9 empu pilihan Jokowi sebagai pendekar antikorupsi

Panitia Seleksi Pimpinan KPK (kika) Supra Wimbarti, M.SC, Ph.D, Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM, Ir. Betti S Alisjabana, MBA,Destry Damayanti, M.Sc, Dr Enny Nurbaningsih, SH, Natalia Subagyo, M.Sc, Prof. Dr. Harkrituti Haskrisnowo, SH, LLM, Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D
Panitia Seleksi Pimpinan KPK (kika) Supra Wimbarti, M.SC, Ph.D, Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM, Ir. Betti S Alisjabana, MBA,Destry Damayanti, M.Sc, Dr Enny Nurbaningsih, SH, Natalia Subagyo, M.Sc, Prof. Dr. Harkrituti Haskrisnowo, SH, LLM, Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D | Yudhi Mahatma/Antara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis pagi (21/5/2015), sebelum terbang menuju Jawa Timur.

Sembilan perempuan dipilih Jokowi sebagai anggota Pansel KPK. Seperti dilansir laman setkab.go.id, mereka adalah;

  1. Destry Damayanti, M.Sc, ekonom, ahli keuangan dan moneter, sebagai Ketua merangkap anggota.
  2. Dr Enny Nurbaningsih, SH, Pakar Hukum Tata Negara, Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional, sebagai Wakil Ketua merangkap anggota.
  3. Prof. Dr. Harkrituti Haskrisnowo, SH, LLM, Pakar Hukum Pidana dan HAM, Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham, anggota.
  4. Ir. Betti S Alisjabana, MBA, Ahli IT dan Manajemen, anggota.
  5. Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, Pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang,anggota.
  6. Supra Wimbarti, M.Sc, Ph.D, Ahli psikologi SDM dan pendidikan, anggota.
  7. Natalia Subagyo, M.Sc, Ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, anggota.
  8. Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM, Ahli hukum, Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas, anggota.
  9. Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D, Ahli sosiologi korupsi dan modal sosial, anggota.

Jokowi tidak mengungkap alasan kenapa memilih perempuan semua. Ia hanya menekankan kelengkapan disiplin ilmu masing-masing anggota pansel.

"Saya bekerja dalam membentuk Pansel KPK dan panitia harus kompeten dan berintegritas, keahlian harus lengkap. Di sini ada ahli hukum, ekonomi managemen, psikolog, sosiolog dan ahli tata kelola pemerintahan," ujar Jokowi, dikutip Detikcom.

Pesannya, "Saya berharap komisioner yang terpilih nanti memiliki kemampuan yang lengkap, yang mampu memperkuat kelembagaan KPK dan yang mampu meningkatkan sinergi KPK dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam rangka membangun sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi," katanya dilansir Kompas.com.

Berbagai peristiwa belakangan ini, KPK dipersepsikan publik tengah mengalami tekanan dari berbagai pihak. Aktivis perempuan pun bangkit membela KPK. Mereka mendeklarasikan “Saya Perempuan Antikorupsi” (SPAK). Aksi SPAK pun teramplifikasi luas melalui media.

Entah terisnpirasi SPAK atau bukan, yang pasti Jokowi telah memilih sembilan empu sebagai pendekar antikorupsi yang akan menjadi garda depan KPK.

Kenapa empu? Di kalangan para aktivis, kata "perempuan" dianggap lebih "politically correct" dibandingkan dengan "wanita". Sebab kata "perempuan" berasal dari kata "empu" yang berarti orang yang sangat ahli. Sementara kata "wanita" yang berasal dari bahasa Sansekerta. Konon berarti "orang yang berhias wajah".

Penunjukan sembilan empu ini pun dipuji berbagai pihak.

"Alhamdulillah, berarti kan ada cinta nanti di KPK. KPK memerlukan cinta, KPK tidak memerlukan kekuasaan," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dikutip Detikcom.

"Saya mengapresiasi pilihan Pansel KPK oleh Pak Jokowi yang tepat karena tidak terfokus hanya pada orang dengan background hukum," kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani dikutip ROL.

"Bukan satu jempol, ini dua jempol untuk Presiden Jokowi. Presiden Jokowi telah mengubah mainstream, dahulu Pansel diisi lelaki, kini semua perempuan. Bagus...bagus saya mendukung," kata ahli hukum tata negara Margarito Kamis yang sempat digosipkan akan masuk pansel KPK.

Kini masyarakat menunggu kerja sembilan empu untuk mencetak empat pendekar utama antikorupsi, melengkapi seorang pendekar (antara Busyro Muqoddas atau Robby Arya Barata) yang sudah terpilih di era SBY.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR