7 berita menarik pekan keempat Februari

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg (kanan) saat berkunjung ke kantor pusat Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, Amerika Serikat, Rabu (17/2) waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, presiden berharap Facebook dapat bekerja sama dalam upaya Indonesia mencapai visi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg (kanan) saat berkunjung ke kantor pusat Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, Amerika Serikat, Rabu (17/2) waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, presiden berharap Facebook dapat bekerja sama dalam upaya Indonesia mencapai visi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. | Setpres-Laily /ANTARA FOTO

Sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi dalam pekan keempat (22-27) Februari 2016. Dari korban baru penyanyi dangdut Saipul Jamin hingga penutupan pesantren Waria di Yogyakarta. Kami rangkumkan untuk Anda di sini.

Artis Saipul Jamil dicecar pertanyaan oleh wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Jumat (19/2). Saipul Jamil yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual itu diperiksa di BNN untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh narkoba saat dirinya melakukan aksi pelecehan seksual.
Artis Saipul Jamil dicecar pertanyaan oleh wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Jumat (19/2). Saipul Jamil yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual itu diperiksa di BNN untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh narkoba saat dirinya melakukan aksi pelecehan seksual. | Hafidz Mubarak A /ANTARA FOTO

Korban Baru Saipul Jamil

Seorang pemuda mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh Saipul Jamil. Laporan ini menambah daftar kasus pelecehan seksual yang ditudingkan kepada Saipul. Pemuda berinisial AW (22), mengaku pernah dicabuli oleh Saipul pada 2014. Korban melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, Rabu (24/2) malam.

Menurut Radian Anom, pengacara korban, AW adalah asisten Saipul. Radian, seperti dikutip Detik.com menjelaskan, kliennya awalnya mengenal terlapor di sebuah program pencarian bakat penyanyi dangdut di sebuah stasiun televisi di kawasan Jakarta Barat sekitar awal 2014.

Sejak saat itu, korban menjadi asisten terlapor yang dikenal sebagai Bang Ipul itu. Korban pernah tinggal bersama dengan terlapor selama 6 bulan di rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan ikut menjadi timnya.

Radian menjelaskan, saat itu terlapor mengajak AW datang ke rumahnya dan menginap. Pengacara korban lainnya Fajar menyatakan, terlapor menjanjikan sebuah pekerjaan kepada korban. "Dia dijanjikan pekerjaan oleh terlapor," ujar Fajar seperti dinukil dariOkezone.com.

Kepada Radian, korban mengaku kalau dicabuli terlapor saat sedang tidur di rumah artis dangdut itu pada Maret 2014 lalu. Korban tak berdaya menolak karena juga mendapat kekerasan fisik dari terlapor.

residen Joko Widodo (kiri) berbincang dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg (kanan) saat berkunjung ke kantor pusat Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, Amerika Serikat, Rabu (17/2) waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, presiden berharap Facebook dapat bekerja sama dalam upaya Indonesia mencapai visi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
residen Joko Widodo (kiri) berbincang dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg (kanan) saat berkunjung ke kantor pusat Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, Amerika Serikat, Rabu (17/2) waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, presiden berharap Facebook dapat bekerja sama dalam upaya Indonesia mencapai visi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. | Setpres-Laily /ANTARA FOTO

Pemerintah Akan Paksa Facebook dkk Buka Kantor di Indonesia

Pemerintah akan memaksa para perusahaan digital raksasa dunia, seperti Facebook, Netflix, Twitter, Youtube dan lainnya membuka kantor tetap di Indonesia dalam bentuk badan usaha tetap (BUT). Rencana itu bakal dituangkan dalam sebuah peraturan dan mulai diterapkan Maret nanti.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, paksaan tersebut punya beberapa tujuan. Pertama, untuk melindungi konsumen di Indonesia. Data konsumen Facebook, Twitter bisa dipakai untuk apa saja. "Kalau ada penyalahgunaan mau komplain ke mana," katanya di Kantor Staf Kepresidenan Rabu (24/2) seperti dikutip kontan.co.id.

Kedua, soal pajak. Rudiantara menghitung, potensi pajak di dunia digital besar. Perhitungan ini didasarkan pada perhitungan pemasangan iklan yang dilakukan oleh baik individu ataupun perusahaan Indonesia di dunia digital tahun 2015 yang mencapai US$850 juta atau sekitar Rp11,5 triliun. Dari jumlah itu 70 persen dikuasai oleh Facebook dan Twitter. "Mereka bayar pajaknya di luar. Tidak fair dong," katanya.

Teten Masduki, Kepala Kantor Staf Kepresidenan mengatakan, rencana itu sudah didengungkan kepada sejumlah perusahaan digital dunia. Salah satunya kunjungan Presiden Joko Widodo ke Silicon Valley pekan lalu. "Semacam pendekatan bisnis," katanya.

Rudiantara menyatakan tengah mencari cara agar perusahaan-perusahaan asing itu mau membuka kantor di Indonesia. Kantor yang dimaksud Rudiantara bukan sekadar trade office, tapi sebagai kantor cabang permanen di mana bisa memberikan layanan publik (customer services) ke masyarakat Indonesia.

Salah satu cara yang sudah dilakukan untuk membujuk mereka, menurut Rudiantara, adalah dengan mengeluarkan bisnis digital dari Daftar Negatif Investasi Indonesia. Untuk bisnis dengan nilai di atas Rp100 miliar, perusahaan asing itu boleh memiliki kontrol sebesar 100 persen. "Jadi kami memberikan ruang fleksibilitas kepada mereka agar mau membuka kantor di sini," ujar Rudiantara seperti dikutip Tempo.co.

Sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi dalam pekan keempat (22-27) Februari 2016. Dari korban baru penyanyi dangdut Saipul Jamil hingga penutupan pesantren Waria di Yogyakarta. Kami rangkungkan untuk Anda. Simak di sini.

Massa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi terlibat kericuhan dengan petugas kepolisian saat menggelar aksi solidaritas untuk kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Jalan Sudirman, DI Yogyakarta, Selasa (23/2). Dalam aksi itu mereka menyerukan kepada seluruh elemen pro demokrasi untuk melakukan konsolidasi guna merebut kembali ruang-ruang demokrasi.
Massa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi terlibat kericuhan dengan petugas kepolisian saat menggelar aksi solidaritas untuk kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Jalan Sudirman, DI Yogyakarta, Selasa (23/2). Dalam aksi itu mereka menyerukan kepada seluruh elemen pro demokrasi untuk melakukan konsolidasi guna merebut kembali ruang-ruang demokrasi. | Andreas Fitri Atmoko /ANTARA FOTO

Kelompok Pro dan Anti LGBT Nyaris Bentrok

Silang pendapat soal isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) kembali terjadi di Yogyakarta, Selasa sore (23/02/2016). Hal itu tergambar dalam dua aksi demonstrasi, dari dua kelompok massa berbeda. Kedua kelompok itu nyaris bentrok.

Aksi pertama digelar puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Demokrasi (SPD). Kelompok ini menyerukan dukungan terhadap kelompok LGBT.

"Kami ingin turun ke jalan untuk memperlihatkan perlawanan nyata bahwa kelompok LGBT berhak mendapatkan hak warga negara dan tak boleh begitu saja ditindas. Itulah yang sebenarnya melandasi aksi kami hari ini," ungkap Ani koordinator SPD, dilansirKRJogja.com.

Mereka memulai aksi dari lahan parkir, di sekitar restoran cepat saji McDonalds, Jalan Sudirman, Yogyakarta. Semula, massa SPD berencana melakukan long march ke titik nol kilometer Yogyakarta --sebelah selatan Jalan Malioboro.

Namun, ada aksi tandingan dari Forum Umat Islam (FUI) Yogyakarta. Kelompok ini menyerukan penolakan terhadap LGBT. Massa FUI Yogyakarta itu bahkan menunggu long march SPD di area Tugu Yogyakarta, yang masuk dalam jalur aksi SPD.

Kasir melayani konsumen di samping papan pengumuman program Indonesia Bebas Sampah di sebuah minimarket di kota Temanggung  Jawa Tengah, Senin (22/2). Sebagian besar minimarket di daerah-daerah telah memasang pengumuman sosialisasi tentang pembayaran kantong plastik sebesar Rp200 rupiah dalam program Diet Kantong Plastik.
Kasir melayani konsumen di samping papan pengumuman program Indonesia Bebas Sampah di sebuah minimarket di kota Temanggung Jawa Tengah, Senin (22/2). Sebagian besar minimarket di daerah-daerah telah memasang pengumuman sosialisasi tentang pembayaran kantong plastik sebesar Rp200 rupiah dalam program Diet Kantong Plastik. | Anis Efizudin /ANTARA FOTO

Ahok Ingin Naikkan Harga Tas Kresek Jadi Rp5 Ribu

Pemerintah DKI Jakarta hendak menaikkan harga kantong plastik belanja hingga Rp5 ribu per buah. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyetujui usulan menaikkan harga kantong plastik di supermarket. Namun, penambahan harga harus tetap sesuai aturan yang berlaku. Gubernur pun sepakat jika harganya ditetapkan sampai Rp5 ribu.

Pemerintah mesti lihat bertentangan tidak dengan aturan yang lebih atas. "Kalau boleh yakami naikin," kata pria yang biasa disapa Ahok ini, Senin (22/2) seperti dikutipBeritaJakarta.com.

Menurut Ahok, jika tas plastik dihargai Rp200, tidak akan berpengaruh banyak, sehingga dikhawatirkan tidak akan ada efek jera. "Kencing saja Rp 2 ribu,"ujarnya. Menurutnya, harga yang pantas antara Rp1 ribu, Rp2 ribu, Rp5 ribu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyatakan untuk menindaklanjuti inisiatif ini, pemerintah lebih memilih menggunakan Peraturan Gubernur. "Kalau Perda kelamaan. Pergub aja dulu," katanya kepada BeritaJakarta.com. Di dalam Pergub yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat, juga akan mengatur harga jual kantong plastik berbayar. Seperti di pasar tradisional, harga satu kantong kresek diberi harga Rp500, dan untuk pasar modern mencapai Rp5 ribu, per kantong.

Petugas mendistribusikan uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat, (15/1/2016)
Petugas mendistribusikan uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat, (15/1/2016) | Tony Hartawan /TEMPO

Deretan Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

Bank Indonesia merilis statistik terbaru posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia. ULN Indonesia per Desember 2015 tercatat sebesar USD310,72 miliar (sekitar Rp4.169 triliun), naik 5,4 persen dari periode yang sama di tahun 2014 di angka USD293,77 miliar (sekitar Rp3.942 triliun).

Secara bilateral, Singapura, Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat dan Belanda, masih jadi negara pemberi utang (kreditor) terbesar kepada Indonesia.

Sementara, secara multilateral, Indonesia menerima pinjaman dari Bank Dunia (termasuk dari salah satu lembaga di bawah Bank Dunia(International Monetary Fund), IBRD/International Bank for Reconstruction and Development), ADB (Asian Development Bank), IDA (International Development Association) dan IDB (Islamic Development Bank).

Data ULN yang dirilis Bank Indonesia ini merupakan gabungan dari utang yang dilakukan pemerintah pusat bersama bank sentral, dan juga utang swasta. Secara terpisah, maka ULN pemerintah pusat bersama bank sentral adalah sebesar USD143,09 miliar, dan ULN swasta (baik bank maupun nonbank) adalah sebesar USD167,71 miliar.

Personel Tim Anti Teror Polresta Bekasi melumpuhkan terorIs saat simulasi penanganan teror di kawasan Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/2/2016). Simulasi dilaksanakan Polresta Bekasi guna melatih personel kepolisian tim anti teror yang sudah dibentuk agar siap menghadapi aksi teror di kawasan industri, objek vital dan pusat keramaian publik.
Personel Tim Anti Teror Polresta Bekasi melumpuhkan terorIs saat simulasi penanganan teror di kawasan Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/2/2016). Simulasi dilaksanakan Polresta Bekasi guna melatih personel kepolisian tim anti teror yang sudah dibentuk agar siap menghadapi aksi teror di kawasan industri, objek vital dan pusat keramaian publik. | Risky Andrianto /ANTARA FOTO

Disangka Teroris, Tiga penyidik KPK Diamankan Polisi

Usai aksi terorisme yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Polisi Daerah Metropolitan Jaya (Polda Metro) terus meningkatan keamanan ibu kota. Aparat kepolisian pun tak segan mengamankan mereka yang bertindak mencurigakan.

Salah satunya tiga pria yang berada di dalam mobil Toyota Kijang Innova abu-abu dengan nomor polisi B1968ZF yang berlalu-lalang di depan Mall Mangga Dua dan Kantor Samsat Jakarta Utara selama tiga hari berturut-turut.

Karena mencurigakan, polisi pun mengamankan tiga pria itu, Senin (22/2/2016) sekitar pukul 15.00 WIB di halaman parkir gerai Alfamart, Harco Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, dan dibawa menuju Mapolres Jakarta Utara.

Tak disangka, salah satu yang ditangkap adalah mantan anggota Polri yang kini berprofesi sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tiga orang itu tidak mengaku anggota KPK. Dibawalah orang itu ke Polres. Sampai di Polres kita geledah, kemudian kita temukan kartu KPK,"ujar Kapolres Jakarta Utara, Kombes Daniel Boli Tifaona, seperti yang dilansir merdeka.com.

Daniel pun menegaskan, ketiga orang ini bukan ditangkap, melainkan hanya diamankan. "Kecurigaannya, kaca gelap, anggota khawatirlah," sambungnya.

Polisi mengamankan komandan Front Jihad Islam (FJI), Darrohman (menggunakan surban) di gang masuk pondok pesantren wanita pria (waria) Al Faatah di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (19/2). Mendengar kabar bahwa akan ada penyegelan paksa dari sebuah ormas, 35 waria pondok pesantren Al Faatah meninggalkan lokasi.
Polisi mengamankan komandan Front Jihad Islam (FJI), Darrohman (menggunakan surban) di gang masuk pondok pesantren wanita pria (waria) Al Faatah di Kotagede, Yogyakarta, Jumat (19/2). Mendengar kabar bahwa akan ada penyegelan paksa dari sebuah ormas, 35 waria pondok pesantren Al Faatah meninggalkan lokasi. | Regina Safri /ANTARA FOTO

FJI Ancam Segel Pesantren Waria di Yogyakarta

Silang pendapat mengenai isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) berujung pada ancaman penyegelan atas sebuah pesantren waria di Yogyakarta. Ancaman dari kelompok yang menamakan diri Front Jihad Islam (FJI) memicu para penghuni pesantren untuk mengungsi ke tempat aman.

Shinta Ratri, pemimpin Pondok Pesantren Al Fatah, menyatakan sekitar 20 anggota FJI datang ke lokasi tersebut pada Jumat siang. "Mereka menyerahkan surat yang ditujukan kepada kami," ujarnya kepada BBC Indonesia.

Ia mengatakan tidak mengetahui isi surat tersebut. Namun, ia menduga isinya berkenaan dengan keingintahuan mengenai hal-ihwal pesantren waria Al Fatah dan ajaran-ajaran yang disampaikan di dalamnya.

"Mereka mempertanyakan apakah yang kita lakukan itu menyimpang atau tidak," ujarnya.

Saat para anggota FJI itu menyambangi pesantren, Shinta dan para santrinya memang sudah menghilang dari Al Falah. Pengelola pesantren langsung melapor ke pihak kepolisian tidak lama surat tiba. Karenanya, para anggota FJI hanya dapat berhadapan dengan polisi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR