KARHUTLA

4 Perusahaan dan 185 orang jadi tersangka karhutla

Polisi bersama Satgas Karhutla Provinsi Riau menyegel bekas lahan yang terbakar di Pekanbaru, Riau, Senin (22/07/2019).
Polisi bersama Satgas Karhutla Provinsi Riau menyegel bekas lahan yang terbakar di Pekanbaru, Riau, Senin (22/07/2019). | Rony Muharrman /Antara Foto

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menetapkan 4 perusahaan dan 185 orang sebagai tersangka yang diduga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) se-Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat (Karopenmas Divhumas) Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengungkap, para tersangka terdiri dari korporasi (perusahaan) dan individu.

"Total tersangka yang diamankan atau disidik oleh jajaran (kepolisian) adalah sebanyak 4 tersangka korporasi 185 dan 4 orang tersangka perorangan," sebut Dedi di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Jenderal bintang satu itu memerinci ratusan tersangka itu diusut di sejumlah Kepolisian Daerah (Polda) se-Indonesia. Di Polda Riau, sebutnya, terdapat 47 tersangka perseorangan dan satu tersangka perusahaan. Selain itu Polda Sumatra Selatan ada 18 tersangka perorangan.

"Polda Jambi ada 14 tersangka individu (perorangan) sementara korporasi nihil. Kemudian Polda Kalimantan Selatan ada 2 tersangka individu," tandasnya.

Sementara di Polda Kalimantan Tengah tambahnya, terdapat 45 tersangka perorangan dan 1 tersangka perusahaan. Terakhir di Polda Kalimantan Barat, ada 59 tersangka perorangan dan 2 tersangka perusahaan.

Dari total tersangka tersebut, tambah Dedi, sebanyak 95 kasus sudah masuk proses penyelidikan dan 41 kasus masuk ke kejaksaan. Terakhir, 2 kasus sudah dalam tahap pelimpahan dan 21 kasus dalam tahap penyerahan barang bukti kasus.

Berdasarkan penelusuran Polri, Dedi menyebut karhutla di sejumlah wilayah paling banyak disebabkan oleh perbuatan manusia. "Polri (sekarang) concern pendekatan hukum terhadap siapa saja terbukti melakukan pembakaran lahan maupun hutan. Baik secara unsur sengaja maupun unsur kelalaian," tandasnya.

Pejabat daerah tak peduli

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan karhutla memicu bencana kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerahnya.

Berdasarkan laporan dari petugas di lapangan sebut Doni, ada oknum pejabat daerah yang kurang peduli pada wilayahnya yang terdampak karhutla. Padahal kabut asap yang pekat telah mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam kesehatan.

Misalnya di Riau, yang wilayahnya mengalami karhutla paling parah dan berstatus darurat asap, dua kepala daerahnya masih sempat ke luar negeri dengan alasan dinas. Gubernur Syamsuar sempat ke Thailand pekan lalu, sementara Wali Kota Pekanbaru Firdaus saat ini berada di Kanada.

"Ada keluhan dari unsur TNI-Polri karena ada kurang kepedulian dari pejabat daerah. Saya tidak menyinggung siapa, tidak mungkin, tetapi rata-rata pejabat atau pemimpin setingkat kabupaten-kota," ujar Doni dalam konferensi pers penanganan karhutla di gedung Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (14/9).

Ia mengungkapkan, 80 persen dari seluruh hutan dan lahan yang terbakar di kemudian hari akan berubah menjadi ladang perkebunan. BNPB mengerahkan ribuan personel untuk penanggulangan karhutla di enam wilayah, puluhan pesawat dan helikopter, serta menghabiskan puluhan juta liter air. (Data detail bisa disimak dalam infografik di bawah.)

Pekatnya kabut asap di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan Kalimantan, membuat Presiden Joko "Jokowi" Widodo turun tangan. Pada Senin (16/9) malam, ia terbang ke Pekanbaru untuk meninjau langsung penanganan karhutla di sana.

Setibanya di Pekanbaru, Jokowi langsung menggelar rapat terbatas (ratas) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur Riau Syamsuar, dan sejumlah pejabat terkait.

Ratas juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Hukum, dan HAM Wiranto, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan lainnya.

Pada Selasa (17/9), Jokowi melaksanakan salat istisqa (meminta hujan). Salat digelar di Masjid Amrullah Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Kemudian, sebelum bertolak dari Lanud Roesmin Nurjadin, Jokowi mengecek persiapan hujan buatan (rekayasa cuaca) yang dilakukan pesawat milik TNI AU untuk menebar garam.

"Sekarang kita lakukan lagi menabur garam. Moga-moga, karena awannya ada, kita berdoa semoga jadi hujan, insyaallah (hari ini). Segala upaya sudah kita lakukan. Tapi memang juga lewat water bombing lewat 52 pesawat. Artinya, segala upaya kita lakukan," ujar Jokowi.

Lalu ia terbang dengan heli Super Puma untuk mengecek lokasi karhutla di Merbau dan Kampar. Mantan Gubernur DKI itu berpesan, masyarakat tidak membakar lahan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bakar lahan, baik hutan maupun gambut. Termasuk upaya hukum sudah kita lakukan, baik yang perorangan, baik yang korporasi, semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," imbaunya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR