama, memang masih ada problem pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih kita benahi. Terakhir kami kemarin masih ada masalah, misalnya di Sulawesi Utara, dan juga di Labuan Bajo juga ada, di Toba saya melihat juga masih ada," ungkapnya.

Kedua, lanjut Jokowi, yang berkaitan dengan akses konektivitas menuju kawasan destinasi wisata. Ia melihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi, baik berupa terminal bandara, hingga landasan pacu yang masih kurang panjang. Begitu juga konektivitas jalan menuju lokasi wisata.

"Saya sudah menyampaikan pada menteri. Tahun depan, ini harus diselesaikan, tahun ini digarap, tahun depan diselesaikan karena memang ada peluang besar bagi kita untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang tentu saja kita harapkan dapat menghasilkan devisa yang sebanyak-banyaknya," tandasnya.

Dia mencontohkan pelabuhan di Labuan Bajo. Dermaga bercampur antara kargo barang dengan penumpang, ada juga pelabuhan rakyat, dan dengan pinisi. "Nanti kalau ada cruise larinya ke mana?" ujar Jokowi.

Ketiga, Jokowi meminta agar fasilitas yang tersedia di lokasi wisata, betul-betul dicek. Ia minta pemerintah provinsi bersinergi ke bawah, di kabupaten dan kota untuk sama-sama membenahi.

"Urusan kecil-kecil saya kira bukan pemerintah pusat. Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bisa melakukan ini. Misalnya penataan pedagang kaki lima, penataan resto-resto kecil, kemudian penyediaan toilet," tegasnya.

Keempat, soal sumber daya manusia (SDM), Jokowi meminta agar gubernur, bupati, dan wali kota juga ikut gotong royong menangani. Begitu juga dengan urusan dagang yang berkaitan dengan hotel juga fasilitas lainnya.

"Semuanya diberikan training-training, sehingga mereka bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik, dengan keramah-tamahan, dengan senyuman yang baik," imbaunya.

Terakhir, lanjut Jokowi, yang berkaitan dengan produk-produk yang ada di tempat tujuan wisata. Seperti pasar, pasar seni, hingga budaya yang perlu ditampilkan.

Siapkan beragam acara

Wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2019).
Wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2019). | Anis Efizudin /Antara Foto

Menindaklanjuti arahan Jokowi, dua gubernur yang memiliki obyek wisata sebagai super-prioritas, yaitu Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat siap menggelar beragam acara, masing-masing di kawasan Candi Borobudur dan Labuan Bajo.

Ganjar mengatakan, pihaknya punya agenda tahunan Borobudur Marathon dan sudah kali ketiga dilaksanakan dengan pilot system. Ajang tersebut mampu menarik wisatawan dari Tokyo hingga Berlin.

Dia optimistis, kegiatan tersebut bisa dijadikan ajang kelas dunia. Selain itu, sebutnya, Jateng juga punya Tour de Borobudur, yang ke depannya akan dicoba melibatkan asosiasi sepeda internasional, untuk menyerupai Tour de France. "Ini untuk create event khususnya sport tourism," ujar Ganjar

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat mengatakan, daerah yang dipimpinnya memiliki obyek pariwisata yang paling menarik dan paling mahal.

"Kami punya banyak destinasi juga atraksi. Seperti memanggil ikan dari laut bebas," ujar Vikyot seraya menyebut lokasi di Kelabba Maja yang tak kalah indah dengan Grand Canyon.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR