GEMPA LOMBOK

400 CPNS akan bantu rehabilitasi rumah di Lombok

Para insinyur yang dikirim ke Lombok akan membantu pembangunan daerah-daerah terdampak gempa. Contohnya Dusun Kekait, Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Barat, NTB (29/8/2018).
Para insinyur yang dikirim ke Lombok akan membantu pembangunan daerah-daerah terdampak gempa. Contohnya Dusun Kekait, Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Barat, NTB (29/8/2018). | Ahmad Subaidi /AntaraFoto

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja mengirimkan tim insinyur lelaki untuk membantu perbaikan rumah rusak akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Mereka merupakan 400 orang lulusan Teknik Sipil dari berbagai universitas yang diterima Kementerian PUPR sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan 2017. Tim ini diterbangkan dalam tiga kloter, yakni kloter pertama pada Kamis (29/8) dengan jumlah 178 orang. Lalu penerbangan kedua diisi oleh 198 orang.

Dua tim itu diterbangkan dengan dua pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara yang berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Sedangkan satu tim lainnya, sebanyak 24 orang, berangkat menggunakan pesawat komersil lantaran keterbatasan kapasitas kapal milik TNI AU.

Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sempat memberi wejangan kepada para CPNS 2017 yang diutus, agar dapat bekerja dengan maksimal dan menjaga nama baik institusi.

"Kalian akan berada di NTB untuk mendampingi masyarakat NTB yang kena dampak bencana gempa bumi. Jadi ini bukan wisata gempa bumi. Pesan saya, jaga kredibilitas institusi PUPR, khususnya dalam mendampingi masyarakat membangun rumah mereka kembali," ungkapnya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, seperti dikutip Liputan6.com, Jumat (31/8).

Basuki menilai, penerjunan mereka ke lokasi bencana adalah pengalaman berharga yang belum tentu akan mereka dapatkan kembali pada masa mendatang. Pasalnya, dengan terjun ke lokasi bencana, daya tahan mereka dalam menghadapi situasi kritis akan diuji secara nyata.

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018, perbaikan rumah korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dilakukan mulai Sabtu (1/9/2018).

Nantinya, para CPNS ini akan menjadi tenaga pendamping bagi masyarakat Lombok dalam membangun rumah dengan kualitas tahan gempa. Mereka akan dibagi menjadi sembilan kelompok yang terdiri dari TNI, masyarakat, mahasiswa, dan PUPR.

Sebanyak 400 CPNS 2017 tersebut akan berlatih bersama timnya untuk membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan Rumah Instan Kayu (Rika) sebagai alternatif.

Pembangunan dan rehabilitasi rumah masyarakat ditargetkan akan selesai dalam waktu enam bulan. Sedangkan untuk sarana dan prasarana publik, Kementerian PUPR diberi waktu untuk menyelesaikannya hingga Desember 2018.

Kendati demikian, tak ada jangka waktu yang pasti mengenai berapa lama para CPNS 2017 harus menetap di Lombok. Mereka harus berada di sana hingga masyarakat bisa dilepas untuk membangun sendiri tempat tinggalnya.

Hal tersebut diakui para CPNS tak menjadi masalah. Andre Arifin Putra (29), salah satu CPNS 2017 yang diterbangkan pada kloter kedua mengaku siap untuk mengerahkan tenaganya. Apalagi ketika melihat banyaknya tempat tinggal yang hancur akibat gempa.

Hal serupa juga dituturkan oleh Hasyim (24), CPNS 2017 yang bertugas untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR.

"Kalau lihat situasi sekarang jadi terpanggil. Saudara-saudara kita di sana, seperti apa, dan ada kesempatan kayak gini saya rasa ini kesempatan emas," ucapnya, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (31/8).

Pemerintah akan membangun sekitar 74 ribu rumah dengan konsep tahan gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah, mengingat proses pendataan dan verifikasi kediaman korban gempa masih dilakukan hingga kini.

Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini juga dilaksanakan dengan anggaran yang telah ditentukan sebelumnya. Pemerintah membuat anggaran pembangunan dan perbaikan dengan rincian, Rp50 juta untuk rumah dengan kerusakan berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR