PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

4 Ruas tol Trans Sumatra bisa dipakai saat Lebaran 2019

Ruas tol Trans Sumatera terlihat dari udara di Lampung, Rabu (2/1/2019). Pemerintah menargetkan enam ruas tol Trans Sumatera bisa selesai dibangun pada 2019.
Ruas tol Trans Sumatera terlihat dari udara di Lampung, Rabu (2/1/2019). Pemerintah menargetkan enam ruas tol Trans Sumatera bisa selesai dibangun pada 2019. | Wahyu Putro /Antara Foto

Pemerintah menjamin sebagian proyek Trans Sumatra, khususnya ruas tol Bakauheni-Palembang, mulai bisa digunakan pada saat Lebaran mendatang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, menyatakan ada empat ruas Jalan Tol Trans Sumatra yang siap diresmikan dan beroperasi pada pertengahan tahun 2019. Ruas tol ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dan penumpang di wilayah barat Indonesia.

Danang menyatakan empat ruas tol tersebut adalah ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140,93 km, Medan-Binjai (Segmen Helvetia-Veteran) sepanjang 2,75 km, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi VII sepanjang 9,1 km, dan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189,2 km.

"Dua di antaranya sudah mengantongi Sertifikat Laik Operasi yaitu Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi VII," kata Danang dikutip dari siaran pers, Jumat (1/3/2019).

Sedangkan untuk Jalan Tol Medan-Binjai (Segmen Helvetia-Veteran), lanjutnya, masih dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dalam proses penyelesaian konstruksi.

Tol Bakter memiliki empat buah seksi; Seksi I Bakauheni-Sidomulyo (39,4 km) dengan Segmen Pelabuhan Bakauheni-SS Bakauheni (8,9 km) sudah beroperasi pada Januari 2018; serta seksi II Sidomulyo-Kotabaru (40,6 km) dengan Segmen SS Kotabaru-SS Lematang (5 km) juga sudah beroperasi mulai Januari 2018. Sedangkan seksi III adalah Kotabaru-Metro (29 km) dan seksi IV adalah Metro-Terbanggi Besar (31,93 km).

Kemudian Jalan tol Medan-Binjai (16,73 km) terdiri atas tiga seksi, yakni seksi I ruas Tanjung Mulia-Helvetia (6,27 km), seksi II ruas Helvetia-Semayang (6,18 km) dan seksi III ruas Semayang-Binjai (4,28 km) sudah beroperasi penuh pada Oktober 2017.

Sementara untuk Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) secara keseluruhan memiliki Panjang 61,7 km. Pembangunannya dilaksanakan oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol dengan investasi sebesar Rp4,96 triliun dan masa konsesi selama 40 tahun.

Jalan tol MKTT Seksi 2-6 Parbarakan hingga Sei Rampah (41,65 km) telah diresmikan Oktober 2017 dan Seksi 1 Tanjung Morawa-Perbarakan termasuk Simpang Susun Kemiri (10,75 km) telah beroperasi pada Juni 2018.

Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp21,95 triliun dan ditargetkan akan beroperasi pada Juni 2019. Tol ini terdiri atas dua seksi yakni seksi I Terbanggi Besar-Pematang Panggang (112,2 Km) dengan progres konstruksi 89,06 persen dan seksi II Pematang Panggang-Kayu Agung (77 Km) dengan progres konstruksi 90,80 persen.

Kesiapan tol Trans Sumatra beroperasi tahun ini turut dibanggakan oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Melalui akun Instagram-nya, Jokowi sempat memamerkan simpang susun di tol Trans Sumatra yang sudah dibangun dan siap dioperasikan pada pertengahan tahun. Simpang susun itu terletak di ruas jalan tol Terbanggi Besar - Pematang Panggan - Kayu Agung.

Pembangunan empat ruas sepanjang total 310 kilometer itu ditangani oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 tentang percepatan pembangunan jalan tol di Sumatra.

Perpres itu menugaskan PT Hutama Karya (Persero) untuk mengerjakan empat ruas, Medan—Binjai, Palembang—Indralaya, Pekanbaru—Dumai, dan Bakauheni—Terbanggi Besar.

Tak lama kemudian, rezim berganti. Jokowi naik ke tampuk pimpinan pemerintah dan mengusung janji pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol. Bahkan pada April 2015, Jokowi memulai melakukan ground breaking jalan tol Trans Sumatra ruas Bakter.

Tepat setahun setelah penugasan pertama, Hutama mendapat mandat tambahan 20 ruas baru lewat Perpres No. 117 Tahun 2015. Hutama ditugaskan mengerjakan jalan tol sepanjang 2.704 kilometer --membentang dari Lampung hingga Banda Aceh dan menghubungkan kota-kota di pantai barat dengan pantai timur Sumatra.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR