TOLERANSI BERAGAMA

Abdul Somad klarifikasi video, tokoh Kristen minta umat tenang

Ustad Abdul Somad memberikan tausiah pada Tablig Akbar di Lapangan upacara Lhoksukon, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Minggu (11/11/2018).
Ustad Abdul Somad memberikan tausiah pada Tablig Akbar di Lapangan upacara Lhoksukon, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Minggu (11/11/2018). | Rahmad /Antara Foto

Ustaz Abdul Somad memberikan klarifikasi terhadap video ceramah tertutupnya yang dipandang menghina umat Kristiani. Klarifikasi tersebut diberikan saat berceramah di Masjid At-Taqwa, Desa Simpang Kelayang, Indragiri Hulu, Riau pada Sabtu (17/8/2019) dan ditayangkan akun YouTube FSRMM TV, Minggu (18/8).

Dia mengaku heran video ceramahnya dalam kajian subuh yang tertutup di Masjid An-Nur, Pekanbaru, Riau, tiga tahun lalu mendadak beredar sekarang, lantas viral. Ustaz yang populer disebut UAS itu lalu menyampaikan tiga poin klarifikasi.

Pertama, UAS menegaskan bahwa ia tidak bermaksud merusak hubungan dengan umat agama lain. Dia menyatakan, hanya menjawab pertanyaan yang diajukan jemaah Masjid An-Nur.

Kedua, pengajian di Masjid An-Nur tersebut merupakan pengajian tertutup untuk internal umat Islam, bukan untuk konsumsi umum.

"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola. Bukan di TV tapi untuk intern umat Islam, menjelaskan pertanyaan umat Islam mengenai patung dan kedudukan Nabi Isa," jelas UAS.

Terakhir, UAS mengatakan pengajian itu sudah lama, tahun 2016. Dia heran mengapa baru diviralkan sekarang dan berjanji takkan lari jika video tersebut dipermasalahkan.

"Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu. Saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa bersalah. Saya tidak pula merusak persatuan dan kesatuan bangsa," tuturnya.

Tokoh Kristen minta umat tak terprovokasi

Rohaniwan Antonius Benny Susetyo, dalam Antaranews.com (18/8), mengimbau agar umat Kristiani tidak risau terkait komentar UAS mengenai salib dalam video yang viral tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa Ustaz Abdul Somad perlu mengklarifikasi dan meminta maaf untuk meredam potensi ketegangan antar-umat beragama di Indonesia.

Selain itu, Romo Benny juga meminta pemuka agama lainnya mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan masyarakat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Bambang Praswanto, juga meminta umat Katolik atau Kristen tak terprovokasi ucapan Abdul Somad.

"Sebagai umat (Kristen) kita biarkan saja. Kita maafkan karena dia tidak tahu. Umat Kristen tidak perlu terprovokasi dengan Somad," kata Bambang, dinukil Tempo.co (18/8).

Ia menambahkan, apa yang diucapkan Somad tak mewakili umat Islam.

Bambang mengatakan tidak bisa menghalangi siapa saja yang kemudian membawa kasus itu ke ranah hukum. Sebab bisa saja perkara ini dilaporkan sebagai kasus penistaan agama.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Rohim Ghazali, menilai ucapan Abdul Somad adalah penghinaan simbol agama yang tidak main-main.

"Saya tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada tokoh agama lain yang menghina simbol Islam," kata Rohim kepada Tempo.co (18/8). "Bisa menjadi gelombang tsunami demonstrasi yang berjilid-jilid, dan pelakunya bisa dituntut hukuman yang sangat berat,"

Menurut dia, pernyataan Abdul Somad tidak perlu ditanggapi dan diimbau masyarakat dapat mendoakannya.

Belum ada laporan ke polisi

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan belum ada laporan dari Brigade Meo atau pihak lain terkait video ceramah UAS tahun 2016 itu.

"Isu pelaporan terhadap UAS itu tidak benar. Karena dari Brigade Meo tidak membuat laporan polisi terkait UAS atau hal lainnya sampai saat ini. Tidak ada laporan polisi, baik di SPKP maupun Reskrimsus Polda NTT," ujar Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Jules Abraham Abast saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (17/8).

Menurut Jules, pada Sabtu (17/8) siang memang ada anggota Brigade Meo yang datang ke Polda, tetapi mereka hanya berkonsultasi dengan penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) tentang video UAS itu. Jadi, belum melaporkan resmi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR