REKLAMASI TELUK BENOA

5 Tahun konsisten menolak reklamasi Teluk Benoa

Massa aksi mengibarkan bendera Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) di depan kantor Gubernur Bali di Denpasar, Minggu, (22/7/2018).
Massa aksi mengibarkan bendera Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) di depan kantor Gubernur Bali di Denpasar, Minggu, (22/7/2018). | Bram Setiawan /Beritagar.id

Parade budaya sebagai aksi unjuk rasa menolak reklamasi Teluk Benoa Bali mengingat kembali demonstrasi yang sudah memasuki lima tahun. "Tepat bulan Juli tahun 2013 pertama kali kita menginjakkan kaki di depan kantor Gubernur Bali untuk menolak reklamasi Teluk Benoa," kata Koordinator Divisi Politik Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI), Suriadi Darmoko, saat berorasi di depan kantor Gubernur Bali di Denpasar, Minggu, (22/7/2018)

Saat itu, ujar Suriadi, Made Mangku Pastika akan memasuki periode kedua jabatan Gubernur Bali bersama Wakil Gubernur Ketut Sudikerta. Namun, hingga masa jabatan Pastika bakal kedaluwarsa tahun ini, belum ada surat resmi penolakan reklamasi kepada Presiden Joko Widodo.

"Lima tahun kepemimpinan Mangku Pastika, lima tahun juga didemo," ujarnya.

Suriadi mengatakan bahwa selama lima tahun perjuangan masyarakat Bali menolak reklamasi setidaknya telah menghalangi upaya pengurukan di Teluk Benoa. "Solidaritas (masyarakat) yang menyelamatkan Teluk Benoa, bukan karena janji politik," katanya.

Oleh karena itu, Suriadi menegaskan perjuangan tersebut bersumber dari masyarakat dan bukan peran gubernur atau DPRD Bali. "Kalau ada yang menanyakan, jawab dengan lantang dan terbuka bahwa karena ada demonstrasi sampai saat ini Teluk Benoa tidak diuruk," tutur Suriadi yang juga Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali.

Aksi kali ini juga menjadi penanda untuk memperkuat solidaritas menjelang penentuan rencana reklamasi Teluk Benoa. Adapun izin reklamasi akan berakhir pada 25 Agustus 2018.

Ini adalah izin lokasi reklamasi yang kedua setelah perpanjangan. Pada awalnya, izin lokasi reklamasi yang diajukan oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) pada 2014 berakhir 25 Agustus 2016. Namun, izin lokasi kembali dilanjutkan sampai 2018.

Setelah ini, kata Suriadi, izin tak bisa lagi mendapatkan perpanjangan masa waktu. Hal tersebut karena izin lokasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadi dasar hukum PT TWBI sudah pernah diperpanjang.

"Pada 25 Agustus 2018 Teluk Benoa harus menang. Bangkitkan semangat," ujarnya.

Pastika sebenarnya pernah mencabut SK 2138/02-C/HK/2012 tentang Izin dan Hak Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa pada Agustus 2013.

Namun, Pastika kemudian justru menerbitkan SK 1727/01-B/HK/2013 tentang Izin Studi Kelayakan Rencana Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa. Ia juga mendorong kajian kelayakan dijadikan bagian meneruskan usaha reklamasi.

Pastika pun belum mengajukan permintaan kepada Presiden Jokowi untuk mencabut Peraturan Presiden Nomor 51 tahun 2014 yang diwariskan presiden terdahulu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Parade budaya kali ini dimeriahkan grup musik The Dissland. Grup musik beraliran punk rock itu juga aktif melibatkan diri dalam gerakan menolak reklamasi Teluk Benoa.

Parade dimulai massa aksi berkekuatan sekitar 1.000 orang yang berjalan mengelilingi lapangan Niti Mandala, Denpasar, sampai berpusat di depan kantor gubernur Bali.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid pernah mengatakan bahwa ForBALI bisa menjadi rujukan gerakan sosial. "Ini inovasi gerakan sosial yang harus disebarkan sehingga terjahit menjadi perlawanan yang lebih besar lagi," katanya.

Usman sempat membicarakan hal tersebut bersama ForBALI dalam peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Acara yang bertajuk "Semakin Dibungkam, Semakin Melawan!" itu berlangsung di Taman Baca Kesiman, Denpasar pada 10 Desember 2017.

Menurut Usman, ForBALI merupakan gabungan kekuatan sebagai gerakan di luar aktivisme tradisional.

Massa aksi peringatan 5 tahun menolak reklamasi teluk Benoa melakukan parade dari lapangan Niti Mandala, Denpasar, sampai berpusat di depan kantor gubernur Bali, Minggu (22/7/2018).
Massa aksi peringatan 5 tahun menolak reklamasi teluk Benoa melakukan parade dari lapangan Niti Mandala, Denpasar, sampai berpusat di depan kantor gubernur Bali, Minggu (22/7/2018). | Bram Setiawan /Beritagar.id
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR